Rahasia Hati Sang Designer

Rahasia Hati Sang Designer
RHSD 29. Tikus Makan Umpan


__ADS_3

Studio Topan yang mulai beroperasi sekitar seminggu itu mulai tampak ramai dengan para klien. Ada yang membuat baju untuk acara pertunangan, wisuda, kebaya pernikahan, dan lain lain.


Langit Senja by Topan Arsyanendra, ya Topan memberi label bajunya dengan nama Langit Senja. Tidak ada yang tahu bahwa itu adalah dari nama Ana. Tepatnya nama tengah Ana. Anandita Senja Abinawa.


Dari pertama Topan memiliki keinginan untuk membuat label rancangannya sendiri, dia sudah menargetkan nama Ana untuk menjadi nama brand nya. Dan semua itu berjalan hingga saat ini.


Setelah berjibaku kurang lebih 6 jam dalam menerima klien, kini Topan tengah duduk sambil melanjutkan sketsa gambar designnya yang ia rencanakan akan di gelar 2 minggu lagi. Dengan tema monokrom Topan membuat design yang mungkin bagi pelanggan setia Topan akan sangat aneh.


" Apakah sudah selesai Bang, kapan mau mulai dikerjakan?"


" Bentar lagi Bi, setengah jam lagi kelar lah."


Liana yang memang tidak terluka parah saat kecelakaan memang sudah kembali bekerja. Apa lagi hari ini adalah photo shoot untuk rancangan ecoprint yang kemarin. Airin sepupu dari Ana meminta Topan untuk menjadi cover majalah fashion yang dinaunginya. Oleh karena itu Topan membutuhkan foto foto baju rancangannya guna sebagai pelengkap profilnya.


Liana menajamkan telinganya saat Topan dan Bianca membicarakan mengenai design terbaru Topan. Ia tersenyum devil, berarti apa yang tadi dia lihat dan laporkan kepada Bianca benar adanya.


" Aseeek,cuan lagi nih. Enak bener kerja modelan gini."


Liana bergumam sambil berpura pura ikut membantu Lani merapikan baju. Ia harus bisa mendapatkan gambar design yang dibuat oleh Topan. Wanita itu pun memiliki ide waktu yang tepat untuk kapan mengambil foto foto gambar design baju tersebut.


Adzan magrib berkumandang, biasanya Topan memang akan membawa anak buahnya menuju ke masjid terdekat untuk ibadah sholat magrib bersama. Bianca yabg berbeda keyakinan pun dimintai Topan untuk menjaga studio untuk sementara bersama mereka yang berkeyakinan sama dengan Bianca dan yang sedang berhalangan.


Ada beberapa model yang memang berhalangan dan berkeyakinan sama dengan Bianca tetap di studio sambil membantu merapikan baju yang akan digunakan untuk photo shoot selanjutnya.


Melihat Bianca tengah sibuk, Liana pun segera mendekat ke arah meja kerja Topan. Topan memang tidak menyekat meja kerjanya, hal itu ia lakukan agar lebih mudah mengawasi dan berinteraksi dengan semua pekerjanya dan timnya.


Liana bergerak cepat, matanya berbinar saat ia melihat gambar gambar mili topan. Terlebih di sana tidak ada tanda tangan Topan. Biasanya dalam setiap gambar desain para fashion designer akan membubuhkan tanda tangannya di sana, dan itu tidak ada dalam gambar topan kali ini.


Cekrek ... cekrek ... cekrek

__ADS_1


Setelah puas mengambil semua gambar, Liana pun segera merapikan buku sketsa itu kembali ke tempatnya. Wanita itu melenggang pergi.


" Rasakan, dulu aku memang menyukaimu. Tapi sepertinya aku tidak akan pernah mendapat mu. Maka hancurlah bersama mimpi-mimpi mu. Dan aku, aku akan bersinar dengan brand baju yang lebih besar."


Liana pun kembali membantu Lani membereskan make up. Lebih tepatnya, ia sibuk sendiri membereskan make up nya. Bianca tersenyum smrik.


" Tikus, memakan umpannya."


Bianca pun mengirim pesan ke grup yang berisikan dirinya, Topan, lani, dan Amar. Ketiganya yang sudah selesai menjalankan kewajiban 3 rakaat tersebut pun membuka ponsel mereka. Semuanya tersenyum senang.


🧥🧥


Liana langsung menemui Brigitta di perusahaan miliknya. Lebih tepatnya butik. Brigitta Almeida memberi nama butik dan brand baju rancangannya dengan nama Brial Colection. Ternyata Brigita sudah menunggu kedatangan Liana. Meskipun foto-foto tersebut sudah dikirimkan, namun Brigitta ingin mendengar langsung semua yang Liana tau.


" Malam bos," sapa Liana basa basi.


Liana mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Sungguh ia sendiri jengah dengan sikap sombong dan sok berkuasa nya Brigitta. Namun demi uang di merendahkan harga dirinya. Bagaimanapun Brigitta juga yang sudah membiayai dirinya saat di rumah sakit kemarin.


Wanita itu pun menceritakan apa yang ia dengan saat Topan tengah berbicara dengan Bianca. desain yang sedang di gambarnya ini akan siap diluncurkan 2 pekan lagi. Jika begitu, maka para penjahit sudah siap akan menjahit baju baju tersebut.


Brigitta melihat dengan seksama hasil design milik Topan. Ia sedikit memicingkan matanya, rasanya ada yang mengganjal. Gambar desain baju dengan tema monokrom ini sungguh tidak seperti ciri khas Topan, sungguh ini sangat biasa. Bukan seperti gaun rancangan fashion designer tapi lebih seperti baju biasa yang dipasarkan dalam partai besar.


Bentuknya juga tidak ada yang unik. Rok yang dibuat juga hanya sekedar lurus, a line, dan rampel. Sedangkan bajunya juga hanya baju biasa seperti kemeja dengan kerah lebar atau sanghai. Warnanya juga hanya hitam dan putih. Sungguh jauh dari standar fashion designer.


Meskipun begitu Brigitta tidak mau mabil pusing. Obsesinya untuk menghancurkan Ana melalui Topan sungguh sudah mendarah daging. Wanita itu benar benar dibutakan obsesi. Padahal sudah 50% ia mendapatkan Kama. Seharunya dia hanya tinggal memperlihatkan ketulusan cinta nya kepada pria yang ia cintai. Apalagi Kama dalam masa masa kritis mengenai cinta, seharusnya dia bisa masuk dengan cinta yang tulus. Memberikan sosok wanita yang bisa diandalkan. Namun ia menggunakan cara yang salah.


" Kerja bagus. Bayaran mu akan ku transfer sekarang. Teruslah memberikan informasi kepada ku. Aku jamin kau akan hidup dengan nyaman dan aman tanpa kekurangan uang."


" Thank you bos."

__ADS_1


Liana melenggang keluar. Sungguh hal seperti inilah yang ia suka. Tidak perlu bekerja keras tapi bisa mempunyai banyak uang.


Sepeninggalnya Lina, Brigitta kembali menggambar sketsa design milik Topan ke buku sketsa miliknya. Risa yang tidak tahu Brigitta dan Liana berbicara mengenai apa yang mereka bahas tidak menaruh curiga apapun. Wanita itu masuk ke ruangan temannya lalu duduk di depan Brigitta yang sedang menggambar.


" Apa itu Bri?"


" Oh. ini adalah rancangan buat dua minggu lagi. Malam ini aku akan menyelesaikannya dan besok minta ke penjahit untuk menyelesaikannya."


Risa sedikit heran dengan gambar yang ia lihat. ia hendak bertanya tapi urung. Melihat temannya yang tampak serius, Risa memilih meninggalkan Brigitta. Beberapa hari ini Brigitta tengah sibuk dengan Kama, sehingga ia sedikit melupakan butik. Jadi saat Risa melihat Brigitta terlihat bersemangat merancang baju, ia pun tampak senang dan lega. Dengan hal ini Brigitta berarti masih memperdulikan butik miliknya.


Hal lain terjadi studio Langit Senja. Topan dan ketiga rekannya tengah duduk bersama membicarakan mengenai umpan yang mereka pasang.


" Apakah ini akan berhasil pan," tanya Amar.


" Aku yakin berhasil," jawab Topan mantab.


" Lalu apakah kita tetap akan menjahit baju baju itu?" sahut Bianca.


" Kurasa tidak, setelah ku pikir pikir. Kita akan menjahit ini saja."


Topan mengeluarkan sebuah sketsa design yang membuat ketiga rekannya membelalakkan mata. Mereka sungguh kagum dengan gambar gambar fantastis yang dibuat Topan.


" Bang, ini keren banget asli," ucap Lani penuh takjub yang diikuti anggukan kepala Bianca dan Amar.


" Mar, bolehkah memakai tempat mu lagi?"


Amar mengangguk mendengar pertanyaan Topan. Topan berencana menggunakan rumah Amar untuk mengerjakan rancangan baju yang baru saja ia perlihatkan kepada teman temannya tersebut.


TBC

__ADS_1


__ADS_2