Rahasia Hati Sang Designer

Rahasia Hati Sang Designer
RHSD 53. Peringatan Brigitta


__ADS_3

Brigitta merasa begitu haus dan lupa membawa minum. Ia harus turun ke bawah untuk mengambil air. Lagi-lagi Kama tidak ada disampingnya. Sudah 2 minggu ini Kama tidak pernah tidur sekamar dengan Brigitta. Hal tersebut Brigitta ketahui saat Kama mulai mengintai Ana kembali.


Namun ia tak mau ambil pusing sekarang. Fokus dan tujuannya berubah yakni hanya untuk anak yang dikandung. Dengan berjalan pelan Brigitta menuruni tangga. Ia sebenarnya memilih tinggal di lantai bawah karena lebih memudahkan untuk beraktivitas. Brigitta yang baru pertama kali mengandung tentu saja merasa was-was dan parno.


Huft …


Wanita itu membuang nafasnya kasar saat melihat suaminya tertidur di sofa depan televisi. Ia kemudian membenarkan posisi tidur Kama. Mengambil ponsel yang jatuh dan menaruhnya ke atas meja. Hatinya sedikit tercubit melihat gambar layar depan ponsel suaminya itu. Ia hanya menyunggingkan senyum kecut.


" Kau benar-benar tidak bisa melupakannya Fand. Di sini aku memanglah yang bodoh."


Brigitta melenggang ke dapur mengambil air dan kembali ke kamarnya di lantai atas. Tidak ada sedikitpun niatnya untuk membangunkan Kama dan memintanya pindah ke kamar.


Kama yang ternyata hanya pura-pura tidur langsung bangkit dari posisi tidurnya. Ia menyeringai, rupanya ia sengaja melakukan hal tersebut untuk membuat Brigitta menyerah dengan hubungan mereka.


" Aku harus kembali pada Ana. Aku sama sekali tidak bisa kehilangan Ana."


Nampaknya Kama benar-benar mulai dikuasai obsesi. Dari sebuah penyesalan mendalam karena meninggalkan Ana, kini berubah menjadi keinginan untuk memiliki dengan dalih ingin menebus kesalahan. Bahkan Kama mulai tidak peduli dengan kondisi Brigitta yang tengah mengandung darah dagingnya.


Brigitta yang berada di kamar hanya bisa menangis. Ia tahu semua yang ia lakukan adalah buah dari kesalahannya, akan tetapi sungguh ini sudah diluar batas kemampuannya untuk menerima. Terlebih dia tidak punya tempat untuk berkeluh kesah. 


Brigitta mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar. Kamar yang diharapkan akan menjadi tempat terhangat kini malah terasa begitu dingin. Ia kembali tergugu menatap setiap sudut ruangan 4x6 tersebut hingga matanya terkunci pada sebuah benda. 


Brigitta berdiri lalu meraih benda tersebut. Entah kapan terakhir kali dia menggunakan benda itu. Dulu saat di panti ia begitu rajin tapi setelah dewasa dia mulai meninggalkannya. 


Brigitta kemudian berjalan ke kamar mandi menyalakan keran air dan mulai membasuh bagian-bagian tubuhnya. Ia tersenyum pelan, ternyata dia tidak lupa cara berwudhu. Setelah itu Brigitta kembali ke kamarnya mengambil mukena yang merupakan bagian dari mahar yang diberikan oleh Kama. Wanita itu memakainya lalu memulai kewajiban yang pernah ia tinggalkan. Di akhir sholatnya Brigita langsung terisak. Memohon ampun, mengakui segala perbuatan buruk yang pernah ia lakukan.


" Ya Allah, entah apakah sholat ku ini Engkau terima atau tidak. Aku begitu buruk, aku begitu lalai. Aku mohon ampunan-Mu Rabb."

__ADS_1


Brigitta semakin larut dalam doa dan penyesalannya. 


🍀🍀🍀


Hari selanjutnya Brigitta sudah meninggalkan rumah Kama. Ia tidak ingin melihat orang di rumah itu. Mendengar setiap apapun yang keluar dari mulut Kama dan kedua orang tuanya membuat suasana hati Brigitta menjadi tidak bagus. Dalam fase hamil muda seperti ini dia benar-benar harus menghindari stres terlebih kata dr. Lisa kandungannya termasuk dalam kategori lemah.


Brigitta memarkirkan mobilnya di sebuah kedai makan. Ia menunggu kehadiran Topan dan Ana. Ya, semalam saat Topan menyanggupi bahwa mereka akan bertemu Brigitta langsung mengirim tempat lokasi pertemuan mereka.


Selang 10 menit Topan datang bersama Ana. Ana masih menggunakan kursi rodanya. Hal tersebut Topan lah yang meminta, meskipun sudah bisa berjalan sedikit-sedikit dengan tongkat namun Topan belum mengizinkannya.


Topan dan Ana terkejut melihat tampilan baru Brigitta. Wanita 30 tahun tersebut terlihat cantik dengan hijab yang menutupi kepalanya. Pun dengan Brigitta, ia juga terkejut melihat Ana yang semakin anggun dengan balutan hijab.


Brigitta langsung berdiri dan menyambut Ana. Ada rasa sesal yang begitu besar menggelayut dip hati wanita itu.


" Aku sungguh minta maaf kepada kalian."


" Sudah mbak, sudah tidak apa-apa. Mari duduk dan makan. Mbak sedang hamil butuh banyak asupan makanan."


Ana kembali duduk di kursi rodanya dan Brigita juga kembali duduk di susul dengan Topan. 


" Pan, aku sungguh minta maaf. Kesempatan kali ini aku akan mengakui segalanya. Jika kau ingin membawa ini ke ranah hukum aku pun siap."


Satu persatu pengakuan terlontar dari bibir Brigitta. Mengenai pencurian design Topan yang pertama, perusahan studio, rencana penggagalan pagelaran Topan dan rencana mempermalukan Ana di depan publik. Sedikit terbata namun Brigitta bisa mengatakan semua kesalahan atau lebih tepatnya perlakuan buruknya.


Topan mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Ia sudah tahu semua itu dan ia tidak akan mempermasalahkannya lagi.


" Sudah mbak, sudah tidak usah dibahas. Aku sudah mengikhlaskan apa yang sudah lalu. Dan aku sudah memaafkan mbak. Sekarang mari hidup dengan lebih baik lagi kedepannya. Apa mbak mau join di LS. Maaf bukannya aku …"

__ADS_1


" Terimakasih Pan, terimakasih banyak dan Ana juga. Kalian sungguh berbesar hati memaafkan aku. Dan untuk join, aku belum bisa. Sungguh aku masih malu dengan apa yang aku lakukan padamu."


Topan mengangguk dan tersenyum ke arah Brigitta. Brigitta yang sekarang sungguh berbeda. Pembawaan wanita itu begitu lembut dan tenang. Mungkin  kehamilannya berpengaruh pada pribadinya. 


Ana yang sedari tadi memperhatikan Topan dan Brigitta itu tak lepas mengamati keduanya. Ia bahkan sampai mengerutkan alisnya melihat kedua orang yang beda usia dan beda gender itu.


" Kok setelah dilihat-lihat kalian agak mirip yak."


Ucapan Ana tentu saja memancing tawa Brigitta dan Topan. Ana semakin memicingkan matanya saat keduanya tertawa. Sungguh tawa mereka pun mirip.


" Kak, kakak efek lapar kali. Nah itu makanannya sudah datang. Lets go breakfast."


Ana hanya mengangguk mengiyakan instruksi sang suami. Nampak Brigitta tersenyum melihat interaksi Topan dan Ana. Dalam benaknya terbesit, andaikan Kama bisa bersikap begitu kepadanya, namun itu hanyalah sebatas mimpi.


" Oh iya, kau ada satu hal lagi yang disampaikan. Ehmm … kalian berdua harus hati-hati."


" Maksudnya apa mbak?"


" An, Fandi maaf Kama, dia ingin mengejarmu kembali. Dia benar-benar menginginkanmu kembali di sisi nya."


Ana dan Topan saling pandang. Kalimat yang diucapkan Brigitta membuat keduanya bingung. Bukankah mereka sudah menikah lalu maksudnya menginginkan Ana kembali itu apa.


" Pernikahanku tidak seperti yang kalian bayangkan. Bahkan dia sekarang tidak peduli dengan bayi yang aku kandung. Bahkan kami sudah tidak tidur di satu kamar. Kedua orang tua Kama juga tidak peduli padaku. Mereka sibuk mengembalikan bisnis mereka. Mungkin ini adalah harga yang harus ku bayar tapi tidak apa-apa aku akan menerimanya. Hanya saja aku tidak ingin kalian dihancurkan oleh Kama. Maka dari itu aku memberitahu kalian soal ini."


Meskipun Ana dan Topan masih berusaha mencerna maksud Brigitta namun keduanya mengangguk dan mengucapkan terimakasih kepada Brigitta.


TBC

__ADS_1


__ADS_2