
Hari H acara pagelaran di mulai. Baik Topan maupun Brigitta sibuk dengan persiapan mereka masing-masing. Ternyata Topan dan Brigitta sama-sama menggunakan Pandawa Resort untuk melakukan pagelaran busana mereka. Hall yang berada di Pandawa resort bukan hanya satu jadi mereka tidak perlu bersitegang mendapatkannya.
Jika event acara Topan dimulai pukul 20.00, maka Brigitta memulainya lebih cepat yakni 19.30. Tentu saja hal tersebut akan ada maksudnya.
“ Bagaimana, apakah semuanya sudah beres?” tanya Brigitta kepada tim nya.
Semua mengangguk mengatakan bahwa semua sudah siap untuk tampil. Namun kekhawatiran jelas terlihat dalam wajah Risa. Pasalnya baju yang akan diperagakan sungguh sangat jauh dari kata layak dipamerkan dalam pagelaran fashion. Yang membuat Risa tambah cemas adalah tamu undangan yang datang. Tamu undangan tersebut adalah tamu undangan kelas atas yang berisi kaum sosialita. Risa sungguh merasa wasa-wasa.
“ Bri, apakah lo benar-benar serius mengeluarkan baju ini?”
“ Tck apa-an sih Ris. udah deh jangan bawel ya Ris. Tinggal kurang beberapa menit lagi mau on stage. Jangan bikin gue darting deh. Udah tenang aja, gue jamin semuanya aman.”
Risa membuang nafasnya kasar. ia sungguh tidak habis pikir dengan apa yang ada dalam pikiran Brigitta.
Lain Risa lain pula Bianca. Bianca sungguh takjub dengan apa yang ia lihat saat ini. Bukan hanya Bianca, Lani pun merasa sangat senang, mata keduanya berbinar melihat mahakarya sang bos.
“ Ya Tuhan bang, asli ini bagus banget.”
“ MasyaAllaah bang, ini keren banget. Besok kalo Lani nikah boleh ya bang satu.”
“ Tenang, kalian nikah aku bakalan suport baju buat kalian gratis.”
Apa yang diucapkan Topan tentu saja membuat kedua gadis itu terlonjak senang. Bianca dan Lani bahkan sampai melompat karena saking senangnya. Sedangkan Amar hanya menggeleng pelan melihat kelakuan dua anak gadis tersebut.
Tapi Amar pun mengakui bahwa gaun-gaun pengantin ciptaan Topan ini sungguh luar biasa. Topan membuat gaun pengantin dengan warna-warna soft. Tapi yang unik tidak ada warna putih di gaun pengantin ciptaan Topan. Gaun-gaun itu berwarna nude,soft pink, sky blue, rose gold, dan sage green.
Setiap gaun memiliki ciri khas masing masing, ada yang bawahnya berbentuk lebar ada juga yang berbentuk duyung. Masing masing juga memiliki detail yang unik. Tapi gaun yang dibuat Topan semuanya tertutup. Tidak ada yang terbuka baik di bagian dada, punggung ataupun belahan paha yang tinggi. Total ada 10 gaun yang akan Topan tampilkan malam ini.
“ Pan, kenapa nggak dari dulu kamu buat gaun pengantin gini?’
“ Entah mar, gue baru kepikiran sekarang.”
“ Terus yang itu?”
Amar menunjuk gaun pengantin yang berwarna sage green. Satu-satu nya gaun pengantin yang berwarna lain. Ya gaun yang berwarna sage green tersebut Topan buat khusus seseorang. Dia tidak akan menampilkan gaun tersebut dengan model. Tidak ada yang boleh memakainya kecuali si pemilik.
__ADS_1
“ Yang itu nggak akan di pakai model. Soalnya harus orangnya sendiri yang pakai.”
Amar tentu mengerti apa yang dimaksud Topan.
*
*
*
Musik mulai berdentum di hall sebelah menandakan bahwa Brigitta siap memamerkan hasil karya terbarunya yang ia beri judul everlasting monocrom. Terang saja semua tamu undangan begitu antusias dalam menyambut karya terbaru Brigitta. Sebagai fashion designer kelas atas karya Brigitta tentu saja masih ditunggu oleh para penggemarnya.
Satu persatu model mulai keluar dari backstage dan berjalan anggun di atas catwalk. Wajah-wajah antusias tamu berubah menjadi wajah yang penuh dengan rasa heran dan mungkin kecewa dengan apa yang ditampilkan oleh Brigitta.
“ Apa ini yang namanya fashion designer kelas atas. Kenapa bajunya B aja.”
“ Iya, asli ini nggak banget. Maaf kayak baju beli di toko obral nggak sih yang harganya 100 ribuan.”
“ Beneran ini karya Brigitta? Kenapa jadi aneh gini sih. Apa seleranya udah turun ya.”
Kasak kusuk semakin jelas terdengar saat semua tamu undangan mengungkapkan kekecewaannya. Ketika Brigitta berjalan keluar dari backstage ia sungguh terkejut saat tatapan tajam penuh kekecewaan terarah kepadanya. Bahkan terlihat beberapa sosialita mencibir baju yang diperagakan.
“ Maaf ya Bri, kali ini koleksimu FAILED!"
“ Benar, sepertinya seleramu turun drastis jadi kampungan.”
“ Sungguh kamu tidak layak jadi Fashion designer kelas atas. Baju-baju ini tak ayalnya seperti baju murahan.”
Kritikan pedas dari para tamu undangan tersebut tentu saja menarik perhatian awak media yang memang meliput acara fashion show Brigitta. Memang di setiap pagelaran busana yang ia lakukan pasti mengundang media.
Terang saja mereka mencari berita seperti mendapatkan jackpot. Berita tersebut pasti akan menjadi topik utama besok pagi.
Atap seakan runtuh mengenai kepala Brigitta. Risa yang mengetahui kondisi semakin tidak kondusif karena wartawan mulai maju dan ingin mewawancarai Brigitta bergerak cepat untuk mengamankan Brigitta. Wanita itu seperti di lem kakinya karena ia tidak bisa bergerak sama sekali. tubuhnya benar benar kaku ditempat.
“ Brigitta Almaida tolong jelaskan maksud dari fashion show gagal anda ini?”
__ADS_1
“ Apa benar Anda telah kehilangan keahlian Anda?”
“ Apa benar Anda membuat baju-baju ini asal-asalan?”
“ Tolong jelaskan Brigitta.”
Brigitta sungguh bingung mau mengatakan apa. ia masih berdiri membatu menatap nanar ke arah semua tamu yang melihatnya dengan tatapan yang entah seperti tidak bisa diartikan.
“ Bukan, itu bukan rancanganku. Aku tidak membuatnya!”
Duaaaaar
Sebuah kalimat terlarang yang seharusnya tidak ia katakan kini malah ia publikasikan sendiri di hadapan publik.
“ Apa maksud Anda Brigitta?Apakah Anda mengatakan bahwa itu bukan rancangan Anda. Lalu apakah Anda mencurinya!”
Brigitta kalap, ia menutup kedua telinganya dengan Tangan. risa yang sudah kewalahan akhirnya memanggil security dan bruk … Brigita pingsan di atas stage.
Awak media tambah gencar mengambil foto-foto Brigitta hingga membuat Risa berteriak marah.
“ Apa kalian sungguh tidak punya nurani? Dia pingsan tak sadarkan diri dan kalian masih asik mengambil gambar!”
ucapan Risa membuat mereka akhirnya mundur. Pihak keamanan pun datang dan membantu Risa untuk membawa Brigitta ke mobil. risa akan membawa Brigitta Ke rumah sakit.
Keributan yang terjadi di hall sebelah rupanya sampai juga ke telinga Topan. Pria itu menarik sudut bibirnya sehingga menampilkan sebuah seringai yang menakutkan. Ekspresi tersebut sungguh membuat Amar merinding disko.
“ Gillaaa nih bocah nyeremin asli kalau lagi mode kayak gitu,” ucap Amar dalam hati.
“ Jangan ngebatin Mar. Aku tahu kamu lagi ngebatin.”
“ Hehehe, sorry. So gimana itu yang sebelah.”
“ Tenang semuanya baru dimulai. Masih akan ada hal lain lagi yang akan mengejutkan tentunya.”
Amar hanya mengangguk. Meskipun ia tidak mengerti apa maksud Topan tapi pria itu yakin Topan pasti punya rencana lanjutan untuk wanita licik itu.
__ADS_1
TBC