
Kama yang baru sampai rumah dengan keadaan babak belur dan baju yang kotor terkena tanah membuat orang seisi rumah terkejut. Bahkan Rima sampai berteriak histeris memanggil sang suami. Wajah Kama tentu saja dipenuhi luka lebam. Darah di bibirnya terlihat sedikit mengering.
" Siapa yang melakukan ini?"
" Bukan siapa-siapa pi. Sudah Kama mau ke kamar. Jangan ganggu Kama, Kama bisa mengobatinya sendiri."
Brigitta yang kebetulan masih ada di sana pun terkejut melihat wajah Kama yang dipenuhi luka. Wanita itu hendak menyusul Kama ke kamar namun dicegah oleh Kama.
" Pulanglah. Aku bisa sendiri."
Braaakkk!!!
Kama membanting pintu kamarnya dengan sangat kuat hingga membuat Brigitta terkejut. Mengetahui kondisi Kama yang tampaknya tidak ingin diganggu membuat Brigitta akhirnya memilih untuk pamit undur diri dari rumah Kama. Baik Rima dan Agus merasa tidak enak atas perlakuan Kama kepada Brigitta tersebut.
Karena Brigitta tengah menampilkan sebagai calon menantu yang baik dan pengertian, tentu saja ia bersikap tidak apa-apa dengan apa yang dilakukan oleh Kama. Sungguh bertolak belakang dengan apa yang dirasakan di hatinya. Saat ini Brigitta sungguh kesal karena ia tahu, Kama pasti baru saja mendatangi rumah Ana untuk mengonfirmasi mengenai video yang ia berikan itu.
Di sepanjang jalan pulang ke apartemennya, Brigitta tampak marah. Ia pun menghubungi Liana untuk menanyakan progres mengenai persiapan yang dilakukan Topan untuk pagelaran mendatang.
“ Sial, ini orang kemana sih dihubungi susah banget.”
Rasanya Brigitta ingin melempar ponsel yang ia pegang itu karena Liana tidak juga menjawab panggilannya. Brigitta tidak tahu saja apa yang saat ini tengah terjadi pada kroconya tersebut.
Liana yang tengah menghisap ganjanya sungguh terkejut saat sekelompok polisi mendobrak pintu apartemennya. Tentu saja Liana terjingkat, bahkan ia sampai melompat dari posisi duduknya. Ia berusaha berlari dan hendak membuang barang bukti. Akan tetapi polisi pastilah lebih cepat daripada apa yang ada dalam pikirannya.
“ Jangan bergerak! Bersikaplah kooperatif dalam pemeriksaan ini.”
Seorang polisi wanita langsung menangkap Liana yang di tangannya masih memegang barang haram tersebut. Sedangkan anggota kepolisian yang lain mulai menggeledah seisi rumah mencoba mencari barang bukti yang lainnya.
__ADS_1
Polisi tentu menganggap ini adalah tangkapan besar, pasalnya mereka menemukan 1 kg ganja dan jenis psikotropika yang lainnya di apartemen miliknya. Dimana barang-barang haram tersebut memiliki jumlah yang lumayan banyak.
“ Saudari Liana Debora, kami menangkap Anda dengan tuduhan kepemilikan psikotropika dan penyalahgunaan obat terlarang.”
“ Bukan, itu bukan punya saya pak. Saya tidak punya semua itu! Ini jebakan pasti.”
“ Silahkan Anda jelaskan di kantor polisi saja.”
Liana sungguh tidak bisa berbuat apa-apa. Hal yang ia bisa lakukan saat ini adalah patuh dan menurut kepada aparat yang sedang melaksanakan tugasnya. Wajah wanita itu tertunduk lesu. Rupanya selama ini dia mau mengikuti kemauan Brigitta karena untuk membeli barang-barang haram itu. Bayarannya sebagai model tentu tidak bisa memenuhi kebutuhannya dalam mengonsumsi obat terlarang.
Brigitta yang masih uring-uringan karena tidak juga bisa menghubungi Liana tiba-tiba didatangi oleh polisi. Ia diminta ke kantor polisi untuk menjadi saksi karena Brigitta merupakan orang terakhir yang menghubungi Liana. Sesaat Brigita takut, ia takut jika kasus perusakan studio Topan terbongkar. Namun rupanya ketakutannya tidak beralasan, setelah diperiksa dan di tes urine Brigitta dinyatakan negatif maka wanita tersebut bisa kembali pulang.
“ Haaah, sial. Punya antek-antek begoo bener. Bisa-bisa nya aku nggak tahu kalu Liana itu pemakai. Jika tahu aku nggak akan sudi menjadikan dia sebagai sekutu ku. Huft … Beruntung aku hanya jadi saksi. Brengseeek, lalu sekarang siapa yang hraus ku minta jadi mata-mata di LS Boutique?”
Brigitta sungguh kebingungan. Ia kini tidak punya orang yang akan dijadikan sebagai mata-matanya di Studio milik Topan. Jika dia tidak segera menemukan pengganti Liana, maka dipastikan ia akan buta mengenai apa yang terjadi di studio tersebut.
*
*
*
LD SEORANG MODEL DISINYALIR MENGGUNAKAN NARKOBA JENIS GANJA.
DITEMUKAN BANYAK PSIKOTROPIKA DI APARTEMEN LD.
MENGEJUTKAN, LD MODEL CANTIK TERNYATA SUDAH MENGONSUMSI GANJA SELAMA SETAHUN
__ADS_1
Di studio semua orang sungguh terkejut mendengar berita tersebut. Tapi tidak dengan Topan. Ia sungguh senang. Setelah membuat laporan ke pihak berwajib, mereka langsung menindak Liana. Topan sungguh salut dengan kinerja pihak berwajib tersebut.
“ Gilaaa tuh cewek, ternyata dia pemakai. Gue nggak habis pikir. Pantes aja doi kayak gimana gitu kadang-kadang,” ucap Amar.
“ Kayak nge-fly gitu ye Mas Amar,” sahut Lani.
Amar mengangguk. Liana terkadang memang tidak fokus saat pemotretan bersama Amar. Ada suatu ketika Amar sampai kesal karena Liana tidak bisa juga melakukan pose yang diinginkan oleh Amar.
“ Baiklah, satu lalat sudah mati. Tinggal satu lalat lagi yang perlu dibereskan. Tapi aku tidak akan terburu-buru. Aku harus membuatmu tahu Brigitta Almeida bahwa kau berurusan dengan orang yang salah."
Topan bermonolog dalam hati. Pria itu menyeringai membuat Amar, Lani dan Bianca sedikit terkejut melihat seringai menakutkan dari boss mereka.
“ Baiklah tidak usah membahas terlalu banyak mengenai alat yang tidak berguna. Dengarkan kalian semua, jika ada orang di studio ini entah itu penjahit, model atau bahkan Amar, Lani dan Bianca sekalipun yang ternyata pengguna barang haram itu, Jangan salahkan aku berbuat kejam. Mengerti!”
“ Mengerti!”
Semua menjawab kompak. Aura pemimpin yang mendominasi membuat semua orang merinding. Bahkan Amar yang mengenal Topan sejak lama baru merasakan sesuatu yang lain dari diri Topan.
Sebenarnya Topan sendiri sedikit heran bagaimana bisa ditemukan jenis psikotropika yang lain dari apartemen Liana. Tanpa topan tahu, Kai lah yang memanipulasi hal tersebut. dengan meretas cctv dan meminta bantuan Q untuk mencarikan obat-obatan terlarang lalu menempatkan di apartemen Liana. Hal tersebut tentu bukanlah hal yang sulit. Bagaimanapun Kai tidak terima. Karena keteledoran Liana dalam mengemudi banyak korban yang dirugikan termasuk sang adik. Tentu saja hukuman yang akan diterima Liana tidaklah ringan.
Itulah sebuah pelajaran bagi orang-orang yang ingin mencelakai keluarga Joyodiningrat. Kai akan bertindak dengan luwes dan tentu saja diluar dugaan semua orang.
“ Bagus, seperti inilah yang ku mau. Thank you Q. Kau selalu membantuku saat seperti ini.”
“ Tck, tidak usah sungkan Mr. Sun. bagaimanapun kita sudah berteman lama bukan. Malah sudah seperti saudara. Apa ada hal lain lagi?
“ Tunggu Q, bairalah Topan bergerak sesuai yang dia mau. aku hanya akan mengawasi dari belakang dan tentu saja eksekutor yang handal.”
__ADS_1
Ya, Kai tengah berada di markas Wild Eagle bersama dengan Silvya. Keduanya tersenyum mendengar berita yang tengah menjadi perbincangan panas tersebut.
TBC