
Agus tentu saja terkejut dengan apa yang dikatakan Kama mengenai keadaan Brigitta. Namun tidak dengan Rima. Hal tersebut karena Rima sudah menduga hal tersebut.
" Baiklah, segeralah menikah sebelum kandungan Brigitta membesar."
" Baik Pi, rencana 3 hari lagi kami akan menikah."
Rima tersenyum senang karena akhirnya Kama terlepas dari Ana. Dengan kehamilan Brigitta, Rima berharap putranya itu sepenuhnya melepaskan hatinya dari Ana
Meskipun semua ini terkesan mendadak. Baik Rima maupun Agus menginginkan sebuah pesta pernikahan untuk Kama dan Brigitta. Bagaimanapun Kama adalah putra satu satunya. Mereka tentu saja ingin semua orang mengetahui hal tersebut.
Hari itu juga Rima dan Agus mempersiapkan semuanya. Mereka langsung menghubungi WO untuk mengurusi jalannya acara pernikahan Kama dan Brigitta. Terlebih Brigitta merupakan seorang fashion designer yang terkenal. Tentu ini akan membuat pernikahan Brigitta menjadi berita besar. Sekaligus sebagai pengalihan isu akan kegagalan pagelaran busana Brial Collection.
Ya, kedua orang tua Kama itu tahu mengenai berita Brigitta. Dan pernikahan ini bisa dijadikan alibi untuk mengalihkan awak media dari berita semalam. Sungguh akal yang luar biasa hebat.
Kama pun mulai bergerak. Dia segera mendaftarkan diri ke KUA setempat. Brigitta yang memang tidak memiliki orang tua karena dia adalah yatim piatu maka Kama akan menunjuk wali hakim di pernikahannya nanti.
Wanita tersebut sungguh sangat senang semua yang ia rencanakan akhirnya akan terwujud. Hanya satu yang menurutnya gagal yakni menghancurkan pagelaran yang Topan lakukan.
Brigitta bahkan sudah dibawa Kama ke rumahnya. Rima menyambut antusias, terlebih ada cucu nya di perut Brigitta tersebut.
" Apa kau menginginkan sesuatu sayang," tanya Rima lembut.
" Tidak mam, aku hanya masih mual saja," jawab Brigitta singkat.
" Tidak apa-apa itu wajar bagi kehamilan di awal awal trimester pertama. Jika mengidam sesuatu katakan jangan sungkan," imbuh Rima lagi.
Perhatian yang ditampilkan Rima dan Agus berbanding terbalik dengan Kama. Kama lebih banyak diam dan terlihat sibuk dalam mengurusi suatu hal.
" Fand, apa kau akan mengundang Ana?"
Kama menghentikan aktivitasnya saat Brigitta masuk ke ruang kerjanya. Kama tidak menyangka Brigitta akan menanyakan hal tersebut.
" Entahlah, apa harus kita undang?"
" Sebaiknya begitu."
Kama sejenak diam berpikir dengan apa yang diucapkan Brigitta. Ia menimbang apakah mengundang Ana atau tidak. Kama merasa ragu jika mengundang Ana tapi jika tidak mengundang, juga akan terlihat tidak sopan.
__ADS_1
" Baiklah kita mengundang seluruh keluarga besar Joyodiningrat saja."
Brigitta tersenyum lalu mengangguk. Ia memiliki rencana lain untuk wanita yang pernah ada di hati calon suaminya itu.
*
*
*
Di kediaman Joyodiningrat beberapa kerabat dan teman silih berganti berdatangan demi mengkonfirmasi mengenai video pengakuan Topan yang menjadi trending dan viral di jejaring sosial. Tentu saja mereka terkejut, namun akhirnya mereka pun mengerti bahkan merestui Topan yang akan menikahi Ana.
Doa pun mengalir dari setiap kerabat dan teman yang datang. Padahal pernikahan belum diadakan, tapi Rama dan Sita sebagai orang tua sungguh senang dengan sambutan baik semua orang terhadap pernikahan Topan dan Ana.
Selama beberapa hari ini Topan akan stand by di rumah. Setelah kemarin dua minggu berkutat dengan pekerjaan, Kali ini sebelum acara pernikahannya ia hanya akan fokus dengan Ana. Studio ia serahkan kepada Amar, Bianca, dan Lani. Untuk Klien pun topan akan close terlebih dulu. Padahal setelah LS Bridal di launching banyak sekali orang yang ingin memakai topan sebagai pembuat baju pernikahan mereka.
“ Apa tidak akan bekerja?”
“ Tidak kak, aku kan menemani kakak selama beberapa hari ini sebelum pernikahan kita sabtu besok.”
Ana tersenyum ada rasa senang luar biasa yang gadis itu rasakan. Topan dan Ana kini sedang berada di taman samping rumah saat seorang kurir datang mengantarkan paket.
“ Saya merasa tidak memesan apapun mas.”
“ Tapi ini alamatnya benar mbak.”
Topan menganggukkan kepala sebagai tanda bahwa untuk menerima saja apa yang diantarkan. Kurir tersebut pun tersenyum senang, akhirnya ia pun pamit undur diri setelah menyerahkan paket tersebut.
" Kan aku nggak pesan apapun Pan."
" Nggak apa-apa kak. Dia juga cuma menjalankan tugas saja. Sebaiknya kita buka saja ya, siapa tahu penting. Tapi ini nggak ada alamat pengirimnya."
Ana menyerahkan paket itu kepada Topan, membiarkan Topan yang membukanya. Perlahan tapi pasti akhirnya mereka berdua tahu apa isi paket tersebut.
" Ini undangan kak, dari Mas Kama dan … Brigitta?"
" Oooh."
__ADS_1
Ana hanya ber-ooh ria menanggapi apa yang dikatakan Topan. Tampak Ana tidak terkejut sama sekali. Malahan Topan yang sangat terkejut. Bagaimana bisa Kama dan Brigitta berhubungan. Ditambah lagi Ana sama sekali tidak merasa kaget atas undangan yang ia pegang saat ini."
" Kok Kak Ana nggak terkejut."
" Sudah aku duga. Pria itu pasti mudah berpaling. Kemarin saat kemari aku sesaat mencium wangi parfum wanita di bajunya. Dan Brigitta, wanita itu aku pernah lihat fotonya di ruang kerja Mas Kama."
" Apa kakak juga tahu lalau Brigitta selama ini menargetkan ku?"
Ana mengangguk, ia tahu akan hal itu. Tapi sungguh ia tidak tahu jika Kama kembali menjalin kasih dengan wanita tersebut. Namun entah mengapa hati Ana tidak bereaksi apapun melihat undangan pernikahan Kama dengan Brigitta. Ia bahkan acuh.
" Kak, apa tidak punya perasaan gimana gitu. Ini kan mantan kakak yang nikah."
" Nggak tuh. Aku baik-baik saja. Nggak ada rasa gimana-gimana juga."
Topan mengerutkan keningnya mendengar ucapan Ana. Ia pun berpikir dan menebak, apa selama ini Ana tidak memiliki perasaan yang dalam kepada Kama? Namun Topan tidak mau berpikir lebih jauh. Jika Ana sudah mengatakan demikian berarti hal tersebut tidaklah perlu dirisaukan.
" Jadi, apakah kita akan hadir kak?"
Ana terdiam sesaat. Acaranya adalah besok. Ia akan memikirkan dulu hari ini dan akan memberikan jawabannya besok pagi. Akan tetapi terbesit sebuah kekhawatiran di sana. Ia yakin Brigitta tersebut tidak akan terima dengan kedatangannya. Terlebih beberapa hari kemarin saja Kama masih memintanya kembali.
Ana mengambil kesimpulan, pernikahan yang berkesan buru-buru ini pasti ada penyebabnya. Dan Ana merasa akan ada sebuah rencana dibalik undangan ini.
Ana meminta Topan untuk mengantarnya ke kamar. Gadis itu kemudian minta tolong kepada Topan untuk mengambil laptop miliknya. Dengan lincah Ana menarikan kesepuluh jarinya di atas keyboard. Sedangkan Topan hanya menatap bingung dengan apa yang dilakukan Ana.
Ana yang sudah mengetahui lokasi acara tersebut dilakukan langsung meretas kamera pengawas. Rupanya keahlian Kai benar-benar diturunkan kepada ketiga adiknya. Jika Akhza dan Abra memang sudah terlihat kemampuannya namun Ana tidak. Bukannya tidak mampu, tapi Ana memang tidak mau melakukannya dan kali ini dia menggunakan kemampuannya tersebut.
Topan membulatkan matanya melihat apa yang Ana lakukan.
" Kak, ini ilegal."
" Ilegal kalau kita ketahuan. Tapi tenang sistem ini cukup mudah. Jadi aku yakin kita tidak akan ketahuan."
Ana mengamati dengan seksama apa yang terjadi di lokasi tempat digelarnya acara. Rupanya di sana dibuat sebuah panggung untuk kedua mempelai. Jadi tamu harus menaiki tangga kecil yang ada di sana.
" Oooh jadi seperti itu maksud dan rencananya. Baiklah ayo kita ikuti permainannya. Topan kita besok berangkat. Aku sudah tidak sabar ingin bermain."
Ana menyeringai, baru kali ini Topan melihat Ana begitu. Pria itu hanya bisa mengangguk dengan apa yang Ana ucapkan.
__ADS_1
TBC