Rahasia Hati Sang Designer

Rahasia Hati Sang Designer
RHSD 66. Appa dan Eomma


__ADS_3

Topan masih mencerna setiap cerita yang keluar dari mulut pasangan suami istri yang ada di depannya. Sesekali Sita mengusap punggung Topan seakan memberi kekuatan dalam menerima kenyataan yang ada.


Siapa sangka kedua orang tuanya merupakan orang terpandang di negeri ginseng tersebut. Dan fakta Topan adalah anak kandung dari pasangan suami istri tersebut dikuatkan dengan bukti tes DNA.


" Berarti aku dan Mbak Brigitta anak Anda berdua?"


Astuti dan Baek Yun mengangguk. Timbul rasa khawatir di hati keduanya jika tiba-tiba Topan menolak. Terlebih Baek Yun yang merasa sangat gagal melindungi istri dan anak-anaknya jadi terasa begitu terlambat untuk menemukan mereka.


" Alhamdulillah kalau Anda berdua baik-baik saja. Saya sempat benar-benar merasa khawatir kalau orang tua saya mengalami hal buruk."


Astuti dan Baek Yun saling pandang, mereka berdua sungguh tidak menyangka bahwa Topan akan bicara seperti itu.


" Apa kamu tidak marah dengan kami nak?"


" Tidak, mengetahui saya masih memiliki saudara saja sudah membuat saya bahagia terlebih sekarang saya mengetahui bahwa kedua orang tua saya masih hidup, kebahagiaan saya jadi berlipat ganda. Saya tahu Anda berdua pasti juga mengalami kesulitan."


Tes, air mata Astuti meluncur tanpa permisi diikuti oleh Baek Yun kemudian. Mereka tersedu, rupanya semua benar-benar mengalami kesulitan masing-masing dalam menjalani hidup lebih dari 20 tahun itu akibat perpisahan.


" Bolehkan eomma memelukmu?"


Topan mengangguk, ia beranjak dari duduknya di sebelah Sita menuju ke tempat duduk Astuti dan Baek Yun. Astuti menatap lekat wajah putranya itu lalu menyentuhnya. Sebuah senyuman terbit di sana namun diikuti dengan tangis.


" Putraku, Dae Hyun."


Astuti langsung memeluk Topan dengan erat. Pelukan yang sungguh ia sangat rindukan, Terakhir Astuti memeluk Topan saat usianya 2 tahun. Wanita paruh baya itu tergugu.


Rupanya Topan merasa hal yang sama, ada rasa hangat menjalar di hati dan tubuhnya. Berkali-kali ia mengucapkan syukur ternyata ia masih memiliki keluarga yang lengkap meski semuanya seperti sebuah bak kado kejutan yang bertubi. Baek Yun pun ikut memeluk Topan. Ia sungguh bahagia.


Setelah beberapa saat Astuti, Baek Yun dan Hwan mohon pamit. Astuti dan Yun berkali-kali mengucapkan terimakasih kepada Rama dan Sita. Astuti juga sungguh senang dengan Ana yang menjadi menantu mereka. Besok mereka membuat janji temu dan meminta bantuan Topan untuk membawa Brigitta agar bisa menyampaikan semuanya kepada Brigitta. Tentu saja Topan setuju, semakin cepat mengetahui identitas bahwa merek merupakan satu keluarga maka semakin baik.


" Apa kau bahagia By?"

__ADS_1


" Tentu saja kak. Menemukan mbak Brigitta sebagai kakak kandungku aku merasa sangat bahagia. Ini ditambah mengetahui sebuah fakta bahwa aku masih memiliki eomma dan appa sungguh aku sangat bahagia."


" Alhamdulillaah kalau begitu. Aku ikut senang by kamu akhirnya menemukan keluargamu. Lalu apakah akan merubah namamu menjadi Lee Dae Hyun?"


" Tidak kak, biarkan nama itu menjadi nama keluarga. Dan aku tetap akan memakai namaku sekarang Topan Arsyanendra."


Ana memeluk Topan dengan erat. Sungguh ia sangat bahagia melihat wajah suaminya yang dari tadi terus mengembangkan senyum itu.


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Hari berikutnya sesuai dengan janji Topan membawa Brigitta untuk menemui Astuti dan Yun. Astuti sungguh gugup untuk bertemu dengan Brigitta. Lagi, ia merasa khawatir jika anak perempuannya itu tidak menerima kehadiran mereka yang begitu tiba-tiba.


" Jangan gugup begitu. Semua akan baik-baik saja," ucap Yun menenangkan sang istri.


Tampak dari arah pintu kafe Topan berjalan beriringan dengan Brigitta. Astuti tersenyum haru melihat Brigitta yang begitu cantik meski tubuhnya sedikit kurus.


Sedangkan Yun merasa sedikit marah saat mengingat cerita Hwan mengenai perlakuan mantan suami Brigitta dan keluarganya. Tampaknya Yun sudah menyusun rencana untuk membalas perlakuan mereka kepada putri pertamanya itu.


" Aku membawa Mbak Bri eomma, appa."


" Apa maksudmu Pan? Eomma, appa? Mereka berdua siapa?"


Yun dan Astuti menceritakan semuanya dari awal hingga akhir tanpa ada yang ditutupi. Ekspresi keterkejutan dalam wajah Brigitta tentu bisa mereka lihat. Namun ekspresi itu berubah menjadi tangis.


" Alhamdulillah, syukurlah. Benar-benar Syukur karena masih diberikan kesempatan untuk bertemu orang tuanya."


" Apa kamu tidak marah dengan kami?"


Brigitta menggeleng, semenit kemudian Astuti memeluk Brigitta dengan air mata yang berlinang sedangkan Yun mengusap kepala anak perempuannya itu. Mereka kini sudah terlibat pembicaraan seru. Topan bergantian dengan Brigitta menceritakan masa kecil mereka mereka yang membuat Astuti dan Yun teriris hatinya.ย ย 


" Maafkan kami ya, jika kami bisa menemukan kalian lebih cepat."

__ADS_1


Brigitta dan Topan menggeleng. Mereka mengatakan bahwa apa yang mereka dapat waktu muda merupakan pembelajaran yang berharga bagi keduanya.ย 


Astuti dna Yun sungguh bersyukur, Topan dan Brigitta tumbuh sangat baik dibalik beratnya hidup mereka.


" Apa kalian berdua besok bisa ikut ke perusahaan?"


" Untuk apa appa?"


" Aku akan mengenalkan kalian sebagai putra putriku kepada seluruh karyawan perusahaan."


Topan dna Brigitta mengangguk setuju. Mereka tentu tidak keberatan untuk ikut sang ayah.


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Kebahagiaan Topan dan Brigitta tentu berbanding terbalik dengan Agus dan Rima. Keduanya sungguh pusing dengan kasus yang menimpa Kama. Tuduhan penculikan tentu akan menambah berat hukuman kurungan Kama. Ditambah lagi kemarin Kama baru lepas dari kantor polisi saat Brigitta memutuskan untuk tidak memperpanjang kasusnya.


Meskipun begitu record buruk tentu sudah melekat pada diri Kama. Bagaimanapun Kama telah melakukan KDRT terhadap sang istri karena saat Brigitta mengalami keguguran oleh ulah Kama posisi mereka masih sah sebagai suami istri di mata hukum negara.


" Apa yang harus kita lakukan mas. Tidak bisakah kau meminta maaf kepada keluarga Tuan Rama dan memohon kepada mereka untuk melepaskan Kama?"


Agus terdiam kembali. Setiap kali Rima memberi ide untuk meminta maaf kepada keluarga Rama, Agus selalu diam membisu.


" Mas, tidakkan kita menurunkan ego kita untuk putra kita? Apa yang kita dapat mas dengan meninggikan ego kita. Semua hancur berantakan, dan kita bisa merasakan itu."


Agus membuang nafasnya dengan kasar. Apa yang diucapkan oleh sang istri tentu saja benar adanya. Agus pun setuju untuk mengambil cara tersebut yakni meminta maaf kepada keluarga Rama atas segala hal buruk yang mereka lakukan.


Rima tentu senang, suaminya mau melakukan hal tersebut. Paling tidak masih ada harapan untuk mereka melepaskan Kama dari jerat jeruji penjara.


Namun rupanya rencana tidak selalu berjalan mulus. Bagaimana tidak, hari besok semua orang tidak boleh tidak masuk kerja. Ada rapat dadakan yang diadakan oleh pemilik GN Group. Agus mendengus kesal, semenjak perusahaan itu berubah kepemilikanย  menjadi milik Lee Baek Yun dan dipimpin oleh Hwan sering sekali tiba-tiba ada rapat dan pekerjaan menurutnya semakin berat.


Tentu saja itu hanya pikiran Agus. Sudah sekian lama menduduki puncak tertinggi sebuah perusahaan tiba-tiba lengser membuatnya harus adaptasi dengan pekerjaan yang begitu banyak.

__ADS_1


" Akan ada apa lagi besok?"


TBC


__ADS_2