Rahasia Hati Sang Designer

Rahasia Hati Sang Designer
RHSD 47. Saaaah !!!!


__ADS_3

Rama yang baru pertama ini akan menikahkan anak nya terlihat begitu gugup. Bahkan wajahnya pucat, Juna yang sudah berpengalaman menikahkan putrinya dua kali tampak mendekati sang sahabat dan mencoba menenangkan.


" Santai jangan gugup. Lihatlah Topan nanti ikutan gugup. Kakinya nggak berhenti gerak gitu."


Rama kemudian melirik ke arah pemuda yang tidak lama akan jadi menantunya itu. Topan tampak gagah dan tampan dengan tuxedo warna hitam, kulitnya yang putih benar-benar kontras  dengan pakaian yang ia kenakan.


Rama mengambil nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkan kan secara perlahan. Ia pun menyentuh tangan Topan dan menggenggamnya, mengalirkan sebuah ketenangan agar pemuda tersebut jauh lebih rilex. Tangan Topan yang berkeringat dingin bisa dirasakan jelas oleh Rama.


" Mari sama-sama tenang. Percaya sama ayah semuanya akan baik baik saja."


Topan mengangguk, ia menetralkan nafas dan degup jantungnya. Tak lama penghulu pun datang bersama dengan Kai. Topan yang semula sudah tenang kembali terlihat gusar.


" Mas nganten, yang tenang ya. Jangan gugup nanti malah salah sebut," ucap pak penghulu dengan nada bercanda. 


" Baik, mari kita mulai saja. Pak Rama monggo dijabat tangan calon menantunya."


Rama kembali meraih tangan Topan dan menggenggamnya dengan erat. Rama mengangguk kepada pemuda tampan itu memberi isyarat agar tenang.


" Topan Arsyanendra saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandungku satu-satunya Anandita Senja Abinawa dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang 9.042.023 dibayar tunai."


" Saya terima nikah dan kawinnya Anandita Senja Abinawa binti Raden Rama Hadyan Joyodiningrat dengan mas kawin tersebut tunai."


Hening sesaat, setelah Topan dengan lugas mengucapkan ijab qobul tersebut semuanya terdiam.


" Bagaimana para saksi, sah!"


" Saaaah!!!!"


Lagi-lagi suara Rey paling keras diantara semuanya. Hingga pria tinggi nan tampan itu menjadi pusat perhatian dari seluruh tamu.


Kini giliran Ana yang dibawa boleh keluar oleh Sita dan Lia. Di dalam Ana sungguh sangat gugup. Saat kata sah diucapkan airmata gadis itu mengalir. 


" Selamat sayang, sekarang statusmu telah berubah menjadi seorang istri."


Sita memeluk putrinya tersebut. Ada rasa sakit dalam hatinya saat mengantarkan putrinya menikah dalam kondisi seperti itu. Jika bisa, ia bahkan ingin menggantikan sang putri dalam menanggung apa yang semua terjadi. 


" Yook, sudah. Keburu ditungguin. MasyaaAllaah kamu cantik sekali An."

__ADS_1


Dengan didorong Sita dan Lia, Ana keluar dari kamar menuju taman belakang yang disulap menjadi acara pesta. Saat Ana keluar semua mata tertuju pada gadis yang kini berubah statusnya menjadi wanita bersuami. Semua terpukau dengan kecantikan Ana yang memakai gaun ciptaan Topan.


Topan yang sedari tadi gugup menunggu istri yang baru sah dinikahi begitu terpana dengan wajah cantik Ana berbalut hijab. Ya, Ana meminta Lia untuk mendandaninya dengan hijab yang selaras gaun pengantinnya. Air mata Topan luruh, ia pun bangkit dan menghampiri Ana. Bukan untuk mendorong kursi roda yang dipakai Ana melainkan mengangkat Ana dan menggendongnya menuju meja akad untuk menandatangani  buku nikah. 


Semua mata menatap haru dengan apa yang dilakukan Topan. Rama ikut bangkit dari duduknya dan membantu menarik kursi untuk Ana duduk.


" Selamat sayang, semoga kamu selalu bahagia," ucap Rama sambil mencium pucuk kepala sang putri lalu memeluknya erat.


Semua prosesi dari penandatanganan buku nikah hingga memakaikan cincin sampai memohon restu sudah dilakukan. Kini tiba acara pesta sederhana di mulai. Para pria yakni Akhza, Abra, Nataya, dan Yasa maju ke depan mengambil alat musik yang memang mereka minta dari pihak WO lalu memainkan sebuah lagu. 


Nataya yang bertindak sebagai vokalis memberi aba-aba untuk memulai nada lagu milik Payung Tedud yang berjudul Akad. Lirik demi lirik ia menyanyikan membuat semua orang ikut larut di dalamnya.


" Kak, ide siapa kakak pakai hijab?"


" Ide ku, aku ingin mantap berhijab setelah menikah."


Topan tersenyum, sungguh tampilan Ana kali ini sangat cantik dengan hijab yang menutupi seluruh bagian rambutnya.


" Pan, apa mau berdansa?"


" Maksud kakak?"


Topan sungguh masih tidak mengerti. Bagaimana mereka akan berdansa jika Ana baru bisa belajar berdiri. Namun karena Topan tidak ingin membuat istrinya itu kecewa ia pun menyetujui usul Ana.


So as long as I live I love you


Will have and hold you


You look so beautiful in white


And from now 'til my very last breath


This day I'll cherish


You look so beautiful in white


Tonight

__ADS_1


Saat chorus mulai dinyanyikan oleh Nataya, Topan berdiri membungkuk memberi hormat lalu mengulurkan tangannya kepada Ana. Siapa duga Ana berdiri, meskipun masih sedikit berusaha tapi Ana berdiri dengan baik. Semua orang tentu terkejut. Topan pun demikian. Pria itu langsung memeluk erat pinggang Ana dan menempelkan ke tubuhnya.


" Kak??"


" Aku sudah bilang aku bisa."


Topan pun perlahan mulai menggerakkan tubuhnya mengajak Ana berdansa namun dengan gerakan terbatas. Sungguh Topan sangat khawatir dengan kondisi kaki Ana hingga beberapa saat Topan bisa merasakan Ana sudah cukup lelah. Ia pun langsung mengangkat tubuh Ana ala bridal style dan membawanya kembali duduk.


" Terimakasih, terimakasih sudah sangat berusaha. Aku mencintaimu kak, istriku, Anandita Senja Abinawa."


" Aku juga mencintaimu, suamiku Topan Arsyanendra."


Rama dan Sita kembali meneteskan air mata mereka melihat kedua putra putrinya itu. Sungguh ini adalah hal yang tidak pernah ia duga. Kai yang ada di samping kedua orang tuanya hanya bisa mengusap punggung keduanya dengan lembut, sebagai tanda bahwa semua baik baik saja.


" Terimakasih bang."


" Terimakasih untuk apa yah."


" Terimakasih karena membawa Topan anak baik itu di tengah-tengah keluarga kita."


Kai tersenyum ia mengangguk. Rama memeluk Kai dengan begitu erat. Semakin hari semakin sayang saja pria itu kepada putra sambungnya. Kai selalu jadi penolong untuknya.


Dani yang menyaksikan betapa sayangnya Rama hingga Kai sebesar ini sungguh merasa bersyukur. Dia tahu Kai adalah anak yang baik, dia bahkan juga menyayangi adiknya yang lahir dari Seruni.


Satu persatu tamu pulang ke rumah masing masing. Kini di rumah tersebut tinggal keluarga Joyodiningrat. Akhza dan Abra memeluk sang adik dengan erat.


" Huhuhu, udah jadi istri orang sekarang mah. Nggak bisa di unyel-unyel lagi," ucap Abra.


" Dek, masih sayang kita kan. Nggak lupain kita kan," imbuh Akhza.


Ternyata kedua saudara kembar itu tadi saat acara berlangsung hanya pura-pura kuat melihat adik kembar perempuannya menikah. Padahal mereka sungguh sedih. Kini keduanya memeluk Ana tak kunjung dilepas juga. Padahal udah sejaman mereka dalam posisi begitu. Rama, Dita, Kai dan Kiran hanya terkekeh geli melihat triple A begitu.


" Mas, Kak, udah lepasin. Istriku itu."


" Heh, dia adik kami ya. Dek, ntar malam bobok sama kita ya."


Ana menatap lurus kepada Topan, sedangkan Topan hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Roman-romannya malam ini dia harus kembali tidur sendiri karena istrinya disabotase oleh kedua kakaknya.

__ADS_1


Kesibukan Akhza dan Abra benar-benar membuat mereka berdua kurang waktu terhadap Ana. Ada rasa sesal di hati keduanya. Bagaimanapun mereka kembar 3 yang sangat dekat. Sejenak ada rasa belum terima melepas bungsu perempuan itu menikah. Tapi baik Akhza dan Abra bersyukur, Ana menikah dengan Topan. Paling tidak keduanya sangat paham mengenai sikap dan sifat Topan.


TBC


__ADS_2