
Musik mengalun indah di hall Pandawa resort yang dipakai topan untuk melaksanakan pagelaran. Senyuman Topan mengembang sempurna saat ia melihat wajah-wajah antusias dari para tamu. lagu Beautifull In White milik Shane Filan dinyanyikan untuk mengirimi satu demi satu model yang memakai gaun rancangan Topan. Di board belakang tertulis LS Bridal By Topan Arsyanendra.
Riuh tepuk tangan membahana di hall tersebut saat topan keluar dari backstage ke panggung catwalk. Beberapa buket bunga diterima oleh Topan dari sahabat-sahabatnya.
Di bangku tamu tampak Naisha dan Nataya, Arumi bersama kekasihnya juga tentunya dan masih banyak yang lainnya. Namun yang membuat mereka heran tidak ada satupun keluarga Joyodiningrat di antara kursi para tamu. Biasanya mereka tidak pernah absen dalam setiap pagelaran busana Topan.
“ Selamat malam semuanya. Terimakasih karena sudah menyempatkan waktu untuk datang di pagelaran busana saya. Malam ini saya me-launching karya terbaru saya yakni LS Bridal by Topan Arsyanendra. Mungkin Anda sekalian bertanya-tanya mengapa keluarga saya tidak ada di sini.”
Topan menghentikan pidatonya sejenak. Ia melihat ke sekeliling dan para tamu itu mengangguk dengan apa yang baru saja ia ucapkan.
“ Hehehe, saya sudah menduganya. Anda semua pasti bertanya. Saya sengaja tidak mendatangkan keluarga saya di sini karena saya meminta keluarga saya untuk menyaksikan siaran live saya ini. Biar viewer nya banyak.”
Semua tamu tertawa menanggapi selorohan Topan yang mereka tahu itu hanyalah sebuah candaan.
“ LS Bridal ini saya luncurkan karena saya terinspirasi oleh seorang wanita yang sangat saya cintai. Dia selama ini selalu mendukung saya, menyemangati saya, membantu saya dan selalu ada untuk saya. Wanita yang begitu lincah dan ceria. Oleh karenanya saya meluncurkan LS Bridal yang selama ini tidak pernah terpikirkan oleh saya untuk membuatnya.”
Topan kemudian memanggil Bianca dan Lani untuk membawa gaun pengantin yang dipajang di sebuah manekin. Semua mata langsung tertuju pada gaun pengantin yang berwarna sage green teebut. Sungguh gaun yang sangat indah. Sederhana tapi elegan. Belum dipakai saja aura kecantikan begitu terpancar dari gaun tersebut.
“ Ini adalah gaun khusus dan spesial yang saya buat sendiri untuk wanita yang sangat spesial di hati saya. Anandita Senja Abinawa, ini untukmu dan gaun ini untuk pernikahan kita nanti. Sekian terimakasih.”
Suara riuh tepuk tangan membahana. Semua orang tentu terkejut mendengar pidato Topan. bahkan orang terdekat keluarga Joyodiningrat pun sungguh terkejut dengan semua yang diucapkan topan. Awak media yang hendak bertanya langsung di hadang oleh keamanan sehingga mereka tidak bisa menanyakan hal tersebut lebih lanjut. Sungguh ucapan Topan di atas stage tadi membuat semua pihak bertanya-tanya.
Di kediaman Joyodiningrat yang sudah diamanahi Topan untuk menyaksikan siaran langsung Topan merasa sangat tersentuh dengan apa yang Topan katakan. Terlebih Ana, gadis itu sudah menangis haru di pelukan sang mommy.
“ Dek, kau beruntung mendapatkan Topan,” ucap Akhza.
“ Kak Akhza benar. Kau sungguh beruntung. Bukan hanya kau dek tapi keluarga kita beruntung memiliki Topan. Anak yang dulunya pemalu, minderan kini berubah menjadi Pria hebat yang penuh kharisma,” imbuh Abra.
Sedangkan Kai dan Kiran yang memang sengaja datang ke rumah juga mengiyakan apa yang diucapkan oleh Akhza dan Abra.
“ Tapi, apa Ana pantas buat Topan? Kondisi Ana kan seperti ini.”
__ADS_1
“ Dek, jika kau merasa kurang pantas mendampingi Topan maka buatlah dirimu yakin bahwa kau memang pantas di sisi topan. Jangan jadikan insecure mu itu membuat dirimu ragu. Topan sungguh pria yang luar biasa mau menerima kondisi adek yang saat ini belum sembuh. Jadi semangatlah untuk segera sembuh dan tunjukkan ke semua orang bahwa Anandita Senja Abinawa putri satu-satunya Raden Rama Hadyan Joyodiningrat dan Arsita Ayuningrum adalah wanita yang pantas.”
Ucapan Kiran yang saat ini sudah berjongkok di depan Ana sambil memegang kedua tangan Ana mendapat anggukan dari semua orang. Kai sungguh bangga kepada sang istri yang mampu membesarkan hati dan membakar semangat Ana.
Ana pun mengangguk. Ia benar-benar punya semangat untuk bisa kembali lagi berjalan. Seperti rencana semula, paling tidak dia harus bisa berdiri di acara pernikahannya seminggu lagi.
Tring
Kling
Klang
Suara notifikasi pesan ponsel milik seluruh orang rumah berbunyi bersamaan. Semua nya pun melihat ponsel masing-masing. mereka membuang nafas mereka bersamaan.
“ Haisssh …. ulah Topan nih.”
ucapan Rama diikuti tawa semua orang. Pasalnya mereka juga mendapatkan pesan yang sama yakni menanyakan kebenaran ucapan Topan saat siarang langsung di kanal jejaring sosial. Atas apa yang dilakukan Topan tadi terang saja membuat akun jejaring sosial milik Langit Senja Studio & Boutique begitu ramai dilihat. Bahkan menjadi trending nomer 1 dengan hastag #pengumumantopan.
Topan memasuki rumah dan langsung mendapat pelukan dari orang rumah. Baik Rama, Kai, Akhza dan Abra sungguh bangga atas pencapaian Topan.
" Selamat ya Pan, fashion show mu kali ini benar-benar sukses besar."
" Terimakasih yah."
Tipan tersipu ia sungguh merasa senang dan bangga bisa membuat keluarganya tersenyum seperti ini.
" Selamat ya nak, kau sungguh luar biasa. Gaunnya cantik-cantik. Pasti setelah ini bakalan rame yang minta dibuatkan buku nikah."
" Terimakasih mom."
" Selamat ya Pan. Bagus banget, kakak jadi pengen."
__ADS_1
" Kak Kiran kalau mau tinggal pilih nanti bisa di pake fotoshoot sama abang tuh."
Mata Kiran seketika berbinar. Ia melirik sang suami yang hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Kai sendiri sedikit merasa bersalah karena dia dan kiran tidak punya foto pernikahan. Jangankan memakai gaun yang bagus, pernikahan mereka kala itu pun adalah pernikahan dadakan yang diadakan saat keadaan terdesak. ( Baca my billionaire hubby ya, kisah lengkap Kai dan Kiran ada di sana.)
" Istrimu kode bang."
Selorohan Rama diikuti tawa keduanya. Topan pun mencari Ana yang ternyata sudah berada di kamar. Topan pun menuju ke kamar Ana. ia mengetuk kamar Ana pelan lalu masuk ke dalam. Dilihat Topan Ana tengah berusaha untuk berdiri dari kursi rodanya.
Topan sedikit terkejut namun ia membiarkan Ana berusaha melakukannya. Gadis itu sungguh terlihat bersemangat. Tampak bulir keringat memenuhi wajah dan lehernya, bahkan surai rambut yang mengenai wajah pun terlihat basah.
Glek
Topan sungguh dibuat salah fokus dengan tampilan Ana saat ini yang menurutnya begitu seksii. Pria itu pun segera menggelengkan kepalanya mencoba menetralkan pikirannya.
“ Auchhh.”
Ana limbung dan hampir terjungkal. beruntung Topan langsung berlari dan menangkap Ana sehingga Ana jatuh di pelukan Topan.
“ Mengapa begitu keras berusaha hmmm?”
“ Aku hanya ingin pantas berada disisimu.”
“ Kau sangat pantas kak. Tidak ada yang lebih pantas selain dirimu.”
Ana memeluk Topan dengan erat. Topan bisa merasakan kekhawatiran dalam pelukan Ana tersebut. Topan kemudian mengangkat tubuh Ana lalu meletakkannya di atas tempat tidur dengan pelan-pelan. Sambil membelai lembut wajah Ana Topan berkata bahwa semuanya baik-baik saja dan tidak perlu mencemaskan atau mengkhawatirkan apa yang akan terjadi nanti.
“ Sekarang tidurlah kak. Kau terlihat begitu lelah.”
Ana mengangguk lambat laun gadis itu memejamkan matanya dan sudah terbuai oleh mimpi. Topan mencium kening Ana sekilas lalu keluar dari kamar Ana.
“ Baiklah, besok pasti akan sangat sibuk.”
__ADS_1
TBC