Rahasia Hati Sang Designer

Rahasia Hati Sang Designer
RHSD 42. Apa Mencintaiku?


__ADS_3

Kama yang mendapat kabar bahwa Brigitta pingsan segera menuju ke rumah sakit. Bagaimanapun juga dia khawatir dengan keadaan Brigitta. Risa yang saat ini tengah berbicara dengan dokter sangat terkejut atas apa yang dijelaskan dokter tersebut.


“ Apa benar begitu dok? apa sudah yakin?”


“ Anda tidak prlu meragukan hal tersebut karena hasil lab nya sudah keluar. Ini silahkan Anda baca.”


Dengan tangan sedikit gemetar Risa membuka amplop hasil tes Brigitta. Ada sedikit rasa sesak didalam hati Risa meskipun ia tahu Brigitta akan senang dengan kabar ini. Tapi sebagai teman yang cukup lama mendampingi Brigitta, Rissa sedikit tidak terima akan hal tersebut.


“ Huftt ... positif.”


Risa berjalan dengan gontai menuju ruang rawat Brigitta yang ternyata disana sudah ada Kama. Wanita itu sedikit menaruh rasa marah kepada pria yang sekarang duduk di sisi Brigitta namun Risa tahu dia tidak berhak untuk itu. Mulai sekarang Risa tidak akan ambil pusing dengan setiap apa yang jadi urusan Brigitta.


“ Kalian segeralah menikah sebelum perut Brigitta semakin besar.”


“ Apa maksudmu Ris?"


Risa memberikan amplop hasil tes laboratorium tersebut kepada Brigitta. Senyum Brigitta mengembang sempurna saat membaca hal tersebut. Sedangkan Kama yang belum mengerti langsung meminta kertas tersebut dan membacanya perlahan. Pra itu menghembuskan nafasnya dengan kasar.


“ Baiklah ayo kita menikah secepatnya.”


Brigitta mengangguk, ia sungguh senang. Rencananya sungguh berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dia belum tahu saja apa yang saat ini terjadi di dunia maya.


Risa mendengus kesal. Brigitta benar-benar melupakan apa yang terjadi di stage tadi. Temannya itu benar-benar melupakan tatapan mata kecewa dan menghina para tamu undangan. Sungguh Brigitta telah dibutakan dengan yang namanya cinta.


“ Bri, lihat media sosial. Ada yang lagi rame.”


Brigitta menaikkan sebelah alisnya. ia pun segera mengambil ponselnya dan melihat apa yang terjadi di dunia maya tersebut. Bukan hanya Brigitta, Kama pun ikut membuka ponselnya. baik kam maupun Brigitta sama-sama terkejut. Jika Kama terkejut karena pernyataan Topan maka Brigitta terkejut karena fashion show yang diadakan Topan. 

__ADS_1


Brigitta yang penasaran pun langsung meluncur ke kanal berbagi video milik Topan. Ia melihat satu persatu busana yang ditampilkan oleh Topan. Mata Brigitta membulat sempurna karena keterkejutannya.


“ Ini, bagaimana bisa. Tidak mungkin. Mengapa berbeda. Mengapa bukan yang aku buat. seharusnya tidak begini.”


Brigitta terus bergumam, ia bahkan sampai berteriak histeris sambil melempar ponselnya. Kama yang sedang fokus menatap layar ponsel terkejut dengan tingkah Brigitta.


“ Bri tenang, ada apa?"


Kama memeluk Brigitta dan mengusap punggung wanita itu. Brigitta menangis di sana. Sedangkan Risa bsa membuang nafasnya kasar. Meskipun ia tidak tahu pasti tapi ia yakin bahwa ada suatu hal yang berkaitan dengan gagalnya fashion show milik temannya itu dengan ulahnya sendiri.


*


*


*


Brigitta kini sudah berada di apartemen miliknya. kama memutuskan untuk menginap di sana. Risa pun pamit undur diri. Ia merasa tenang karena Kama mau menemani Brigitta saat ini. Meskipun Risa tidak menyukai Kama tapi paling tidak pria itu cukup gentle dengan bertanggung jawab kepada sang teman sehingga membuat Risa tenang. 


“ Aku harap kau berhenti Bri. Jika tidak kau pasti akan semakin hancur dengan ulahmu sendiri.”


Kama degan telaten membantu Brigitta berbaring di tempat tidurnya. Kata dokter, kandungan Brigitta sedikit lemah jadi dia harus bed rest atau istirahat total.


Bagi Brigitta ini kabar baik sekaligus buruk. Kabar bagusnya ia bisa menghindari awak media mengenai gagalnya fashion show tadi. Tapi kabar buruknya awak media akan semakin mengorek permasalahannya dan mungkin mereka akan tahu jika dirinya hamil di luar nikah. Hal tersebut tentu saja akan menambah buruk namanya.


“Jadi Fand, kapan kita akan menikah?”


“ Secepatnya Bri, bagaimana jika kamu lebih sehat dulu. Mungkin 3 hari lagi. Aku tidak ingin ada berita buruk tentang keluargaku.”

__ADS_1


Hati Brigitta seketika mencelos saa mendengar kata-kata Kama. Dari perkataan pria itu bisa dipastikan Kama hanya khawatir akan nama baik keluarganya tapi dia tidak memikirkan mengenai nama baik Brigitta. 


Brigita menghela nafasnya yang terasa amat berat. Dalam hatinya muncul pertanyaan, apakah selama ini Kama tidak pernah mempertimbangkan hubungan mereka. Apakah selama ini ternyata dia hanyalah sekedar pelarian bagi pria yang benihnya sedang ia kandung?


“ Fand, bolehkan aku bertanya sesuatu?”


“ Mau tanya apa hmmm?”


“ Apa kau tidak sedikitpun mencintaiku? JIka demikian lalu hubungan kita selama ini apa?”


Kama terdiam. Ia sendiri tidak tahu apa yang ia rasakan kepada Brigitta. dan hubungannya dengan Brigitta itu entah cinta atau hanya sekedar saling menikmati? Entah, Kama benar-benar tidak tahu.


“ Sudahlah jangan berpikir yang macam-macam. Istirahatlah, aku akan menemanimu di sini. Besok aku akan mempersiapkan pernikahan kita.”


Brigitta tersenyum simpul. Biarlah jika Kama tidak mencintainya tapi paling tidak dia bisa mengikat Kama untuk terus berada di sisinya dengan adanya anak yang ada dalam kandungannya.


Kama yang masih terpikirkan dengan video pengakuan Topan kembali memutarnya lagi. Tapi kali ini ia memakai earphone agar tidak mengganggu Brigitta yang sudah tertidur. Kama sungguh tidak percaya Topan berani mengatakan hal tersebut di acara live fashion show miliknya. Nyali pemuda itu benar-benar besar. Kama mengakui hal tersebut. Sejenak dia membandingkan dirinya dengan pemuda itu. Kama pun membuang nafasnya dengan kasar.


Ada rasa tidak terima di hati Kama. Ia mengepalkan tangannya dengan erat. Ada sesuatu dalam hatinya yang begitu sakit saat melihat pengakuan Topan yang akan menikahi Ana.


“ Tidak, aku tidak bisa membiarkan ini. Ana milikku. mana bisa aku membiarkan orang lain mengambil apa yang sudah jadi milikku. Seandainya kau sudah menaruhnya di sisimu aku akan berusaha mengambilnya lagi darimu.”


Entah setan mana yang mampir di otak dan hati Kama hingga ia berpikir seperti itu. Padahal di sisi nya sekarang ada wanita yang jelas-jelas mengandung darah dagingnya. Tapi dia malah memiliki obsesi untuk mengambil wanita yang pernah ia tinggalkan sebelumnya.


Kama kemudian meletakkan kembali ponselnya. ia lalu merebahkan diri dan mensejajarkan tubuhnya di samping Brigitta. Sejenak ia menatap wajah wanita itu lalu turun ke perut. Ada rasa tidak percaya bahwa ia sebentar lagi akan jadi seorang ayah.


“ Apa yang harus ku lakukan padamu Bri. Bagaimanapun kau ibu dari anakku, tapi aku menginginkan Ana dalam hidupku. Ternyata aku belum bisa melepaskan Ana. Aku masih mencintainya. Aku baru menyadari saat melihat ini semua. Topan, aku sungguh tidak terima jika dia menikahi Ana.”

__ADS_1


Kama mengusap lembut perut Brigitta yang masih rata. Ada rasa yang tidak bisa ia ungkapkan disana.


TBC


__ADS_2