Rahasia Hati Sang Designer

Rahasia Hati Sang Designer
RHSD 28. Mari Kita Menikah


__ADS_3

Topan menepati janjinya untuk selalu menemani Ana dalam proses fisioterapi kakinya. Kini keduanya berada di ruang dr. Arga ditemani oleh Sita dan Rama juga. Kali ini mereka pergi bersama sama untuk mengetahui kondisi Ana.


Sekitar sebulan lewat dari kecelakaan yang dialami, kondisi kesehatan psikis Ana lambat laun mulai membaik. Ia tak lagi tampak merenung atau pun menangis sendirian. Semua tidak luput dari support yang diberikan oleh keluarganya terlebih lagi Topan.


Topan juga sering membawa Ana ke studio. Tentu saja keatangan Ana disambut baik oleh semuanya, kecuali oleh satu orang yakni Liana Debora.


" Ngapain sih wanita cacat kek gitu dibawa ke sini," gerutu Liana setiap Ana ke studio.


Topan acuh mengenai hal tersebut. Ia membiarkan wanita itu membencinya. Semakin Liana membenci maka semakin mudah menghancurkan Liana atau pun Brigitta.


Ana sudah melakukan fisioterapi selama seminngu, dan dr. Atrga sungguh takjub dengan perkembangan Ana. Meskupun tidak banyak namun perkembangan tersebut berkelanjutan. Ana mulai mampu sedikit menggerakkan jar jari nya. Semua sungguh mengucapkan syukur atas hal tersebut.


Senyum Ana pun mengembang saat diberitahu oleh dr. Arga bahwa kemungkinan proses pemulihannya akn lebih cepat dariperkiraan. Meskipun terssa begitu sakit, Ana menguatakan dirinya untuk terus berjuang demi kesembuhannya. Karena kesembuhannya bukan hanya sekedar untuk dirinya namun seluruh keluarga yang menyayanginya. Terlebih ada seorang pria yang bersedia menunggu dan dengan sabar mendampinginya. Ana akan berjuang demi orang itu juga.


" Kak, habis ini aku ke studio ya."


" Lho kok buru buru sih. Makan dulu. Jangan sampe sakit."


" Nggak kak, tenang aja."


Topan mengantar Ana ke kamar. Ia kemudian mengangkat tubuh Ana untuk dipindahkan ke tempat tidur dari kursi roda. Pria itu mendudukkan Ana secara perlahan.


Tes


Air mata ana luruh. Topan yang tahu sungguh terkejut. Ia pun kemudian menanyakan keadaan Ana. Topan takut saat ia mengangkat tubuh Ana ada yang terasa sakit.


" Kak maaf, apa ada yang sakit hmmm? Dimana biar ku periksa."


Ana menggeleng pelan, sambil mengusap air matanya yang sudah membasahi pipi nya ia pun menatap lekat ke arah Topan.


" Ada apa kak? apa ada yang mau kakak katakan kepadaku?"

__ADS_1


" Maaf."


" Untuk?"


" Untuk semua yang kau lakukan padaku. Akau benar benar benalu. Aku adalah parasit yang benar benar mengganggu keberlangsungan hidupmu. Sungguh aku tidak berguna untuk mu, untuk ayah, mommy, dan semua kakak kakak ku. Aku benar benar tidak bereguna."


Topan menarik nafasny dalam dalam dan membuangnya perlahan. Jiwa insecure Ana saat ini tengah memnuhi hati dan pikirannya. topan harus bisa menenangkan Ana sebelum ia pergi ke studio.


" Kak, dengerin aku. Apapun kondisi kakak kami semua sayang kakak. Apa yang terjadi dengan kakak sudah Allaah kehendaki. Jika kakak seperti ini terus kapan kakak bisa bangkit. Aku akan jadi kaki kakak selama kaki itu belum bisa kebali menapak di tanah. Memang berkata sabar, kuat, itu mudah karena diri sendiri tidak mengalami. Tapi percayalah kak, semua orang dirumah ini sayang sama kakak tanpa terkecuali,"


Ana meringsek ke pelukan Topan. ia mencurahkan keresahanny di dada bidang pria itu. Dengan lembut Topan mengusap kepala dan punggung Ana. ia pun mencium pucuk kepala Ana dalam.


" Kak lihat aku. Aku sungguh mencintai mu apapun kondisimu. Cintaku tidak akan pernah berubah."


Ana tergugu, pria di depannya itu sungguh tulus dalam memperlakukannya. Topan pun meraup bibir tipis Ana. ia memagut dengan lembut mencoba memberikan ketenangan dan mencurahkan rasa sayangnya kepada wanita itu. Ana pun membalasnya ia sungguh merasa dicintai oleh Topan. Hal yang tidak ia rasakan dengan Kama. Bahkan pria yang gembar gembor mengatakan cinta padanya itu nyatanya tidak bisa memperjuangkan dirinya.


" Kak."


" Hmmmm."


🧥🧥🧥


Di tempat lain seorang wanita sedang terrsenyum lebar saat ia terbangun dari tidurnya tanpa mengenkaan apapun. Ia melihat kesamping, terlihat seorang pria yang sama polosnya dengan dirinya tengah melingkarkan tangannya diperut nya.


Wanita itu membelai rambut si pria dan menciumnya berulang. Si Pria yang tak kujung bangun membuat si wanita terus menciuminya hingga pria itu menggeliat.


" Jangan menggodaku. Kau tidak ingin kan aku menerkam mu pagi pagi begini."


" Lakukan saja, siapa takut. Lagian kau harus bangun kan sekarang, nanti kau terlambat."


Pria tersebut langsung bangkit dari tidurnya lalu mengungkung si wanita. Ia menyeringai, matanya mulai berkabut gairah. Akhirnya pria tersebut mengulang percintaannya yang semalam.

__ADS_1


" Briii, kau sungguh luar biasa. Akhhh!"


" Kau juga Fand, tak ku snagka kau begitu liar hmm."


Keduaya mencapai puncak bersama setelah bergelung panas di ranjang sebagai sarapan pagi mereka. Namun Kama selalu menarik miliknya saat hendak memuntahkan isinya.


Kama ambruk di atas tubuh Brigitta. Selama setengah bulan ini mereka beberapa kali melakukan aktivitas panas tersebut. Kama seperti meluapkan semuanya kepada Brigitta. Mereka pun sepakat untuk menjalin hubungan. Entah hubungan apa yang mereka jalani saat ini, yang jelas kefuanya sama sama memberikan kenikmatan.


" Apa akan berangkat ke kampus untuk bimbingan tesis?"


" Ya aku harus. Ini bimbingan terakhir. Jika lolos akhir bulan depan aku akan sidang."


" Lalu, apakah kau benar benar akan mengejar Ana lagi?"


" Entahlah Bri, saat ini aku tidak bisa berpikir dnegan baik. Seperti yang kau bilang. Fokusku adalah di tesis dan sidang."


Kama masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Sedangkan Brigitta masih bersandar di head board tempat tidur dengan tubuh yang bertutup selimut.


" Aku berangkat dulu ya. Jangan lupa sarapan."


Kama mencium sekilas bibir Brigitta. Wanita itu pun hanya mengangguk sambil tersenyum.


Setelah Kama menghilang dari balik pintu Brigitta mengubah ekspresinya. Kini tatapannya begitu tajam.


" Aku tidak akan membiarkan kau kembali dengan wanita itu. Kita sudah sejauh ini, aku tidak mungkin membiarkanmu pergi dari ku."


Brigitta kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang disana. Ia sungguh berharap akan ada berita bagus dari antek anteknya. Dan benar, senyum Brigitta begitu lebar saat mendengar apa yang dia harapkan.


" Rupanya bocah ingusan itu mau buat fashion show lagi. Baiklah mari kacau kan semuanya."


Brigita pun bangkit dari tempat ranjangnya. Dengan keadaan polos tanpa mengenakan papaun wanita itu berjalan menuju kamar mandi. ia kemudian memenuhi bath up dengan air dan menambahkan sabun serta aroma terapi di sana. Brigitta masuk ke dalam bath up dan sejenak berendam. Ia kembali mengingat aktivitas panas yang ia lakukan berama dengan Kama. Senyumnya mengembang sempurna saat mengingat Kama begitu liar dan agresif terhadap dirinya.

__ADS_1


" Kau memang pria yang luar biasa Fand, sungguh aku tidak bisa melepaskan mu. aku akan mendapatkan mu. Semua yang ada di dirimu adalah milikku."


TBC


__ADS_2