Rahasia Hati Sang Designer

Rahasia Hati Sang Designer
RHSD 65. Sempurna Jadi Istri


__ADS_3

Baek Yun harap-harap cemas dengan hasil tes yang mereka lakukan. Saat ini keduanya bersama dengan Hwan tengah berada di rumah sakit. 


“ Ini tuan sebaiknya anda yang membukanya sendiri.”


Dengan tangan bergetar, Yun membuka hasil tes tersebut. Air matanya luruh seketika, badannya merosot ke lantai.


“ Syukurlah, syukurlah.”


Astuti pun mengambil alih kertas tersebut dan membacanya sendiri. Sama hal nya dengan sang suami, ia pun menangis haru. Akhirnya mereka menemukan kedua anaknya.


“ Bodoh, aku sangat bodoh. Mengapa tidak mencari dari dulu. Kasian mereka, sungguh kasihan sekali anak-anakku mereka harus hidup susah.”


Yun menangis menyalahkan dirinya sendiri. Menyalahkan kebodohan yang diperbuat karena begitu percaya dengan ucapan ibunya.


“ Oppa, bisakah kita pergi ke keluarga Joyodiningrat sekarang. Aku sungguh ingin menemui mereka.”


Yun mengangguk, mereka benar-benar ingin segera menemui Topan dan Brigitta. Namun hal tersebut dilarang oleh hwan.


“ Kenapa Hwan?”


Hwan kemudian menjelaskan mengenai mantan suami Brigitta yang rupanya adalah mantan pemilik perusahaan yang saat ini dimiliki oleh Yun. Mantan mertua Brigitta pun ada diperusahaan dan menjabat sebagai seorang direktur. Melalui orang kepercayaannya Hwan menemukan fakta bahwa keluarga mantan suami Brigitta itu bersikap buruk terhadap Brigitta. Bahkan ketika Brigitta keguguran kedua orang tua Kama sama sekali tidak berempati.


“ Sungguh kurang ajar mereka. Mana bisa orang bersikap seperti itu.”


“ Tuan, Sebaiknya jabatan CEO ini diberikan kepada nona muda Hee atau tuan muda Hyun. saya sungguh tidak pantas.”


“ Tck, kau ini berbicara apa. Jika mengikuti sifat ku dan Astuti, aku yakin mereka berdua tidak akan mau. Terlebih mereka mempunyai passion di bidang fashion, mereka tidak akan mau dipusingkan dengan urusan perusahaan.”


Hwan terdiam sejenak. Sepertinya upaya ingin lepas dari jabatan CEO sudah tidak ada harapan lagi. Pria berusia 35 tahun itu hanya menunduk pasrah.


“ Baiklah untuk masalah mantan suami dan mertua Hee kita pikirkan nanti. Saat ini yang penting mari ke rumah keluarga Joyodiningrat.”


Hwan mengangguk, mereka pun menuju ke kediaman Rama. Waktu menunjukkan lewat jam 7 malam, Astuti dan Yun yakin semuanya pasti berada di rumah.


Di dalam kamarnya, Ana masih sibuk wira-wiri berlatih berjalan dengan tongkatnya. Kejadian kemarin membuat Ana semakin semangat untuk berlatih. Ia harus berusaha lebih kuat lagi agar tidak membuat semuanya khawatir.


Greb, Topan memeluk Ana dari belakang. Leher jenjang Ana yang terekspos sempurna itu membuat topan ingin segera menciumnya.

__ADS_1


“ By … “


“ Kak …”


Topan semakin intens menciumi leher Ana membuat wanita itu menggigit bibir bawahnya. Tangga Topan mulai bergerilya di bagian depan tubuh istrinya. Ia mencari mainannya yang beberapa hari ini membuatnya candu. 


“ Jangan ditahan, keluarkan saja.”


Itulah yang Topan katakan kepada sang istri. Suara desahhan pun akhirnya keluar dari bibir Ana. Topan yang sudah tidak tahan langsung menggendong Ana ke tempat tidur. Ia merebahkan tubuh sang istri lalu mengungkungnya. 


Topan kemudian meraup bibir Ana dan melummatnya dengan intens. Keduanya saling berbelit lidah dan bertukar saliva. Satu persatu Topan sudah membuka kancing piyama Ana hingga benda kesayangannya itu terekspos sempurna memanjakan mata dan tangan Topan.


Berkali-kali Ana melenguh akibat ulah sang suami. abukananya dengan tangan tapi Topan juga menggunakan mulutnya untuk menikmati benda kenyal tersebut.


Puas disana topan beringsut menuju ke bawah. Dengan perlahan ia mulai melepaskan sisa kain yang menempel di baju sang istri. Pun dengan dirinya.Kini keduanya sama sama polos. Topan menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya. Ia melihat dengan intens tubuh sang istri membuat wajah Ana merona.


“ Kakak cantik.”


“ Bisakah memanggilku Ana sekali saja?”


“ Ana, aku mencintaimu.”


Dengan hati-hati Topan memulai hal yang sudah tertunda lama. Ia memastikan Ana dulu bahwa kakinya tidak sakit dan Ana mengatakan bahwa ia baik-baik saja.


Pelan tapi pasti Topan dan Ana akhirnya berhasil melakukan malam pertama pernikahan mereka yang sudah lewat. Keduanya berbagi peluh. Kamar tersebut menjadi saksi cinta mereka yang berlabuh.


atok .. tok ...tok …


“ Topan ada tamu!”


“ Yes Mom sebentar. Untung sudah selesai, sesi kali ini bentar aja ya besok kita lanjut sesi yang panjangnya.”


Ana tentu merona, ia masih sangat malu dengan apa yang mereka lakukan bau saja. Topan kemudian menggendong Ana ke kamar mandi dan membantunya membersihkan diri.


Setelah selesai keduanya keluar dengan Ana duduk di kursi roda.


“ Untung kakak di kursi jadi nggak ketahuan kalau sedikit nyeri habis itu,” bisik Topan yang langsung mendapat cubitan kecil di punggung tangannya. Sungguh Ana benar-benar melihat sisi lain Topan sekarang ini. 

__ADS_1


Keduanya menuju ruang tamu. Tampak disana ada 3 orang yang duduk bersebelahan. 2 orang pria dan 1 wanita. Bisa Topan melihat dua orang tersebut adalah pasangan suami istri dan yang satu mungkin bisa jadi anaknya. 


Wanita paruh baya itu langsung meneteskan air matanya saat melihat Topan berdiri di depannya. ia sungguh ingin berlari dan memeluk putranya.


“ Sangat mirip denganmu oppa, sungguh.”


Yun mengangguk mendengarkan ucapan Astuti. Topan benar-benar mirip saat dirinya muda dulu.


“ Topan duduklah disini nak.”


Rama meminta Topan untuk duduk disebelahnya. Sebenarnya suami Ana itu sangat bingung dengan atmosfer yang ada di ruang tamu tersebut. Dalam hati Topan ada sesuatu yang ia rasakan saat melihat pasangan suami istri itu.


“ Topan perkenalkan ini adalah Tuan Lee Baek Yun, Nyonya Astuti dan Tuan Hwan. Mereka adalah pemilik perusahaan GN Group.”


Topan hanya mengangguk, akan tetapi dalam hatinya menyimpan rasa heran kepada sang Ayah. Sejak kapan ayah Rama mengenalkan pengusaha kepada dirinya.


“ Lalu ada keperluan apa dengan Topan yah?"


Rama dan Sita saling pandang. Keduanya yang sudah mendengarkan cerita bahkan melihat foto Yun yang begitu mirip dengan Topan bingung juga harus berkata apa.


“ Ehmm, Pan coba lihat foto ini. Apa kamu mengenalnya?”


Topan meraih sebuah foto yang diberikan oleh sang mommy. Dia melihat dengan seksama. Jika Topan belum bereaksi apa-apa berbeda dengan Ana, wanita yang baru saja sempurna menjadi istri itu sudah menebak bahwa tamu tersebut ada hubungan dengan Topan. Namun Ana tidak mau berkata apapun dulu. Bagaimanapun ini bukan ranah dia.


Sedangkan Topan yang masih mengamati foto tersebut tiba-tiba menajamkan matanya.Ia merasa mengenal foto tersebut. Itu seperti foto dirinya tapi dalam versi jadul.


“ Mom kok ini mukaku tapi ini jadul.”


Sita tersenyum simpul lalu kembali mengambil foto tersebut dari tangan Topan dan mengembalikan kepada Yun.


“ Itu bukan foto Tapan, tapi itu foto Tuan Yun saat masih muda.”


“ Tapi kenapa bisa begitu mirip dengan ku?”


“ Keran kamu adalah anak kandung kami.”


“ Apa!!”

__ADS_1


TBC


__ADS_2