Rahasia Di Balik Cadar

Rahasia Di Balik Cadar
Chapter. 53


__ADS_3

Sesha keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah tangga hendak ke lantai atas menuju kamar Abian, namun langkahnya tiba-tiba melambat saat melihat Rafa yang sedang menuruni anak tangga baru saja keluar dari ruangan Alfa.


Sesha tidak peduli, ia tetap berjalan hendak menaiki anak tangga dan melewati Rafa yang baru saja menginjakkan kaki di lantai dasar.


"Jahat sekali kamu tidak mengakui aku sebagai kakakmu di depan Tuan Alfa. Kamu malu mengakui aku sebagai kakakmu karena aku bekerja sebagai penjaga rumah di rumah kekasihmu?" tanya Rafa bersuara.


Sesha mengurungkan niatnya yang menaiki tangga dan berdiri di tempat, lantas menoleh melihat ke arah Rafa yang sedang menatapnya. "Jahat? Aku jahat?" tanya Sesha, "Jahat mana aku dengan kamu? Lima tahun lalu, saat aku sedang hamil besar, kamu malah dengan tega ingin mencelakaiku. Aku bahkan sampai kehilangan bayiku karena perbuatanmu itu! Dan tadi apa? Kakak? Bukankah seorang kakak harusnya menjaga adik perempuannya?" tanya Sesha lagi, "Mana ada Kakak yang mencelakai adiknya sendiri."


Rafa menelan salivanya saat Sesha berucap.


"Dan enam tahun yang lalu, saat aku diusir dari rumahku sendiri. Aku pertegas sekali lagi ya. Rumahku sendiri! Saat aku di usir dari rumah yang di beli dengan susah payah oleh orang tua kandungku, kamu ngapain saat itu, huh? Kamu hanya diam, Kak! Adakah kamu sedikit saja membantuku? Tidak!" ucap Sesha lagi.


Rafa kembali menelan salivanya lagi, mulutnya mulai membisu kelu saat Sesha berucap.


"Padahal waktu itu aku mati-matian melakukan apa pun demi ibumu, bahkan uang hasil kerja kerasku saja dinikmati oleh keluargamu. Tapi apa yang aku dapatkan, huh? Tidak ada! Malah penghinaan yang aku dapatkan. Padahal aku hamil juga karena kalian!"

__ADS_1


Alis Rafa mengerut. "Maksudnya?" tanya Rafa tak mengerti.


"Kamu pikir dari mana aku bisa mendapatkan uang 20 juta dalam sehari kalau bukan ...," Sesha enggan mengatakan kata selanjutnya merasa jijik dengan apa yang pernah dulu ia lakukan. "Ah sudahlah, percuma bicara denganmu atau dengan keluargamu. Semua akan percuma!" Mata Sesha mendelik sinis, ia berbalik hendak menaiki anak tangga.


Namun, belum sempat ia menaiki anak tangga, Rafa sudah lebih dulu memegang pergelangan tangannya.


"Lepas!" ucap Sesha melepas tangan Rafa di pergelangan tangannya.


"Tunggu sebentar, maksud kamu tadi ... menjual diri?" tanya Rafa dengan nada suara yang pelan agar tak ada yang mendengar ucapannya, "Waktu itu ... untuk mendapatkan uang yang banyak kamu menjual diri?" tanya Rafa lagi.


Lidah Rafa terasa kelu saat Sesha berucap, ia mulai merasa bersalah karena dulu sempat berniat jahat pada Sesha. Ia tidak tahu kalau Sesha waktu itu hamil karena menjual diri demi membayar hutang ibunya.


"Aku memang tidak dendam, tapi aku masih tidak terima!" ucap Sesha lagi.


"Ibu Sasaaaaaa ...." teriak Abian dari lantai atas.

__ADS_1


Sesha sontak langsung melihat ke arah atas.


"Cepetan! Kenapa lama sekali?"


"Iya sebentar, Sayang. Abi masuk kamar dulu, sebentar lagi Ibu nyusul," jawab Sesha.


Mendengar Sesha berucap, mata Rafa terbuka sempurna terbelalak kaget saat tuan muda kecilnya memanggil Sesha dengan panggilan Ibu Sasa. "I–ibu Sa–sa?" Rafa menatap Sesha dengan tatapan kaget. "Kamu …."


Tadinya Rafa pikir Sesha adalah kekasih majikannya yang sedang datang bertamu ke rumah sang majikan, tapi ternyata anak dari sang majikan malah memanggil Sesha dengan nama orang yang selama ini ia tahu adalah seorang ibu asuh yang derajatnya setara dengannya.


"Iya, Sasa itu sebenarnya aku! Lima tahun ini aku bekerja di sini sebagai ibu asuh Abian dan sengaja menutup wajah agar tidak ada orang yang mengenali aku termasuk kamu!" jawab Sesha. Ia lantas kembali menaiki anak tangga lagi hendak ke lantai atas.


Sedang Rafa, ia masih berdiri di tempat menatap punggung Sesha yang sedang berjalan menaiki anak tangga. 'Jadi selama lima tahun ini aku berdekatan dengan dia tetapi tak menyadarinya?' ucap Rafa di dalam hati. "Pantas saja dia tak pernah mau bicara denganku."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2