
“Jam 7 malam? Oke.” ucap Daffa pada ponsel yang masih berada di daun telinganya. Dia mematikan sambungan teleponnya kemudian menoleh menatap Alfa yang terduduk di sampingnya. “Sepertinya hari ini adalah hari keberuntunganmu, Al. Kebetulan sekali, temanku barusan mengatakan ada seorang wanita yang masih polos dan bisa dipastikan masih virgin. Belum terjamah sama sekali oleh seorang pria.”
Alfa memutar kedua bola matanya malas, sebenarnya ia enggan melakukan hubungan one night stand dengan seorang wanita. Tetapi harga dirinya seolah terinjak saat Daffa mengatakan jika dirinya begitu sangat payah karena masih perjaka.
“Kalau polos dia tidak mungkin mau menjual diri,” jawab Alfa merapatkan kedua tangannya di bawah dada.
“Positif thinking saja kalau dia kepepet dan butuh uang banyak!” sahut Daffa.
“Mencari uang tidak harus sampai menjual diri,” jawab Alfa lagi.
Kali ini Daffa memasang raut wajah yang kesal, matanya memicing dan mendelik sinis. “Sudahlah, jangan banyak bicara! Kalau tidak ada wanita ini, kita tidak akan mendapatkan wanita yang masih virgin!”
Alfa tak lagi menjawab ucapan Daffa, dia mengalihkan pandangannya ke arah lain melihat jalanan ibu kota Jakarta yang cukup ramai.
"Dia meminta 100 juta, kamu tetap mau, kan? Hanya 100 juta, Al. Bagaimana? Uang segitu tidak ada apa-apanya untukmu."
"Terserah," jawab Alfa dengan pandangan masih melihat ke arah lain.
***
__ADS_1
Pukul 18.30 malam.
“Dia akan datang pukul tujuh, kamu tunggu saja di dalam. Aku akan ke club malam sebentar bertemu dengan kekasih-kekasihku. Hubungi aku saja jika sudah selesai, aku akan langsung datang kemari dan menjemputmu. Lalu ceritakan bagaimana asiknya bermalam dengan seorang gadis. Oke?” Seulas senyum terlihat di bibir Daffa. Dia lantas langsung keluar dari kamar hotel meninggalkan Alfa sendirian di dalam kamar.
“Huuhhh!” Alfa membuang napas begitu sangat kasar setelah Daffa keluar dari kamarnya.
Dia kemudian terduduk di sofa dan mengeluarkan rokok hendak menghisapnya
30 menit kemudian.
Pintu kamar hotel tiba-tiba saja terbuka, seorang wanita tiba-tiba saja masuk dan berdiri di depan pintu. Alfa yang sedang menghisap rokok itu melihat ke arah si wanita, ia melihatnya dari ujung kaki hingga kepala.
Alfa menghembuskan nafas dari bibirnya hingga kepulan asap rokok terlihat. Dia menatap gadis yang tak lain ialah Sesha itu dengan mata yang menelisik tajam.
“Kemari.” Ucap Alfa seraya mengarahkan telapak tangannya memberikan isyarat agar Sesha mendekatinya.
Namun sama sekali tak ada respon, hanya terlihat wajah ketakutan dan juga gugup di wajah Sesha. Membuat Alfa berpikir dan yakin jika yang dikatakan oleh Daffa sepertinya memang benar adanya. Gadis itu memang terlihat sangat polos.
Karena tak mendapatkan respon, akhirnya Alfa beranjak dari duduknya untuk menghampiri Sesha. “Aku bilang kemari,” ucap Alfa lagi.
__ADS_1
Sesha memberanikan diri mendekati Alfa, hingga akhirnya dia berdiri satu langkah di depan Alfa.
Alfa membelai rambut Sesha begitu lembut. Sesha yang merasakan sentuhan di kepalanya dengan refleks langsung menunduk dan memejamkan mata. Membuat Alfa yang melihatnya malah semakin ingin menyentuh lebih jauh. Dia lebih suka melihat wanita yang malu-malu ketimbang wanita yang dengan murahnya meminta belaian.
Alfa yang tadinya begitu sangat malas dan setuju untuk melakukannya karena dikatai payah itu kini berubah pikiran. Setelah melihat Sesha, dia malah begitu sangat bersemangat untuk melakukannya.
Tangan yang tadi membelai rambut itu ini kini mulai turun menyentuh pipi. Kemudian ke arah dagu dan mengangkatnya sedikit agar kepala Sesha tak lagi menunduk tetapi tertanggah dan menatapnya.
Namun, kedua mata Sesha ternyata masih terpejam. Alfa akhirnya memberanikan diri mendekati wajah Sesha, ia mendaratkan bibirnya di atas bibir Sesha yang terkatup rapat.
Kedua tangan Sesha memegang kain rok bajunya dengan sangat erat saat bibir Alfa mendarat di bibirnya. Dia ingin sekali menolak tapi sama sekali tidak berani untuk menolaknya.
Uang senilai delapan puluh juta yang Lita katakan sudah masuk ke dalam nomor rekeningnya yang lain. Ia memang mempunyai 2 kartu ATM dan salah satunya tidak diketahui oleh ibu tirinya.
Total semuanya memang 100 juta, 80 juta masuk ke nomor rekeningnya, 10 juta lagi dikirim pada pria yang merupakan teman Lita dan 10 juta lagi masuk ke nomor rekening Lita. Sengaja Lita ia beri juga agar Lita tak terus-menerus menjual diri dan berharap akan berhenti juga.
Alfa melepaskan bibirnya, sudut bibir kanannya terangkat. Dia memegang bibirnya dan menatap Sesha yang masih terpejam. Gadis di hadapannya itu begitu sangat kaku saat ia menyentuh bibir, Alfa jadi semakin yakin kalau Sesha memang belum pernah terjamah oleh pria mana pun.
Alfa kemudian mendorong tubuh Sesha hingga terbaring di atas ranjang. Sesha yang sudah terbaring di atas ranjang itu membuka mata dan menelan salivanya. Apalagi saat melihat Alfa yang mulai melepas jas dan melemparnya asal, juga mulai melepas dasi dan juga baju kemeja hingga yang terlihat adalah kulit putih bersih tubuh Alfa. Alfa kini memang sudah bertelanjang dada dan siap melahap mangsanya habis. Dia begitu sangat bersemangat untuk menyentuh tubuh Sesha.
__ADS_1
Bersambung ....