Rahasia Hati Sang Designer

Rahasia Hati Sang Designer
RHSD 49. Tidak Ada Hal Yang Tidak Mungkin


__ADS_3

Setelah semalam Topan tidak bisa tidur bersama sang istri, kini keduanya bisa berada di ranjang yang sama. Ana memeluk Topan dan tidur di dada bidang adik yang naik pangkat jadi suaminya itu. Keduanya masih belum tidur. Mereka masih membicarakan banyak hal sambil tangan Topan terus mengusap lembut punggung sang istri.


" Jadi apa yang Kak Ana bicarakan dengan kedua saudara kembar kakak itu?"


Ana sejenak terdiam. Kemarin malam dia memang disabotase oleh Akhza dan Abra hingga membuat sang suami tidur sendirian.


Flashback on


Setelah malam berkumpul dengan keluarga, Ana digendong oleh Akhza menuju kamarnya yang berada di lantai atas. Kamar yang tidak ia tempati semenjak kecelakaan yang menimpa dirinya. Ada rasa haru saat memasuki kamarnya saat masih gadis itu.


Akhza meletakkan Ana perlahan di atas kasur. Ia dan Abra kemudian memeluk Ana dengan sayang. Keposesifan kedua saudara kembarnya itu dapat Ana rasakan.


" Maafin kakak ya yang nggak bisa ngelindungin kamu."


" Mas juga, maaf selama ini kami selalu sibuk dengan perusahaan jadi sedikit abai sama kamu. Jika bisa dan boleh mas bakalan gantiin kamu sakit begini. Asli mas nggak tega lihat kamu kayak gini."


Ana tersenyum simpul sedangkan kedua kakak kembarnya itu sudah menangis tersedu-sedu. Ana kemudian menghapus air mata di pipi kedua saudara kembarnya itu. Ia lalu mencium pipi Akhza dan Abra bergantian.


" Kak, mas, kalian adalah kakak terbaik. Tapi masih baik abang sih hahaha."


Akhza dan Abra memanyunkan bibirnya mendengar ucapan Ana. Tapi rupanya ucapan Ana belum selesai.


" Kak, mas, selama ini kalian berdua adalah sosok kakak laki-laki yang luar biasa buat aku. Sungguh aku bersyukur bisa berada dalam perut mommy bersama dengan kalian berdua. Kak, Mas, jika kejadian ini tidak ada mungkin aku tidak akan pernah tahu siapa pria yang tulus kepadaku. Aku tidak akan tahu seperti apa mereka memandangku."


Akhza dan Abra mengangguk setuju dengan apa yang diucapkan Ana.  Mereka setuju, akan ada hikmah dibalik setiap peristiwa.


“ An, kakak yakin Topan adalah pria yang baik. Kakak harap kamu bisa bagahia selamanya dengan suamimu.”

__ADS_1


“ Jangan penah mengecewakannya An. Topan meskipun terlihat begitu mandiri an pekerja keras, tapi dia adalah pria yang berhati lembut. Mas tahu itu.”


Ana mengangguk, tentu saja dia setuju dengan ucapan Abra. Topan adalah pria yang lembut hati dan perilakunya. Dia juga ornag yang pemaaf dan sabar. Dan, malam itu Ana benar-benar tidur bersama kedua saudara kembarnya.


Flashback off


Topan memeluk erat sang istri yang sudah selesai bercerita tersebut. Ia pun mencium pucuk kepala Ana dengan begitu lembut. Ana dapat merasakan aliran kasih sayang Topan unyuknya disana.


" Mereka benar-benar sangat menyayangimu kak."


" Iya, aku tahu itu. Dan aku juga menyayangi mereka. Oh iya terus bagaimana keputusanmu terhadap Brigitta Almaida?"


Setelah menimbang beberpaa hari akhirnya Topan memiliki keputusannya. Meskipun ini akan menimbulkan kekecewaan api entah mengapa Topan merasa harus melepaskan Brigitta.


" Aku tidak akan melaporkan ke kantor polisi kak. Lagi pula dia tengah mengandung. Aku sungguh tidak tega. Dan aku yakin saat ini ia pun kesulitan. Aku dengar Brial Colection mulai kehilangan kepercayaan pelanggan dengan gagalnya fashion show kemarin. Hal tersebut pasti membuat karir Brigitta meredup. Kurasa itu sudah cukup untuknya. Ditambah keluarga Mas Kama juga tengah kesulitan sekarang."


“ Baiklah kalau itu yang kamu mau. Oh iya, apa kau selamanya akan memanggilku kakak?”


“ Tentu saja.”


Ana menaikkan sebelah alisnya sebagai tanda ia tidak mengerti dengan jawaban Topan. Topan yang paham pun tersenyum simpul dan tiba tiba meraup bibir mungil istrinya itu. Lambat tapi pasti Topan kini sudah berada di atas Ana dan mengungkungnya tanpa melepaskan belitan lidahnya.


Setelah beberapa saat Topan pun melepas pagutannya dan membiarkan Ana mengabil nafas yang kian menipis karena ulahnya.


“ Kak, ini adalah panggilan sayangku untukmu. Apa kakak ingat Nataya, bahkan hingga detik ini bocah itu masih memanggil Kak Naisha dengan sebutan noona. Bagi kami apa yang sudah kami sematkan kepada orang yang kami cintai tidak bisa mudah untuk diganti atau bahkan dihapus, Jadi apakah kakak tidak keberatan aku terus memanggilmu kakak.”


Ana mengulurkan tangannya di wajah Topan dan mengusapnya dengan lembut. Kemudia wanita itu pun tersenyumdan berkata,” Tentu aku tidak keberatan, sesungguhnya aku juga senang kau tetap memanggilku begitu. Jika panggilanmu berubah terhadapaku maka sangat aneh.”

__ADS_1


Topan meraih tangan Ana yang menyentuh wajahnya dn kemudian menciumnya dengan lembut. 


“ Kak, aku mencintaimu sangat.”


“ Aku juga mencintaimu dek, sungguh.”


Keduanya salig mentap satu sama lain dan tersenyum. Bahkan Topan kembali mencium dan melummaat bibir ana. Lambat laun ciuman itu mulai turun ke leher sehingga membuat Ana mendesaah pelan. Namun rupanya Topan tidak bisa meneruskannya dan hanya berhenti di situ. Bagaimanapun kondisi Ana belum memungkinkan untuk mereka melakukan malam pertama. Topan tidak tega melakukannya. Ia pun kembali merebahkan tubuhnya di samping Ana dan memeluk istrinya dengan penuh rasa sayang.


“ Maafkan aku,” ucap Ana sambil menelusupkan wajahnya di pelukan sang suami. ia sungguh merasa tidak enak karena belum bisa memberikan hak kepada suaminya dan menjalankan kewajibannya sebagai istri.


“ Sttt, jangan bicara begitu kak. Aku tidak terburu-buru. Mari lakukan dengan perlahan, lagian bisa dicicil bukan? yang penting kakak sembuh dulu. Tenang saja aku bisa menunggu untuk itu. Sebaiknya mari kita tidur, tampaknya besok pekerjaanku akan sangat banyak.”


Ana terkekeh mendengar ucapan Topan. Dicicil, sudah seperti kredit motor saja.


Ya, setelah beberpa hari mengambil libur dan sama sekali tidak benagkat ke studio, rupanya Bianca, lani, dan Amar kuwalahan menerima para klien yang sudah menanyakan keberadaan topan. Beberapa mereka sudah tidak sabar untuk membuat janji dengan Topan untuk membuat baju pernikahan. Antusiasme publik terlebih para kalangan jetset  dengan diluncurkannya LS Bridal sungguh membuat pamor Topan meroket. Hal ini merupakan sesuatu yang sama sekali tidak disangka oleh Topan.


Lagi-lagi Topan bersyukur. Ana sebagai inspirasi dalam pembuatan LS Bridal ini sungguh menjadikan dirinya semakin dikenal publik. Baginya Ana merupakan berkah yang luar biasa yang diberikan Tuhan kepada dirinya.


“ Kak, aku akan membuatmu kembali berjalan seperti semula. Aku berjanji itu.”


Topan mencium kening istrinya yang sudah tertidur dalam pelukannya. Jika dulu ia hanya bisa melihat saja saat Ana tidur di atas ranjangnya, kini ia bisa menyentuh bahkan mencium wanita tersebut. Topan tersenyum sendiri mengingat hari itu. Ia sungguh tidak menyangka, seseorang yang ia rasa tidak bisa digapai kini berada dalam pelukannya. Hal tersebut menegaskan bahwa sungguh tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini selama kita mau berusaha.


Namun bukan dengan usaha yang buruk melainkan usaha yang baik disertai doa dan kegigihan.


“ Selamat malam istriku, selamat tidur. Aku harap pagi akan selalu indah untukmu.”


TBC

__ADS_1


__ADS_2