Rahasia Hati Sang Designer

Rahasia Hati Sang Designer
RHSD 46. Malam Bujang


__ADS_3

H-1 acara pernikahan Ana dan Topan, kediaman Joyodiningrat sudah begitu ramai dengan beberapa keluarga dan teman. Tampak Nataya dan Naisha, lalu Arumi dengan kekasihnya yang masih selalu dibuntuti oleh sang ayah hingga membuat Rey pusing dengan sikap calon mertuanya itu.


Sedari habis magrib berada di rumah tersebut Rey sama sekali tidak bisa mendekati sang kekasih. Mata elang Adit terus menatap tajam ke arah Rey.


“ Lama-lama gue kawinin juga ni anak gadisnya. Calon ayah mertua bener-bener deh.”


“ Jangan sembarangan. Nikahin dulu.”


“ Ya maksud gue itu Nataya, abang ipar kesayangan gue.”


Sontak selorohan Rey membuat para pria yang tengah berkumpul itu tertawa. rey selalu juara kalau untuk membuat suasana menjadi cair.


“ Gimana Bro kembar, sudah ngamanin slot belum buat setelah Ana sah. Pan, lo ngasih pelangkah apa buat kedua kakang kembar lo ini?”


“ Gue bakalan bikinin gaun pengantin yang paling bagus buat siapa yang duluan punya calon. Siap begadang gue mah kalau Kak Akhza atau Mas Abra udah ada calonnya. Dijamin gaunnya spektakuler, sensasional, membahana.”


Ya Topan jika tengah berkumpul dengan Akhza, Abra, Nataya, Rey, dan juga Yasa akan menggunakan bahasa non formal. Meskipun begitu ia tetap menghormati mereka sebagai yang lebih tua.


( Masih inget kan Nataya anak siapa, Rey dan Yasa anak siapa?)


" Huh, awas lo Topan gue sleding baru nyaho."


Abra bersungut-sungut. Pasalnya ia kalah dengan sang kakak, Akhza. Meskipun belum memproklamirkan hubungan tapi Abra tahu persis, pria kaku dan dingin itu leleh juga dengan kekuatan dan kegigihan seorang gadis bar-bar yang mengejar hampir 2 tahun.


" Kali lu pas pembagian jodoh datangnya telat Ra. Jadi sampai sekarang hilal nya belum kelihatan."


Celetukan Rey dijawab kekehan semua pria muda nan mempesona itu. Bayangkan Nataya meskipun sudah menikah namun ketampanannya tidak berkurang sedikitpun. Dan Topan yang akan menikah terlihat auranya semakin keluar. Sedangkan Akhza yang cool selalu menarik perhatian para wanita, serta Yasa dosen ramah dan murah senyum selalu membuat para gadis meleleh.



geng cowok ganteng gesss

__ADS_1


Lain para lelaki lain pula para wanita. Di kamarnya Ana sungguh merasa gugup. Pernikahan yang hanya besok itu membuat Ana bahkan tidak bisa berkata apapun. Padahal Naisha, Airin dan Arumi saat ini di kamarnya tengah bercengkrama.


" Woelah calon manten napa diem aja yak?" celetuk Airin.


Ya gadis yang kata Rey nggak ada manis-manisnya itu memang selalu konsisten dengan sikapnya yang asal nyablak dan sembarangan.


" Tenang saja An. Semuanya akan baik-baik saja. Kalian kan sudah mengenal lama. Pasti akan lebih mudah untuk menjalani pernikahan."


" Karena udah mengenal lama itu kak Nai, Ana jadi merasa canggung sama dia  selama ini Ana selalu memperlakukan Topan kayak adik kecil Ana. Laaah tiba tiba mau jadi suami. Ana nggak bisa ngebayangin."


" Jangan dibayangin An, tapi dinikmatin aja."


Arumi langsung mengeplak lengan sahabatnya yang benar-benar asal mangap itu. 


" Kak Ana, kalina kan saling cinta. Yakin deh semuanya akan mengalir dengan sendirinya."


" MasyaaAllaah adik kecil aku udah pinter. Kak Nai dah siap nih kayaknya Arumi jadi adik ipar."


Arumi hanya tersipu mendengar ucapan Ana. Gadis berhijab itu benar-benar tumbuh jadi gadis cantik, Rey sampai kesulitan mendapat kata 'ya' dari Arumi saat mengungkapkan perasaan.


" Dit gimana, kapan mau ngasih restu sama pangeran Star Building. Aku lihat Rey udah serius gitu."


" Entahlah Mas Rama. Aku masih belum ridho Arumi nikah muda."


Rama hanya tersenyum simpul. Dia tahu betul kekhawatiran Adit, terlebih Adit yang mantan cassanova itu benar-benar parno saat memiliki anak perempuan. ( Kisah Adit di Casanova insaf ya hehehe)


🍀🍀🍀


Pagi hari suasana rumah Rama sungguh sangat ramai. Terlebih para lelaki yang semalaman asik mengobrol itu susah sekali dibangunkan. Setengah 6 mereka baru terbangun. Jika bukan suara tajam Kai mungkin mereka akan kesiangan menjalankan kewajiban 2 rakaat.


" Siapa suruh begadang!!"

__ADS_1


" Ampun bang."


Semua menunduk lalu lari ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Nataya di dapuk untuk jadi imam. Tadinya ia akan menolak tapi tatapan tajam Kai membuat suami dari Naisha itu mengalah.


“Sekarang kalian cepat bersiaplah. Ingat acara jam 07.30, ini sudah jam 06.00.”


Semua benar benar mengangguk patuh. Mereka menyebar menuju kamar mandi yang kosong untuk segera mandi. Sungguh diluar dugaan, para pria itu mandi tidak lebih dari 5 menit. Kai sampai dibuat melongo oleh tingkah anak-anak itu.


“ Kalian serius mandi? Apa jangan jangan lap muka aja.”


“ Mandi bang,” jawab kelima pria yang masih dianggap bocah oleh Kai serempak layaknya seorang bawahan yang menjawab pertanyaan komandannya. 


" Good, sekarang sarapan lalu ke taman belakang. Beberapa tamu dan kerabat sudah datang. Tugas kalian menerima tamu kecuali Topan tentunya.”


“ Bang, boleh nengokin istri dulu nggak.”


“ Tck, jangan aneh-aneh Nat. Istrimu sedang berada di kamar Ana membantu Ana berdandan. Sudah kamu ikut sama yang lainnya.”


Nataya tertunduk lesu sedangkan yang lainnya hanya menertawakan tingkah Nataya tersebut.


Disisi lain Kiran, Sita, dan Lia benar-benar tertawa menyaksikan mereka yang begitu takut dengan setiap apa yang Kai ucapkan. Seruni yang baru datang bersama Dani pun terkekeh geli melihat kelakuan para adik-adik Kai tersebut.


" Kiran, apa suamimu di rumah juga begitu?" tanya Lia penasaran. Lia yang mengenal Kai dari usia 6 tahun itu sungguh sangat gemas melihat Kai yang sekarang. Bagaimana tidak, Kai dulu adalah seorang anak yang menggemaskan. Jika oleh Sita dibawa ke kantor maka bocah itu akan jadi pusat perhatian semua orang. Terlebih pipi chubby Kai selalu jadi sasaran rekan kerja Sita.


" Hehehe, nggak tante. Abang mana pernah begitu di rumah." jawab Kiran singkat.


" Lia, Kai mah kalo sama istri bucin the next level. Hanya sama istri dan anak-anaknya doi bisa bener-bener soft kayak pantat bayi."


Selorohnya Sita diikuti tawa Lia, Kiran, dan juga Seruni. Lia hanya manggut-manggut. Sungguh wanita itu tidak menyangka jika bocah yang dulunya selalu ikut mommy nya bekerja kini menjadi pria hebat dan disegani adik-adiknya bahkan bukan hanya mereka tapi banyak orang.


Sungguh tidak banyak yang tahu hal yang  dilakukan bocah ajaib itu. Kai dengan tingkat kecerdasan di atas rata-rata selalu mengejutkan orang-orang disekitarnya. Bahkan Rama dibuat menganga saat perusahaannya diambang pailit, Kai datang memberikan suntikan dana yang diluar nalar bagi anak seusia 6 tahun.

__ADS_1


Hal terakhir yang membuat Rama dan Sita bangga saat meminta keduanya menerima Topan di tengah-tengah keluarga ini. Dan benar saja kini tak lama lagi Topan benar-benar menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga Joyodiningrat. Banyak hal yang dilakukan Kai untuk seluruh keluarganya. Pun dengan Dani dan Seruni, bersatunya mereka ternyata juga ada campur tangan Kai. Seruni bahkan begitu menyayangi Kai meskipun bukan darah dagingnya sendiri.


TBC


__ADS_2