
Astuti sungguh terkejut mendengar penjelasan Hwan. Namun Hwan juga belum bisa memutuskan apakah itu benar-benar valid atau tidak. Harus mengetes DNA Baek Yun dulu agar semuanya bisa dapat jelas terlihat.
Astuti kemudian mencari dua nama yang diberitahukan oleh Hwan. Matanya tak kuasa menahan tangis saat melihat kedua profil anak-anaknya.
“ Yeobo, ternyata anak-anak kita itu adalah orang terkenal. Apakah nanti akan mempengaruhi pendapat publik terhadap mereka jika kita muncul ke permukaan. Topan dan Brigitta seorang designer terkenal yang memiliki banyak pendukung.”
Yun terdiam mendengar ucapan sang istri. Ada sedikit kekhawatiran dalam diri Yun. Bukan karena pendapat publik akan tetapi pendapat kedua anak itu. Apakah mereka akan menerima fakta tersebut? Apakah mereka mau mengakui mereka kedua sebagai orang tua? Itulah kekhawatiran yang paling besar memenuhi hati dan pikiran Yun.
“ Ada satu hal lain yang mungkin membuat Anda berdua terkejut. Brigitta saat ini sedang mengurus perceraian dengan suaminya, dan dia baru saja mengalami keguguran karena ulah suaminya.”
“ Apa??”
Belum habis keterkejutan Yun dan Astuti tentang berita kemungkinan kedua anak mereka masih hidup, kini mereka kembali dikejutkan bahwa salah satu anak mereka mengalami kemalangan. Lagi, Astuti kembali menangis.
“ Apakah kita orang tua yang baik? Aku yakin mereka sangat menderita semasa kecilnya.”
Sebenarnya Hwan tidak mau menambah kesedihan kedua orang di depannya itu. Namun dia harus menyampaikan fakta mengenai kehidupan Brigitta dan Topan.
Jika Brigitta sedikit beruntung karena dibesarkan di panti asuhan, maka tidak dengan Topan. Topan dibesarkan di jalanan dan hampir meninggal jika tidak ditolong oleh Kai Bhumi Abinawa.
“ Kai Bhumi Aninawa? Bukankah ini adalah seorang bisnisman muda yang begitu dikenal, bahkan namanya diperhitungkan di dunia internasional karena kemampuan mengenai keamanan web sebuah perusahaan?”
Hwan mengangguk, ia tahu Kai bukan orang biasa. Dan, mungkin saja Topan beruntung bertemu orang seperti Kai.
“ Yang memberi nama Arsyanendra dibelakang nama Topan juga Kai. Topan diadopsi oleh Tuan Rama dan Nyonya Sita, Topan juga menikahi putri satu-satunya keluarga Joyodiningrat.”
“ Apakah yang dimaksud Joyodiningrat pemilik JD Coal?"
" Betul tuan."
Yun tahu betul perusahaan batubara yang bernama JD Coal. Perusahaan tersebut terkenal juga di negeri ginseng karena mereka juga mengimpor briket dari JD Coal.
Nampaknya Yun sungguh berhutang dengan Tuan Rama ini. Ia harus segera membuktikan bahwa dia adalah ayah dari Topan dan Brigitta. Yun tidak sabar ingin menemui Rama dan Sita untuk mengucapkan terimakasih.
" Hwan ambil sampel darahku lalu berikan ke rumah sakit yang sama untuk di tes oleh mereka. Aku sungguh berharap mereka berdua adalah putra putriku."
__ADS_1
Astuti memegang erat lengan sang suami. Ia pun tak sabar untuk menemui Topan dan Brigitta. Sebenarnya tidak perlu tes DNA juga Astuti sudah yakin. Bagaimana tidak, Topan sungguh mirip Yun saat masih muda.
🍀🍀🍀
Kama mengerang marah mengetahui bahwa Ana tidak datang ke rumah sakit. Ia sudah ber rela-rela untuk membolos dari perusahan. dan kini ia pun harus merelakan dirinya pulang dengan tangan kosong.
“ Tidak, aku tidak boleh pergi dengan sia-sia.”
Kama memutar arah mobilnya. Yang tadinya ingin kembali ke perusahaan ia akhirnya memilih untuk ke kediaman Joyodiningrat. Sepanjang mengemudikan mobilnya ia terus berpikir apa yang akan dia lakukan nanti. Tapi yang jelas dia harus bisa menemui Ana saat ini.
“ Oh iya di rumah itu pasti hanya ada Ana dan kedua orang tuanya. Kedua saudara kembar Ana dan si brengsek Topan pasti belumlah pulang.”
Kama menyeringai. Ia merasa hari ini dia bisa kembali mendekati pujan hatinya tersebut. Entah bagaimana pola pikir pria itu, Kama benar-benar berubah. Tidak ada sedikit pun sesal dalam hatinya setelah semua yang ia lakukan pada Brigitta dan calon bayinya itu.
Kama memarkirkan mobilnya sedikit jauh dari rumah Rama. Ia tidak kemudian turun dari mobil dan berjalan menuju ke sana. Senyumnya mengembang sempurna saat melihat Ana yang tengah berada di taman depan rumah. Wanita cantik yang kini mengenakan hijab itu tengah beraltih berjalan menggunakan tongkat nya.
“ Hai An,”
Deg
Ana sungguh terkejut. Suara milik pria yang enggan ia temui kini pria itu beridir tepat di depannya. Ana berusaha untuk bersikap tenang. Ia berjalan pelan menuju kursi rodanya dan kembai mendudukan tubuhnya.
“ An, kau sungguh semakin cantik.”
Jijik, itulah satu kata yang ada di pikirann Ana dengan melihat wajah Kama saat ini. Ana menggelengkan kepalanya dengan pelan.
“ Kau benar-benar pria yang tidak punya hati Kama. Kau bajingan! Bagaimana bisa kau terlihat begitu santainya dangan semua perbuatan burukmu kepada mbak Brigitta!”
Sungguh Kama seperti orang gila. Bukannya marah dengan apa yang Ana ucapkan, pria tersebut malah tersnyum lebar melihat Ana yang marah.
“ Kau semakin cantik saat marah begitu An. Bagaimana bisa aku tidak tahu kamu memiliki sisi yang begini.”
Mulut Ana menganga, ia benar-benar tidak habis pkir dengan pria yang ada di depannya tersebut. Enggan menanggapi lagi akhirnya Ana memilih menjalankan kursi rodanya untuk kembali masuk ke dalam rumah. Tapi tangannya terhenti saat Kama menarik kurs roda ana dan hendak membawanya ke luar.
“ Hei, apa yang kau lakukan. Ayaaaah!!! Mommy!!!”
__ADS_1
Kama sedikit panik saat Ana berteriak. Tanpa pikir panjang Kama langsung menggendong Ana. Ana berusaha memberontak dengan memukul punggung Kama.
“ Moooom !!!!”
Sita yang berada di dalam rumah tengah memasak terkejut mendengar teriakan sang putri. Pun dengan Rama. Keduanya berlari ke depan dan hanya menemui kursi roda Ana. Rama kemudaian berlari keluar pekarangan rumah dan melihat putrinya itu dibawa oleh Kama. Sebisa mungkin Rama mengejarnya. Namun Kama sudah berhasil memasukkan Ana ke dalam mobil dan mengunci pintu mobil sehingga Ana tidak bisa keluar.
“ Ayaaah !!!”
“ Siaaal!”
Kama tersenyum lebar. Ia pun kemudian masuk ke dalam mobil dan mulai menyalakan mobil miliknya.
“ Jangan berteriak, aku tidak akan menyakitimu.”
“ Dasar bajingan. Aku yakin kau akan menyesal seumur hidupmu melakukan hal ini terhadapaku.”
“ Tenang saja, aku tidak akan menyesalinya.”
Bruuuum
Kama melajukan mobilnya dengan sedikit lebih kencang. Namun konsentrasinya sedikit buyar saat ia melihat sebuah mobil mini cooper mengejarnya.
“ Brengsek siapa yang ada di dalam mobil itu.”
Ana mengangkat satu sudut bibirnya. Ia tentu tahu siapa yang ada di dalam mobil tersebut. Kama menambah kecepatang dan mobil mini cooper berwarna merah itu pun juga sama. Mobil buatan negara Ratu Elizabet itu nampaknya tak ingin kalah dengn mobil Kama. Kejar-kejaran pun terjadi hingga mini cooper tersebut bisa menyusul mobil Kama dan berhenti tepat di depannya.
Ckiiiiit
Kama menghentikan mobilnya dengan terpakasa. Dia sungguh marah kepada mobil yang ada di depannya tersebut.
“ Bajinggaan!! Siapa sebenarnya orang itu.”
Kama pun keluar dari mobilnya. Ia benar-benar ingin menghajar orang yang ada di dalam mobil mini cooper tersebut. Tapi ternyaa sebelum ia akan bertanya orang tersebut sudah keluar dari sana. Dengan tatapan tajamnya orang itu begitu lantang meneriaki Kama.
“ Lepaskan adikku!!!”
__ADS_1
“ Ciiih wanita. Bisa apa kau!”
TBC