Rahasia Di Balik Cadar

Rahasia Di Balik Cadar
Bab 25. Saling Curiga


__ADS_3

“Aku tidak tahu bagaimana kabar Sesha sekarang.” ucap Lita pada Daffa. Ia yang baru saja melayani Daffa itu mengatakan kebohongan agar Daffa tak lagi banyak bertanya.


Tadi, saat di lobi ia begitu sangat kaget karena tiba-tiba saja mendengar Daffa yang bertanya pada Bang Marcel akan wanita yang menjadi wanita malam tetapi hanya sekali saja. Dan Bang Marcel langsung mengatakan jika wanita yang Daffa maksud adalah temannya.


Lita terpaksa berbohong karena jika ia berkata jujur, ia takut nantinya Sesha akan marah padanya. Belum lagi kemarin malam Sesha bertemu lagi dengan pria itu dan pria itu mengejarnya. Tetapi Sesha lebih memilih untuk kabur, itu artinya Sesha tidak mau berhubungan atau bertemu dengan pria itu lagi.


“Marcel bilang kamu temannya, Sayang. Harusnya kamu tahu dong dia dimana dan bagaimana kabarnya,” ucap Daffa seraya membelai rambut Lita dengan lembut.

__ADS_1


Lita yang kini sudah kembali memakai bajunya itu terduduk di tepi ranjang. “Aku dan Sesha dulu berteman saat masih sama-sama bekerja di pabrik. Tapi setelah Sesha keluar dari pabrik, aku sudah tidak tahu lagi bagaimana kabarnya,” jawab Lita, ia lalu menoleh menatap Daffa yang masih terbaring di atas ranjang dengan bertelanjang dada dan selimut yang menutupi tubuhnya sampai ke pinggang. “Memangnya kenapa bertanya tentang dia? Kamu ... pria yang waktu itu bermalam dengan dia?” tanya Lita.


Daffa menggelengkan kepalanya. “Tidak, bukan aku. Yang bermalam dengan dia adalah temanku,” jawab Daffa, “Aku bertanya tentang dia karena kata temanku cara main dia oke jadi aku sangat penasaran dengan permainan dia.” jawab Daffa berbohong, ia tak begitu percaya dengan ucapan Lita jadi mengatakan omong kosong agar Lita tidak mencurigainya kalau ia sedang mencari informasi tentang Sesha.


“Yakin hanya karena itu? Bukan yang lain?” tanya Lita.


Mereka saling mencurigai satu sama lain, Daffa curiga Lita tahu akan keberadaan Sesha tetapi memilih menutup mulut. Dan Lita, dia mencurigai Daffa yang sedang diam-diam mencari informasi akan keberadaan Sesha karena di suruh temannya.

__ADS_1


“Ya sudah lupakan saja, karena sekarang ada kamu, aku akan bermain denganmu saja,” ucap Daffa seraya tersenyum, “Besok malam kamu free? Bagaimana kalau kita bertemu lagi, di kamar ini dan di jam yang sama,” ucap Daffa, “Sepertinya aku mulai tertarik dan candu padamu, Sayang. Hmmm ... atau bagaimana kalau kita bertemu dulu di luar, kamu mau shopping? Kamu boleh membeli apa pun yang kamu mau asal ... temani aku semalaman penuh.”


“Aku minta maaf, aku tidak bisa. Ini hari terakhir aku melayani seorang pria sepertimu. Kamu ... pria terakhir yang bisa menyentuhku seperti tadi karena setelah ini, aku tidak akan melakukan dosa besar seperti ini lagi.”


Dahi Daffa mengernyit. “Kenapa?” tanya Daffa.


“Apa ucapanku barusan masih kurang jelas? Aku ingin berhenti dari pekerjaan haram ini. Jadi ini kali terakhir aku berada di tempat seperti ini untuk bekerja. Jika saja tadi Bang Marcel tidak mengancamku, aku juga tidak akan datang kemari. Aku terpaksa datang kemari karena ancaman dari Bang Marcel,” ucap Lita, “Sudahlah ... semoga kita tidak bertemu lagi, semoga kamu juga lekas sadar dan carilah wanita yang halal untuk kamu sentuh. Jangan terus berbuat dosa dengan jajan seperti ini. Maaf kalau ucapanku lancang, aku hanya sekedar mengingatkan saja. Aku permisi ....” Lita lantas langsung keluar dari kamar itu.

__ADS_1


Sedangkan Daffa, dia masih terpaku dalam posisinya. Baru kali ini dia diberi wejangan untuk berhenti jajan dari seorang wanita malam.


Bersambung


__ADS_2