
Topan terlihat begitu panik melihat darah yang merembes dari sela kaki Brigitta. Terlebih Brigitta pingsan, membuat pria itu semakin nyeri hatinya.
Nataya yang melihat langsung meminta Topan membawa Brigitta ke IGD. Dengan sekuat tenaga ia berlari. Bahkan baju Topan juga sudah ikut terkena darah milik Brigitta.
Setelah menaruh brigitta di brankar IGD, Topan keluar dengan wajah yang begitu lesu. Wajahnya tertunduk sempurna. Tampak dokter dan perawat tengah sibuk berlalu lala lalang. Nataya yang duduk di sebelah Topan mencoba untuk menjelaskan situasi yang sekarang dialami Brigitta.
" Berdoa semoga semuanya baik-baik saja."
Dokter Lisa berjalan keluar sambil menampilkan wajah yang sedikit kusut. Tampaknya ada sesuatu yang tidak beres yang terjadi di dalam sana.
" Ada apa dokter?"
" Kandungan pasien tidak bisa dipertahankan. Pendarahan yang terjadi cukup hebat. Rupanya saat terjatuh tapi bagian perut pasien terbentur."
" Innalillahi … "
Topan terkejut, begitu juga dengan Nataya. Topan bahkan tubuhnya sudah merosot ke lantai saking lemas nya.
" Kami membutuhkan darah golongan AB Rh negative. Darah golongan tersebut kumayan langka dan kami tidak memiliki stok di bank darah rumah sakit
" Saya dok, gunakan darah saya. Golongan darah saya juga AB Rh negative."
Nataya dan dr. Lisa saling pandang. Bagaimana keduanya bisa kebetulan memiliki golongan darah yang langka itu. Namun dr. Lisa sendiri tak mau ambil pusing, saat ini yang jadi prioritas pertama adalah keselamatan pasien.
Topan langsung dibawa oleh seorang perawat untuk diambil darahnya. Tak berselang lama Kai datang. Atas informasi dari Nataya, Kai sampai di rumah sakit setelah Nataya memberitahu apa yang terjadi di rumah sakit.
“ Bagaimana keadaan Brigitta dan dimana Topan lalu dimana pria brengsek itu?”
Nataya menjelaskan kembali semuanya dengan rinci mengenai kronologi kejadian yang tadi. Nataya Juga menceritakan tentang golongan darah Brigitta yang lumayan langka tapi ternyata Topan memilikinya,
Kai sedikit terkejut, mengapa semuanya bisa seperti kebetulan. Akhirnya Kai meminta Nataya untuk membantunya melakukan tes DNA pada Brigitta dan Topan. Nataya sejenak bingung atas permintaan Kai, namun Nataya tetap akan melakukannya. Kai mengatakan akan menjelaskan kepada Nataya nanti. Satu lagi pesan Kai bahwa hal ini tolong dirahasiakan bahkan dari dr. Dika sekalipun. Nataya mengangguk mengerti.
Setelah Nataya pergi untuk melakukan permintaan Kai, Kai juga pergi menuju tempat dimana Kama diamankan. Saat ini kama tengah diobati oleh perawat karena wajah dan tubuhnya memar akibat dihajar habis oleh Topan. Kai menyeringai saat melihat kondisi Kama. Kai tentu bangga dengan Topan karena bisa membereskan orang yang seperti Kama ini.
__ADS_1
“ Apa sudah siap ke kantor polisi?’
Deg
Pertanyaan Kai yang tiba-tiba itu membuat sekujur tubuh Kama menegang. Kantor polisi? Ia sungguh tidak berpikir bahwa ia harus ke sana. Meskipun takut, ia akan berusaha bersikap tenang dan seolah-olah tidak melakukan apa-apa. Hal tersebut tentu membuat Kai geram. Bukannya merasa bersalah tapi malah sok-sokan berani.
“ Beruntung adikku dulu tidak jadi menikah denganmu. Kau benar-benar pria brengsek. Dan sudah sepatutnya kau merasakan dinginnya lantai penjara.”
“ Tidak, apa salahku?”
Kai memejamkan matanya menahan kekesalan. Jika bisa dan tidak menambah masalah, Kai ingin sekali menambah luka di tubuh Kama tersebut saat ini juga.
“ Kau masih bilang bahwa kau tidak bersalah setelah membuat istrimu kritis dan kehilangan janinnya?"
Lagi bukannya sedih, Kama malah tersenyum puas. Kai benar-benar tidak habis pikir. Tampaknya pria di depannya itu jiwa nya benar-benar bermasalah.
“ Bagus kalau begitu, jadi aku sama sekali tidak terikat dengannya. Dan aku bebas.”
Glek
Kama menelan saliva nya dengan susah payah. Ia kali ini kebingungan harus berbuat apa. Terlebih pihak berwajib sudah ada di sana dan siap membawanya. Ingin meronta namun percuma. Pada akhirnya Kama hanya bisa nurut saat digelandang ke kantor polisi.
Hwan yang menerima laporan dari anak buahnya yang ia minta mengawasi Brigitta sedikit terkejut. Pasalnya saat ia meninggalkan Brigitta, wanita itu sudah baik-baik saja. Tapi mengapa tiba-tiba kritis.
Hwan langsung menyambar kunci mobilnya dan segera menuju ke rumah sakit. Ia merasa khawatir.
" Bagaimana bisa, bukankah tadi dia baik-baik saja. "
Beruntung jalanan tampak lengang sehingga Hwan bisa sampai lebih cepat. Ia langsung memarkirkan mobilnya di depan rumah sakit dna berlari menuju ruang IGD. Namun ia sedikit terkejut saat di sana terdapat 2 orang pria yang sedang menunggu.
Kai yang menyadari kehadiran Hwan sedikit memicingkan matanya. Ia tentu tahu siapa Hwan, tapi tidak dengan Hwan. Kai tetap bersikap tenang seolah-olah ia tidak tahu identitas Hwan.
Siapa mereka? Apa mereka ada hubungannya dengan Brigitta. Terus, mengapa pemuda itu memiliki wajah seperti tuan?
__ADS_1
Hwan semakin dibuat bingung dengan apa yang dia lihat. Setelah merasa Brigitta adalah orang yang familiar, dia kini merasa salah satu dari pria yang tengah duduk di kursi tunggu itu begitu mirip dengan tuannya.
Hwan mengenyampingkan hal tersebut. Ia lebih dulu harus tahu kondisi Brigitta saat ini.
" Masa kritisnya sudah lewat, akan tetapi dia tetap butuh istirahat. Mungkin pasien akan mengalami sedikit syok katena kehilangan janinnya."
Penjelasan dr. Lisa sedikit membuat Kai dan Topan bernafas lega. Begitu juga dengan Hwan. Meskipun Hwan sedikit terkejut saat mengetahui bahwa Brigitta keguguran.
" Maaf apa kalian berdua keluarga pasien? Apa Anda adalah adiknya?"
Hwan ternyata sudah tidak sabar untuk bertanya. Ia benar-benar melihat wajah tuannya ada di pria tersebut.
" Ya kami keluarga nya. Anda siapa?" jawab Topan.
Hwan tergagap, ia sendiri bingung bagaimana menjelaskan identitas dirinya kepada kedua orang yang ada di depannya.
" Aah saya kebetulan mengenal nona Brigitta tadi pagi karena nona Brigita menabrak mobil saya."
Topan hanya mengangguk. Ia menanyakan apakah pria tersebut baik-baik saja dna dijawab anggukan kepala oleh Hwan.
" Oh iya perkenalkan nama saya Hwan. Kalau boleh tahu Anda?"
" Aah saya Topan, dan ini abang saya Kai."
Kai menerima uluran tangan Hwan dan menjabatnya. Ia merasakan bahwa Hwan sangat penasaran dengan Topan dan Brigitta. Namun Kai akan menunggu dulu hasil tes DNA yang ia minta dari Nataya untuk memastikan kecurigaannya. Setelah itu baru ia akan memberikan informasi lagi kepada Hwan melalui situs Mr. Sun.
Sedangkan di sisi lain Hwan meminta orang untuk menyelidiki asal usul dari Brigitta dan Topan. Ia merasa bahwa Hee dan Hyun masih hidup saat melihat wajah Topan.
" Aku benar-benar harus memastikan ini. Tapi kau harus kembali ke Korea dulu. Tuna besar akan menghadapi sesuatu yang besar. Aku sedikit khawatir akan terjadi sesuatu di sana."
Hwan berada dalam dilema. Di satu sisi dia masih ingin terus melakukan penyelidikan akan tetapi di sisi lain tuannya Park Baek Yun akan melawan keluarganya. Dan hal itu membuat Hwan harus ada di dekat Yun. Ia tentu tahu kalau keluarga Park tidak akan mudah melepaskan Yun. Setidak sukanya mereka terhadap Yun namun mereka mengakui berkat Yun Group Park bisa berdiri kokoh hingga sekarang.
TBC
__ADS_1