
Maaf Pak Rama, sepertinya kami tidak bisa meneruskan rencana pernikahan antara Ana dan Kama. Saya tidak mungkin membiarkan putra satu satunya kami menjadi perawat bagi putri Anda. Dia lumpuh, dan kapan alan bisa kembali berjalan tidak ada yang tahu. Jika Kama merawat Ana berarti dia harus menikahi Ana dulu bukan, dan kami tidak setuju.
"Kalian segera menikahlah sebelum kandungan Brigitta membesar.
Dua tampilan video tersebut sudah cukup membuat publik ramai. Bagaimana tidak, kini mereka memiliki pemikiran tersendiri dengan pernikahan yang memang terkesan dadakan tersebut.
" Apakah sebelumnya pengantin pria adalah kekasih putri tuan Rama?"
" Woaaah apakah Brigitta perebut pacar orang?"
" Tunggu berarti Brigitta saat ini sudah hamil terlebih dulu?"
" Ish, bisa dilihat orang tua pengantin pria begitu jahat bicara seperti itu pada orang yang tengah sakit. Kejam sekali."
Ana menyeringai, ia kemudian meminta Topan dan kedua orang tuanya untuk keluar dari venue. Ana membiarkan semua orang berprasangka.
" Rasakan ini belum seberapa. Masih mending aku yang turun tangan, daripada abang. Aku masih sangat baik hanya membuka segitu saja," gumam Ana lirih namun masih bisa didengar oleh Topan, Rama dan Sita.
Sedangkan yang di dalam sungguh ramai, bahkan keributan mulai terjadi saat Agus berteriak untuk mematikan video tersebut. Sedangkan Kama, ia hanya bisa mematung tidak tahu harus berbuat apa. Para awak media tentu langsung berusaha menaiki pelaminan agar bisa mengonfirmasi video tersebut.
" Maaf tuan, tidak bisa dihentikan," ucap salah satu tim WO.
" Hancurkan, aku yang akan mengganti biayanya," jawab Brigitta dengan nada yang begitu kerasnya.
Sungguh situasi di dalam menjadi tak kondusif. Akhirnya Kama meminta pihak penyelenggara membubarkan acara tersebut. Kama dan keluarga pun melalui pintu belakang keluar dari venue.
" Brengsek, bagaimana bisa video itu ditayangkan. Kapan mereka merekamnya."
Sebuah umpatan keluar dari mulut Brigitta membuat Rima dan Agus terkejut. Kedua orang tua Kama itu menatap menantunya dengan intens.
" Maaf mam, pap, aku kelepasan. Sungguh aku tidak terima kedua mertua ku dipermalukan begitu."
__ADS_1
" Bukannya dipermalukan, tapi memang mami dan papi kelewatan dan pantas mendapatkannya."
" Fan, bisa-bisanya kamu bilang seperti itu!"
Brigitta tak habis pikir. Saat seperti ini Kama secara tersirat membela keluarga Ana. Sebagai wanita yang baru saja berstatus menjadi istri Kama itu tampak kesal.
" Jika mami dan papi tidak bicara begitu dan mengancamku. Aku masih bisa bersama dengan Ana."
" Ooh maksudmu kamu menyesal begitu menikah denganku. Kamu mau kembali dengan wanita cacat itu, iya?"
" CUKUP!!!"
Teriakan Agus menghentikan Brigitta yang bersitegang dengan Kama. Pria paruh baya itu memijat pangkal hidungnya yang terasa begitu sakit. Belum ada sehari menikah anak dan menantunya itu sudah terlihat begitu kacau.
“ Kalian diamlah dan tenangkan pikiran kalian. Kama, kau masih harus menghadapi sidang tesis nanti jadi jangan sampai kau gagal. Masalah ini kita kesampingkan dulu. Sekaran yang perlu kita lakukan adalah bersikap tenang.”
Brigitta menggigiti ujung kuku jarinya. Ada perasaan khawatir mengenai rumor yang akan beredar besok yang mana rumor tersebut bisa mempengaruhi karirnya di dunia fashion designer. Brigitta harus memikirkan cara untuk bisa menurunkan semua berita yang akan menjadi viral itu.
Akhinya Kama beserta Brigita dan kedua orang tuanya tidak jadi pulang ke rumah dikarenakan rumah Kama banyak awak media yang sudah menunggu untuk meminta klarifikasi. Mereka memutar arah menuju villa yang dimilikinya di puncak. Mau tidak mau Kama harus membawa keluarganya kesana untuk menghindari wartawan.
“ Bagaimana, apakah sudah puas bermainnya?” tanya Kai yang ternyata sudah ada di dalam rumah.
“ Tck, hanya sedikit itu mah bang. belum semuanya.”
Kai menghampiri Rama dan Sita yang baru masuk lalu menyalami kedua orang tuanya tersebut. Pria itu kemudian mengusap lembut kepala Ana dan Topan.
Kini semuanya sudah duduk di ruang keluarga setelah mereka semua berganti pakaian.
“ Mengapa kamu bisa memikirkan rencana tersebut An?”
“ Karena Ana tahu bang, Aku dan Topan bakalan dipermalukan saat acara pernikahan tersebut.”
__ADS_1
Rama dan Sita mendengus pelan, Ia sungguh tidak menyangka putrinya berbuat begitu. Diam tapi langsung tepat sasaran. Tapi Rama sedikit bernafas lega. Jika yang melakukan Kai, maka akan lebih buruk lagi akibat yang ditimbulkan.
“ Apa ini nanti akan berakibat terhadap bisnis keluarga Agus dan karir Brigitta?” tanya Sita.
“ Tentu mom. Sangat berpengaruh. Di Negara ini, sebenarnya di semua negara sih nama baik masih sangat memengaruhi sesuatu yang sedang dilakukan oleh orang tersebut. Terlebih hamil di luar nikah. Negara yang masih menjunjung tinggi adat ketimuran dan agama yang kuat masih sangat tabu dengan hal tersebut karena memang melanggar norma. Nama Brigitta bahkan bisa langsung hancur dalam sesaat, dia bisa sih nanti naik lagi tapi akan butuh waktu yang lama,” jelas Kai.
Tentu saja semua paham akan hal tersebut. Maka dari itu bagi seorang pengusaha besar harus benar-benar bersih jika mau usahanya terus dihati masyarakat.
“ Apa kau tidak akan bertindak Pan?”
Pertanyaan kai kepada Topan langsung mendapat tatapan dari semua orang. Sepertinya Topan masih menyembunyikan sesuatu dari keluarganya.
“ Apakah harus bang? tapi dia sedang hamil, kasian juga.”
“ Harus lah. Bukan masalah hamil atau tidak hamil. Tapi dia harus membayar apa yang diperbuatnya. Berani berbuat berani bertanggung jawab.”
Semua semakin bingung dengan pembicaraan Kai dan Topan. mereka masih menunggu penjelasan dari salah satu mereka.
“ huft, waktu itu yang merusak Studio Topan adalah Brigitta juga. Dia menyuruh orang untuk menghancurkan studio topan. Dan orang tersebut saat ini berada di tangan abang. Tinggal buat Laporan maka Brigitta bisa dipastikan akan masuk penjara. Sekalian mengenai pencurian desain juga bisa dilaporkan karena kita punya saksi juga untuk itu.”
“ Apa!!”
Rama dan Sita tentu saja terkejut. Bagaimana seorang wanita bisa berkelakuan sejahat itu. Hal tersebut mengingatkan mereka pada Safira Jasmin. Seorang wanita yang dulu menyukai Kai dan melakukan penganiayaan kepada Topan dan memperalat Topan hingga Topan kehilangan kemampuannya berjalan untuk beberapa saat. Bahkan penyakit lambung nya itu juga disebabkan oleh wanita itu.
Sita seketika memeluk tubuh Topan. Ia sungguh merasa sedih dengan putranya itu. Putra yang tidak berasal dari rahimnya namun kasih sayang Sita tak ada bedanya dengan anak-anaknya yang lain.
“ Sebaiknya laporkan saja bang. Biar dia mendapat pelajaran,” usul Rama.
“ Kai mah terserah Topan yah. Mau dilaporin ge hayuuk, mau nggak juga nggak masalah karena Kai yakin saat inipun wanita itu sudah sangat jatuh mentalnya.”
Topan menimbang sejenak apa yang diucapkan oleh abang dan ayahnya. Ia sungguh merasa gamang. Disatu sisi lain ia kasihan karena Brigitta tengah mengandung namun disisi lain ia juga harus memberi pelajaran kepada wanita itu. Ana yang paham bahwa calon suaminya itu tengah merasa dilema langsung menggenggam erat tangan Topan.
__ADS_1
“ Pikirkan baik-baik. Semua terserah padamu.”
TBC