Rahasia Hati Sang Designer

Rahasia Hati Sang Designer
RHSD 34. Gaun Untuk Ana


__ADS_3

Ana menjalani fisioterapi dengan semangat. Meskipun sakit dan berkali-kali harus jatuh tetapi gadis itu tetap tersenyum. Ia kembali bangkit dan memulai lagi semuanya. Semangatnya untuk segera bisa berjalan lagi membuat proses fisioterapi tersebut semakin menunjukan progres yang baik.


" Baiklah, kali ini cukup ya," ucap dr. Arga


Dengan dibantu oleh terapis dan Topan, Ana kembali duduk di kursinya. Dr. Arga kemudian menjelaskan mengenai kaki Ana. Besok dr. Arga akan mengajak Ana untuk menjalani hidroterapi yakni terapi di dalam air dangkal yang hangat. Dr. Arga juga memberitahu bahwa Ana juga bisa berlatih di rumah dengan cara menggerakkan jari jarinya, menapakkan kakinya ke lantai, dan jika sudah berlanjut Ana bisa belajar untuk menggerakkan jarinya seperti gerakan menjepit. 


Gerakan menjepit tersebut bisa dilakukan dengan menaruh handuk. Handuk yang memiliki karakter kain sedikit kasar tersebut bisa membantu jari jari untuk mencengkeram. Jika kain biasa, karakter kain yang licin akan susah untuk melakukan gerakan menjepit.


Topan dan Ana paham. Topan akan membantu Ana melakukan latihan tersebut di rumah.


" Apa sudah semakin siap berusaha kak?"


" Tentu saja, paling tidak aku ingin bisa berdiri di pernikahan kita nanti."


Rupanya pernikahan mereka yang akan digelar tiga minggu lagi itu menjadi motivasi terbesar Ana. Dr. Arga yang mendengar sedikit terkejut mengetahui Ana akan menikah dengan Topan.


" Apa yang kudengar tidak salah? Kalian benar akan menikah?"


Topan dan Ana tersenyum lalu mengangguk. Mereka berdua sedikit terkekeh geli saat melihat ekspresi keterkejutan dr. Arga.


" Kami berharap dr. Arga bisa hadir nanti. Jangan lupa ajak anak dan istri dokter."


" Hahaha baiklah kalau begitu. An, bersemangatlah jika begitu. Aku yakin kau bisa. Selamat kepada kalian berdua. Aku turut bahagia mendengarnya. Sungguh aku tidak menyangka akan hal ini."


Topan dan Ana mengucapkan terimakasih dengan doa tulus yang diucapkan oleh dr. Arga. Mereka pun pamit undur diri. Ana tampak berbinar mengetahui perkembangan kakinya yang sungguh diluar dugaan.


" Jadi, apakah kau sudah membuat gaun pengantin untukku?"


" Rahasia."

__ADS_1


" Oh ayolah aku ingin tahu."


" Kakak akan tahu sebelum hari H acara."


" Kalau tidak cukup bagaimana?"


" Tenang saja akan cukup. Aku tahu persis berapa ukuran kakak. Bukankah aku sering memeluk pinggang kakak."


Blushhh wajah Ana merona layaknya udang rebus. Selama ini berdekatan dengan Topan baru kali ini Ana merasa tersipu dengan apa yang Topan katakan. Padahal apa yang dikatakan Topan semua benar. Topan sering memeluk Ana setiap membantu memindahkan Ana dari kursi rodanya. Bahkan saat terapi Topan juga membantu dengan memegang pinggang ramping gadis cantik itu.


Topan tersenyum simpul saat melihat wajah tersipu Ana. Rasanya ia ingin menggoda Ana kembali namun urung. Ia tidak ingin gadis yang ia sukai itu terus terusan malu. Topan kemudian memasukkan Ana ke dalam mobil dan melajukan mobil kembali ke kediaman Joyodiningrat.


Keduanya tidak tahu bahwa sedari tadi ada yang menguping pembicaraan mereka. Bahkan orang tersebut merekam apa yang Ana dan Topan lakukan. Senyumnya sungguh memperlihatkan senyum kepuasan dan kemenangan. 


*


*


*


Topan tersenyum setiap kali melakukan apa yang ia kerjakan. Detail gaun berwarna sage green itu mulai terlihat. Gaun pernikahan yang Topan buat untuk Ana adalah gaun yang tidak menampakkan sisi tubuh Ana. Gaun tersebut begitu tertutup. Topan tidak mau bagian tubuh Ana terlihat oleh orang lain, sungguh ia tidak terima.  Maka dari itu Topan membuat gaun yang memiliki lengan panjang.


Gaun tersebut tidak terlalu lebar di bagian bawahnya namun tetap elegan. Di bagian pundak kanan dan kiri Topan membuat juntaian dan diberi aksen bunga agar terlihat manis. Di bagian pinggang topan akan memberi tambahan kain tile yang biasanya untuk tambahan ekor gaun. Tapi Topan juga tidak akan menambahkan terlalu panjang, kain tile tersebut juga bisa dilepas. Pada gaun tersebut Topan akan memberi hiasan mutiara tabur agar gaun terlihat lebih mewah.


Topan yakin Ana akan  cantik saat mengenakan gaun tersebut. Ia juga akan  menambahkan veil di kepala Ana agar semakin menambah cantik tampilan wanita yang dicintainya.


" Meskipun dalam keadaan seperti itu aku tetap akan membuat pernikahan indah untuk mu kak. Aku akan membuatmu menjadi wanita tercantik di hari pernikahan kita nanti."


Tes

__ADS_1


Air mata Topan tak terasa menetes di gaun yang saat ini tengah ia jahit. Topan tergugu. Ia berhenti sebentar dari aktivitasnya. Bagaimana bisa gadis yang selama ini begitu lincah dan ceria tiba- tiba harus mengalami keterbatasan dalam menggerakkan tubuh. 


Haaaaah


Topan membuang nafasnya dengan begitu berat. Dadanya sangat sesak setiap kali mengingat Ana. Ia pun memutuskan untuk bangkit dari mesin jahit dan mencari udara agar menghilangkan rasa yang begitu sesak di dadanya.


" Mungkin aku harus ke studio dan memeriksa pekerjaan yang ada di sana."


Topan berpamitan kepada para penjahitnya yang ada di rumah Amar. Ia kemudian melajukan mobilnya menuju ke studio miliknya. 


Di Langit Senja Studio & Boutique terlihat begitu ramai dengan para pelanggan. Terlihat Bianca tengah kerepotan menghandle para pelanggan tersebut. Topan yang baru memarkirkan mobilnya tersenyum melihat pemandangan di dalam. Ia pun bergegas turun agar bisa membantu Bianca. Padahal mereka mempunyai 3 karyawan lain yang ditugaskan untuk menghandle  butik. Tapi sepertinya kurang. 


Akan tetapi langkan Topan terhenti saat ia mencium sebuah aroma yang begitu menusuk hidungnya. Ia pun mengikuti aroma tersebut, dan betapa terkejutnya ia saat melihat salah seorang modelnya tengah merokok. Asapnya jelas terlihat keluar dari mulut wanita itu. Sesaat Topan mencoba mengamati, rokok yang dihisap oleh wanita itu bukanlah rokok biasa. Bahkan bau yang ditimbulkan membuat Topan sedikit pusing.


" Apakah itu ganja?"


Topan tidak menegur, ia terlebih dahulu mengambil ponsel untuk memuat hal tersebut sebagai bukti.


" Brengsek kau Topan. Sudah sekian lama aku mencintaimu tapi kau malah menyukai wanita itu. Huhuhu apa sih kurangnya aku. Heh untung saja wanita itu sekarang cacat. Haish, kecelakaan yang menimpaku tempo hari itu malah membuat berkah untuk ku. Haaah paling tidak wanita itu nggak lagi sok kecantikan, dan tentu saja aku dapat uang banyak. Hahahaha."


Topan mencengkeram ponselnya dengan begitu erat. Ia ingin sekali menarik Liana dan menanyakannya langsung dengan apa yang terjadi sebenarnya. Tapi ia tidak boleh gegabah. Ia harus bisa mencari bukti yang lebih kuat lagi. 


Sesaat Topan ingat, saat Ana berada di rumah sakit Liana juga ada disana. Ia memiliki keyakinan bahwa kecelakaan Ana ada hubungannya dengan Liana.


" Jika benar begitu maka aku tidak akan melepaskanmu. Laporan polisi kemarin memang menyebutkan peristiwa yang terjadi murni kecelakaan. Tapi jika kecelakaan tersebut disebabkan oleh orang yang tengah berada di bawah pengaruh obat terlarang maka akan jadi berbeda. Aku yakin Brigitta yang memanipulasi laporan medis. Tidak mungkin rumah sakit tidak tahu jika Liana tidak terpengaruh oleh obat terlarang?"


Topan bergumam sendiri. Ia kemudian memasukkan ponselnya dan pergi ke tempat yang seharusnya ia tuju.


TBC

__ADS_1


__ADS_2