Rahasia Di Balik Cadar

Rahasia Di Balik Cadar
Chapter. 52


__ADS_3

"Rafa? Ke ruang kerja saya sekarang," ucap Alfa begitu keluar dari mobil yang baru saja terparkir di halaman rumahnya, "Saya mau bicara dengan kamu."


Rafa yang baru saja menutup pintu pagar rumah itu memberikan anggukan kepala pelan pada sang majikan. "Baik, Tuan."


Sedang Sesha, dahinya mengernyit saat Alfa meminta Rafa untuk ikut dengan pria itu, ia menatap Rafa sebentar kemudian menatap Alfa yang kini berdiri di sampingnya. "Kamu mau apa? Kenapa memanggil Kak Rafa untuk bicara?"


"Menyelesaikan masalah," jawab Alfa, "Sudah, kamu ke kamar Abian saja, fokus kamu hanya pada Abian dan tidak usah memikirkan yang lain. Kan tadi aku sudah bilang, si Rafa itu biar menjadi urusan aku, kamu tidak usah melakukan apa pun," ucap Alfa lagi.


"Ya tapi—"


"Ssssttt ...," Alfa mengarahkan jari telunjuknya di depan mulut Sesha, "Aku tidak suka di bantah jadi ikuti apa kataku," ucap Alfa lagi.


Sesha mengerucutkan bibir, ia yang kini sudah masuk ke rumah itu berjalan ke arah kamar Abian mengikuti apa kata sang calon suami. Sedangkan Alfa, ia berjalan ke arah ruang kerjanya yang berada di paling sudut di lantai atas.


Alfa yang kini sudah terduduk di kursi kerjanya itu melihat ke arah pintu saat mendengar suara pintu yang terketuk.

__ADS_1


Tok tok tok.


"Masuk," ucap Alfa.


Pintu itu terbuka, terlihat Rafa yang membuka pintu dan berjalan ke arah meja kerjanya.


"Ada apa ya, Tuan?" tanya Rafa berdiri di depan meja kerja.


"Mulai besok kamu tidak usah datang kemari lagi." ucap Alfa.


"Hah? Ma–maksud, Tuan? Sa–saya di pecat?" tanya Rafa, ia menatap Alfa yang terduduk di hadapannya itu dengan tatapan kaget.


"Ta–tapi ... apa kesalahan saya? Selama bekerja, saya merasa tidak pernah melakukan kesalahan. Kalaupun saya melakukan kesalahan, bukankah seharusnya anda memberi saya SP satu atau dua? Terus kenapa saya malah langsung di pecat tiba-tiba seperti ini?" tanya Rafa tidak terima diberhentikan tanpa alasan yang jelas karena ia merasa tak melakukan kesalahan.


"Kamu tanya kesalahan kamu apa? Coba kamu ingat-ingat, lima tahun yang lalu kamu melakukan kesalahan apa. Perlu saya pertegas apa kesalahan kamu itu, huh?"

__ADS_1


Rafa menelan salivanya saat Alfa menyebut kesalahan yang terjadi di masa lalu.


'Apakah yang dia maksud adalah apa yang aku lakukan pada Sesha?' batin Rafa. 5 tahun yang lalu, secara sadar ia mengatur rencana sendiri untuk mencelakai Sesha dengan motor pinjaman yang plat nomornya sudah ia ganti dengan plat nomor palsu.


Ia melakukan rencana itu secara matang dari jauh-jauh hari. Rafa ingin mencelakai Sesha karena sangat kecewa mengetahui Sesha yang ternyata sedang hamil dan entah siapa ayahnya.


Rafa merasa hancur, patah hati dan merasa terkhianati karena sejak lama ia mengagumi adik tirinya itu.


"Kenapa diam? Sudah ingat apa kesalahannya?" tanya Alfa lagi.


"Tu–tuan ... sa–saya ...."


"Masih untung kamu gak saya laporkan pada polisi! Kamu sudah melakukan tindak kejahatan dengan mencelakai kekasihku, kamu bisa saja saya tuntut dengan tuduhan percobaan pembunuhan. Jadi sekarang bagaimana? Mau berhenti dari pekerjaan kamu atau kita pakai jalur hukum?" tanya Alfa, "Walau Sesha mengatakan tidak dendam, tapi di sini saya yang dendam sama kamu!"


"Tolong ... jangan laporkan saya pada polisi, Tuan. Saya masih punya ibu dan juga adik yang harus saya hidupi," ucap Rafa memohon.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu pergi dari sini sekarang juga dan jangan menampakkan diri lagi di hadapanku," ucap Alfa.


Bersambung


__ADS_2