Rahasia Hati Sang Designer

Rahasia Hati Sang Designer
RHSD 55. Memperjuangkan Cinta Yang Salah


__ADS_3

Brigtta membawa koper miliknya dan kembali menuruni tangga. Ia bersiap keluar rumah namun sekali lagi ia melihat ke arah pria yang bernaung dalam hatinya itu.


“ Rupanya aku memperjuangkan cinta dan orang yang salah.”


Kama tentu acuh dengan ucapan Brigitta. Pria itu bahkan mengalihkan pandangannya ke arah lain. Brigitta membuang nafasnya kasar. Rupanya Kama benar-benar tidak menginginkannya lagi. Brigitta sadar, selama ini hanya ia yang menginginkan hubungan ini. Ia pun kembali menarik kopernya dan melenggang pergi meninggalkan rumah tersebut.


Saat hendak memasuki mobil Agus dan Rima baru kembali dari bepergian. Namun mereka pun juga acuh dengan Brigitta. Tidak ada sedikitpun kata yang keluar dari mulut keduanya. Mereka bahkan langsung melenggang masuk ke dalam rumah. 


Di dalam rumah baru Agus dan Rima bertanya apa yang terjadi sebenarnya. Kama pun menjelaskan apa yang baru saja terjadi.


“ Bagus, wanita itu hanya merepotkan saja. Sama sekali tidak memberi manfaat.”


Seperti itulah reaksi Rima sedangkan Agus, pria paruh baya itu acuh dan lebih memilih untuk memasuki kamar nya. 


Tentu saja Kama tersenyum lebar karena kedua orang tuanya acuh dengan keadaan Brigitta. Hal tersebut membuat Kama semakin berambisi untuk kembali mendekati Ana.


“ Baiklah, gangguan sudah dihilangkan. Aku yakin Ana akan bisa menerimaku kembali karena aku sudah berpisah dengan Brigitta.”


Di dalam mobil Brigitta langsung menyalakan mobilnya dan menekan pedal gasnya dengan dalam. Ia sejenak menatap rumah tersebut lalu kembali fokus menatap ke arah jalan.


“ Aku tak seharusnya berharap kepada manusia.”


Brigitta memantapkan hatinya untuk benar-benar melepaskan hatinya setelah menerima perlakuan dari pria yang ia cintai itu. Dengan hati yang sangat sakit Brigitta mengendarai mobilnya. Namun tiba-tiba perutnya terasa kram.


“ Auch … nak, mama mohon jangan sekarang. Argh …”


Brigitta benar-benar oleng dia tidak bisa mengemudikan dengan baik hingga tabrakan tak bisa dihindarkan. Brigitta menabrak mobil yang berada di depannya.


Braaak 


Seorang pria yang ternyata ditabrak Brigitta langsung keluar mobil, Beruntung Brigitta dapat mengurangi kecepatan mobilnya sehingga tidak berakibat fatal.


“ Nona. Apa anda tidak apa-apa?”


*


*


*

__ADS_1


Topan yang baru saja selesai menghandle customer yang ternyata bukan pembeli dari Tokonya. Rupanya ibu itu salah. Bukan LS Boutique yang ia beli tapi SLS Boutique. 


“ Maaf ya mas, maafkan saya.”


“ Tidak apa-apa bu.”


Ibu itu melenggang keluar dan menyunggingkan senyumnya. Ia kemudian mengambil ponselnya dan menuliskan pesan, misi selesai.


Di dalam studio Bianca berkali-kali meminta maaf kepada Topan. Ia sungguh tidak enak, hal sekecil itu saja tidak bisa dihadapi. Terlebih bianca tahu jika Topan tengah menemani Ana menjalani Fisioterapi.


“ Sudah tidak apa-apa. Kamu dan kalian semua sudah bekerja keras. Baiklah aku pulang dulu ya. Bi, klien jadwal temunya besok kan?”


“ Iyaa bang."


Topan mengangguk, ia langsung berjalan keluar dan mengemudikan mobilnya kembali ke rumah. Sungguh ia tidak tenang meninggalkan Ana. Namun bagaimanapun juga dia juga harus bertanggung jawab dengan pekerjaannya. 


Sesampainya di kediaman, Topan langsung bergegas menemui Ana. Ia memeluk Ana yang tengah berada di kamar.


“ Maaf, aku meninggalkan kakak tadi.”


Ana mengusap lembut wajah Topan, ia tahu pasti Abra sudah bercerita mengenai kejadian tadi kepada Topan. Pelukan terasa begitu protektif.


Ana kemudian menceritakan mengenai rencana terapinya yang akan dilakukan di rumah. Dan hal tersebut sudah dapat persetujuan dari dr. Arga. tentu saja Topan senang. Kejadian tadi sungguh membuat Topan khawatir. Ia yang harus mengurus pekerjaan tidak mungkin tidak meninggalkan Ana. Maka dari itu Terapi di rumah merupakan jalan yang paling baik untuk saat ini.


“ Rupanya peringatan Mbak Brigitta nggak main-main ya.”


“ Iya. aku tidak menyangka Mas Kama begitu nekat.”


“ Aku jadi kasihan sama Mbak Brigitta deh by.”


Topan sedikit mengerutkan alisnya mendengar panggilan yang diucapkan Ana. sejak kapan Ana mengubah panggilannya.


“ Kak,kakak memanggilku apa tadi?”


“ By, hubby. Aku nggak bisa manggil kamu Pan atau dek. kayaknya kok nggak etis gitu. Ya udah aku panggil kamu hubby aja.”


Cup, Topan mengecup singkat bibir ana. sungguh ia merasa gemas dengan ekspresi wajah Ana saat ini. Tak mau menyiakan kesempatan Topan kembali mengecup dan melummaat bibir Ana yang menurutnya begitu manis itu.


“ Apa kakak makan madu?"

__ADS_1


“ Nggak, kenapa?”


“ Manis.”


Ana membulatkan matanya. Semakin hari suaminya itu semakin pandai merayu. Mereka kembali berbelit lidah dan bertukar saliva. Topan sudah merebahkan Ana di ranjang dan satu per satu kancing bajunya sudah dilucuti oleh Topan. wajah Ana tentu memerah. Baru kali ini ia menampakkan tubuhnya kepada sang suami.


“ Apakah boleh?’


Ana mengangguk, Topan pun tidak lagi sungkan. ia kembali meraup bibir Ana. Namun ciuman itu kini sudah berpindah ke leher dan terus turun hingga bersarang di benda kenyal itu  sementara. Ana memekik saat merasakan lidah Topan bermain di kedua asetnya itu. Ana meremas rambut Topan dengan kedua tangannya. Ada rasa lain yang belum pernah Ana rasakan sebelumnya. 


Merasa cukup bermain di sana, topan kembali mencium bibir ana dan menatap mata Ana dengan lekat. Ia tahu saat ini Ana tengah merasa malu.


“ Nyicilnya sampai sini dulu.”


Ana tersipu, ia segera memeluk topan. Kata dr. Arga sebenarnya mereka sudah bisa melakukannya namun Topan belum mau. Ia masih merasa kasihan dengan Ana. Topan akan menunggu lagi hingga di rasa semuanya benar-benar aman.


“ Terimakasih sudah mau menunggu.”


“  Terimakasih juga sudah menjaganya untukku.”


Keduanya larut dalam pelukan hingga tanpa sadar mereka terlelap bersama.


Setelah beberapa saat Topan bangun dari tidurnya. Ia kemudian berjalan ke dapur. Di sana ada ayah dan mommy nya. Topan pun menarik kursi dan ikut duduk di sana. Ia kemudian menceritakan kejadian hari ini. Tentang pertemuannya dengan Brigitta dan perilaku Kama.


Rama dan Sita terkejut. Mereka tidak menyangka Kama akan berbuat begitu. Ada rasa kasihan yang dirasakan Sita kepada Brigitta. Ia mengingat dulu saat hamil Kai dan tidak diinginkan oleh suaminya. Meskipun disini Brigitta memiliki kesalahan, namun sebagai wanita hamil harusnya ia mendapat perlakuan yang baik.


" Kasihan wanita itu."


Ucapan Sita tentu saja dapat dimengerti oleh Rama. Ia kemudian merangkul bahu sang istri dan menepuknya pelan. Sita semakin merasa sedih saat mengetahui bahwa Brigitta juga merupakan yatim piatu.


" Jika ada kesempatan, ajaklah dia kesini Pan."


" Baik mom, nanti aku akan menghubungi mbak Brigitta."


Topan tentu saja senang, mommy ini sungguh orang yang sangat baik hati beliau bisa merasakan kesedihan orang lain. Tanpa Topan tahi, apa yang dialami Brigitta ini adalah suatu hal yang pernah Sita alami sebelumnya. Maka dari itu Sita begitu bersimpati.


Dalam hati terdalam Topan, ia juga merasa iba dengan nasib yang dialami Brigitta saat ini. Ada sebuah rasa yang tidak bisa ia jelaskan. Topan juga ikut merasa sakit saat Brigitta bercerita mengenai perlakuan Kama dan keluarganya terhadap wanita yang pernah menjadikan dirinya rival itu. Entah mengapa, Topan tidak bisa membenci Brigitta dengan apa yang sudah Brigitta lakukan kepada dirinya. 


TBC

__ADS_1


__ADS_2