
Brigitta Almeida, wanita itu sungguh senang saat melihat video kiriman dari antek-antek nya. Siapa lagi kalau bukan Liana. Ya, hari ini Liana Debora pergi untuk kontrol ke rumah sakit. Dan kebetulan sekali, ia melihat Topan dan Ana juga berada di sana.
Liana yang tadinya hendak menyapa urung saat ia mendengar pembicaraan dari Ana dan Topan. Hal tersebut tentu saja merupakan sebuah kesempatan untuk Liana menghasilkan uang dari Brigitta.
" Hohoho jadi seperti itu ceritanya. Aku yakin jika Fandi tahu dia akan sangat kesal. Dan apa tanggapan netizen mengenai hal ini? Sepertinya ini akan menarik."
Brigitta menarik dua sudut bibirnya hingga membuat sebuah lengkungan. Wanita itu seperti mendapatkan sebuah jackpot. Tapi Brigitta punya rencana lain. Ia tidak akan memberitahukannya sekarang. Brigitta akan mencari waktu yang tepat untuk mengungkapkan hubungan 'terlarang' itu kepada publik.
" Satu tepuk dua lalat mati."
Brigitta begitu percaya diri dengan apa yang jadi rencananya. Sementara itu ia tengah memeriksa hasil pekerjaan para penjahitnya. Brigitta tersenyum puas saat semua berjalan sesuai dengan keinginannya.
" Maaf apakah bajunya memang seperti ini Mbak Brigitta?"
Rupanya para penjahit Brigitta merasa aneh dengan baju yang mereka jahit. Selama bertahun-tahun mereka bekerja dengan Brigitta baru kali ini mereka menjahit baju yang mereka anggap sangat dibawah standar butik Brigitta.
" Ada apa memangnya?"
Brigitta menjawab dengan nada ketusnya. Mereka pun akhirnya memilih diam dan tidak lagi melanjutkan pertanyaan mereka. Padahal mereka sungguh merasa penasaran dengan baju-baju yang mereka kerjakan.
" Kalian tidak usah banyak tanya. Kerjakan saja apa yang saya suruh."
Brigitta kemudian melenggang pergi setelah mengatakan hal tersebut. Sedangkan para penjahit brigitta yang berjumlah 10 orang hanya menggeleng pelan. Mereka tidak habis pikir. Sebenarnya apa yang akan dibuat Brigitta dengan baju-baju seperti itu.
" Apa dia sedang membuat lelucon?"
" Entahlah, kita nggak usah banyak omong lah. Kerjakan aja apa yang dia minta."
" Iya betul, yang penting kerjaan beres, gajian pun aman."
Para penjahit saling berbisik membicarakan sang empunya butik. Meskipun merasa heran dan aneh tapi mereka tak mau ambil pusing. Seperti apa yang snag bos bilang, kerjakan saja apa yang dia suruh.
" Huuh dasar orang-orang sok tahu. Apa sih yang mereka ngerti. Tinggal ngerjain apa yang udah aja masih banyak ngomong."
__ADS_1
Brigitta menggerutu sambil masuk kwr uang kerjanya. Belum jadi ia duduk tiba-tiba sebuah panggilan telepon masuk ke dalam ponselnya tertera nama Rima, mami sang pujaan hati di layar ponsel.
" Iya mi, ada apa?"
" Kamu apa bisa kesini Bri?"
" Tentu saja mam."
" Baik mami tunggu."
Brigitta tersenyum lebar. Ia mengambil tas tangannya dan kunci mobil lalu bergegas menuju ke rumah Kama. Risa yang berteriak menanyakan temannya itu mau kemana hanya dijawab dengan kata 'ke luar' oleh Brigitta. Risa hanya membuang nafasnya kasar. Butik benar-benar sedang tidak dalam kondisi bagus sebenarnya, namun Brigitta seolah-olah tidak peduli.
Mengapa Risa bicara demikian? Semua karena para klien yang mulai jengah dengan ulah Brigitta. Mereka yang ingin membuat desain baju selalu kesulitan untuk mencari Brigitta. Alhasil satu per satu klien Brial Collection pun memilih mencari fashion designer lainnya.
Risa kebingungan bagaimana caranya memberitahu Brigitta soal ini. Lebih-lebih temannya itu selalu disibukkan dengan urusan Kama.
*
*
*
Wanita itu mencium tangan Rima dan kemudian mencium pipi kanan kiri ibu dari pria yang dicintainya. Sebuah tradisi yang ia buat sendiri untuk meraih hati ibu Kama dan terbukti berhasil.
" Ada apa mam, mengapa terlihat begitu panik?"
" Kama, setelah pulang dari mana mami nggak tahu tiba-tiba dima saja. Tadi sesaat mami denger ia seperti melemparkan barang-barangnya di kamar. Mami nggak berani masuk. Mungkin kamu bisa menenangkan Kama, sayang."
" Ehmmm begitu. Baiklah Bri coba ya mam."
Brigita mengambil nafasnya dalam-dalam dna membuangnya perlahan. Ia memprediksi bahwa saat ini Kama mungkin tengah kesal terhadap sesuatu. Dan tentu saja dia belum tahu penyebabnya. Brigitta jadi penasaran apa yang membuat Kama seperti itu.
" Tok … tok … tok … Fand … are you oke? Bolehkah aku masuk?"
__ADS_1
Tidak ada suara dari dalam tapi pintu kamar pria itu dibuka. Bahkan Brigitta terkejut saat Kama menarik tangannya dan menyerangnya dengan brutal. Kama langsung meraup bibir Brigita dan melummaat nya dengan rakus. Ia juga langsung menjatuhkan tubuh Brigitta ke kasur.
Brigitta pun tahu apa yang Kama inginkan. Ia kemudian dengan cepat melepas pakaiannya satu persatu hingga tubuhnya terpampang polos di mata Kama. Kama yang sudah berkabut gairah itu langsung memulai sesi percintaannya dengan Brigitta. Wanita itu berkali-kali melenguh dengan ulah Kama.
" Sayang, kau … aah !!!"
Tanpa aba-aba, Kama rupanya sampai pada puncaknya. Kali ini ia tidak mengeluarkan di luar ia menyemburkan benih-benihnya itu di rahim Brigitta. Tentu saja Brigitta sangat senang, Kama melakukan itu dengan kesadaran.
" Fan, sungguh aku mencintaimu. Mari kita menikah."
" Bri, kau tahu kan."
" Sampai kapan Fand, sampai kapan kau mau mengejar wanita yang tidak kama ini akan jadi milik orang?"
" Maksudmu?"
Masih dengan keadaan polos, Brigitta bangkit dari ranjang Kama dan mengambil ponselnya yang berada di dalam tas. Ia kemudian kembali duduk di bibir ranjang tepat di sebelah Kama. Keduanya masih sama-sama polis dan sudah tidak ada rasa canggung sama sekali diantara mereka.
Brigita memutar sebuah rekaman video. Kama tadinya mengerutkan keningnya menyiratkan tanya kepada Brigitta. Tapi wanita itu diam saja, ia membiarkan Kama mengetahui sendiri isi dari video tersebut.
Sedetik, dua detik, hingga menit selanjutnya Kama mendengar dan melihat interaksi di video itu dengan seksama. Rahangnya mengeras dan tangannya mengepal marah. Ia sungguh tidak menyangka semuanya bisa menjadi seperti itu.
" Kau tidak bohong kan Bri?"
" Mana mungkin aku bohong, aku tidak merekamnya sendiri. Dan buka matamu Fand, itu memang mantan kekasihmu dan Topan bukan?"
Kama langsung mengembalikan ponsel milik Brigitta. Ia langsung bangkit dari ranjang dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Kama sedang memikirkan suatu hal, tapi yang pasti ia akan kembali ke rumah Ana. Ia akan menanyakan kebenaran video tersebut.
Sedangkan Brigitta tersenyum puas. Padahal sebelumnya ia tidak mau buru-buru memberikan rekaman video itu kepada Kama. Tapi nampaknya kali ini adalah momen yang pas.
" Sekarang mari kita lihat. Apa yang akan kau lakukan terhadap mantan mu yang lumpuh itu Fand. Akankah kau masih ingin kembali kepadanya?"
TBC
__ADS_1