Rahasia Hati Sang Designer

Rahasia Hati Sang Designer
RHSD 39. Bukan Dia, Tapi Aku Yang Tidak Pantas !!!


__ADS_3

Selama hampir dua minggu ini Topan berkutat dengan pekerjaannya. Ia benar-benar memfokuskan diri untuk menyelesaikan LS Bridal sesuai dengan apa yang dia mau. Dan selama itu juga Ana terus berlatih dengan giat. Entah itu sebuah keajaiban atau bukan Ana sudah bisa berlatih menjepit handuk dengan kakinya. Sita dan Rama yang melihat tentu saja amat sangat bahagia.


" MasyaaAllaah, Alhamdulillaah. An ini sungguh luar biasa."


" Ada hal luar biasa lain yang akan ku tunjukan. Tapi nanti pas di hari pernikahanku saja mom."


Sita mencium kening sang putri dan Rama menggenggam erat tangan Ana. Keduanya sungguh terharu dengan semangat Ana dalam menjalani terapi. Bahkan saat seminggu terakhir ini Topan tidak mengantar karena pekerjaan yang begitu padat, Ana tetap semangat.


" Bismillaah. Aku bisa. Ya aku yakin bisa."


Ana terus mengatakan hal tersebut dalam hati nya sehingga tekad nya pun begitu besar untuk bisa berdiri saat hari pernikahannya nanti.


Tok … tok … tok …


Suara pintu diketuk membuat Ana menghentikan latihannya. Sita sedikit berjalan cepat menuju pintu dan membukanya.


" Oooh nak Kama, ada apa ya?"


" Tante Sita, bisakah saya berbicara dengan Ana."


Sita terdiam, ia tengah menimbang apakah dia akan mengizinkan Kama untuk menemui putrinya atau tidak. Namun suara Ana yang meminta membarkan Kama menemuinya membuat Sita akhirnya mengangguk.


" Apalagi yang mau dibicarakan?"


Ana berbicara dengan nada yang begitu dingin. Kama tahu Ana sangat marah kepadanya.


" An, aku minta maaf. Aku sungguh-sungguh menyesal dengan apa yang ku lakukan tempo hari. An, bisakah kita memulainya."

__ADS_1


" Memulainya? Memulai untuk dihina oleh kedua orang tuamu. Tidak! Aku tidka mau! Aku sudah cukup sakit hati atas penolakan mami dan papi mu itu. Lagian benar, aku tidak pantas untuk menjadi menantu keluarga mu. Aku kan hanya wanita cacat. Dan perlu kamu tahu. Aku akan menikah, jadi kamu tidak perlu lagi mencarimu hanya untuk meminta ku kembali. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau kembali pada mu."


Kata-kata Ana yang panjang lebar itu sungguh menusuk hingga ke relung hati terdalam Kama. Orang tua nya memang sungguh amat keterlaluan. Rasanya ia ingin meneriaki mami dan papinya. Kama sendiri lupa bahwa dia pun sama keterlaluannya dengan Agus dan Rima. Bagaimana bisa dia bisa bercinta dengan Brigitta saat ia masih mengharapkan Ana.


" Apa kau serius mau menikah dengan Topan?"


" Tentu saja, Topan adalah satu-satunya pria yang mau menerima kondisiku. Bahkan dia sabar menemaniku dalam proses penyembuhan. Topan tidak pernah berkoar kalau dia mencintaiku, tapi dia selalu memperlihatkan cintanya dengan perbuatan."


Skak mat!


Kama seperti dibungkam mulutnya oleh setiap kata yang keluar dari bibir Ana. Kini Kama hanya bisa tertunduk lesu. Ia benar-benar masih menginginkan Ana dalam hidup nya.


*


*


*


" Apa kurang kau dipukuli hingga masih mau untuk mendatangi rumah itu!"


Rima sungguh kesal dengan kelakuan putranya yang masih berusaha kembali pada Ana. Baik Rima dan Agus tahu bahwa luka yang di dapat Kama kemarin karena ulah putranya mendekati Ana.


" Apa sih yang kau harapkan dari wanita lumpuh itu hah! Dia tidak pantas menjadi menantu keluarga kita Kama!"


Kama sungguh geram mendengar kata-kata Agus. Papi nya itu benar-benar keterlaluan. Itu-itu saja yang dua ucapkan.


" Bukan Ana yang tidak pantas menjadi menantu keluarga kita! Bukan Ana yang tidak pantas menjadi istriku! Tapi aku yang tidak pantas jadi suaminya! Aku yang tidak pantas menjadi menantu keluarga Joyodiningrat. Kalian yang tidak pantas jadi besan Om Rama dan Tante Sita. Kita yang tidak pantas! Bukan Ana! Apa kalian tahu bagaimana dihormatinya keluarga Joyodingrat. Apa kalian tahu bagaimana pengaruh nama Kai Bhumi Abinawa di masyarakat. Kalian berdua sungguh picik. Dan aku juga brengsek!"

__ADS_1


Brakkkk!!!


Kama menutup pintu kamarnya dengan sangat keras hingga Agus dan Rima terlonjak kaget. Kedua orang tua itu kembali mengingat apa yang diucapkan oleh Kama. Kemarin sejenak mereka melupakan fakta bahwa Kai Bhumi Abinawa memiliki pengaruh yang besar. Mereka lupa bahwa orang-orang yang berurusan dengan keluarga Joyodiningrat pasti tidak akan berakhir dengan baik.


Seketika tubuh Agus meremang. Ada rasa ngeri di dalam tubuhnya. Pria paruh baya itu pun menelan saliva nya sendiri dengan susah payah. 


" Beruntung belum terjadi apa-apa dengan bisnis kita."


" Maksud papi apa?"


" Apa kau lupa, orang yang berurusan dengan keluarga Joyodiningrat tidak pernah bernasib baik. Kau masih ingat Safira Jasmin yang punya brand baju terkenal di kalangan sosialita, dalam semalam karirnya hancur. Bahkan sang ayah nya masih ada dalam penjara hingga saat ini."


Kini Rima yang bergidik ngeri. Ia mengingat semua kata hinaan yang terlontar dari mulutnya kepada Ana saat di rumah sakit.


" Terus, apa yang harus kita lakukan mas?"


Agus hanya diam, ia sendiri bingung harus berbuat apa. Yang bisa ia lakukan saat ini hanya berdoa agar keluarga Joyodiningrat terlebih Kai tidak melakukan apapun terhadap bisnis keluarganya.


" Sepertinya kita harus cepat menikahkan Kama dengan Brigitta. Aku tidak mau ada rumor Brigitta hamil diluar nikah dengan Kama. Itu akan jadi bumerang buat kita."


Rima mengangguk setuju dengan ucapan sang suami. Bagaimanapun mereka tetap harus menjaga nama baik keluarga, karena hal tersebut sangat berkaitan dengan bisnis yang dijalani. Di masyarakat masa ini, nama baik menjadi branding tersendiri bagi setiap pelaku usaha. Jika nama mereka baik dan positif maka usaha yang dijalankan akan dinilai baik juga. Pun sebaliknya jika nama mereka buruk dan banyak image negative maka usaha atau bisnis yang dijalani dolipastikan tidak akan mendapatkan hati di masyarakat.


" Halaah, orang pemiliknya aja begitu pasti bisnisnya tidak beres."Ungkapan seperti itu lah yang akan keluar dari masyarakat. 


Maka dari itu Agus harus segera menikahkan Kama. Jangan sampai berita Kama kembali mengejar Ana menjadi konsumsi publik. Jika itu terjadi maka citra keluarga Prayitno akan sangat buruk di mata banyak orang. Terlebih jika mereka semua tahu bahwa Agus dan Rima dengan tega menghina Ana. Dimana Ana merupakan putri satu-satu nya keluarga Joyodiningrat.


Bari kali ini Agus menyesali apa yang sudah dia katakan dan perbuat kepada Ana. Bukan karena simpati akan apa yang Ana lalui tapi lebih karena dia takut jika ada hal buruk yang menimpa keluarganya terlebih bisnisnya.

__ADS_1


Agus mengacak rambutnya dengan sangat kasar. Kini dirinya diliputi ketakutan yang mana sebenarnya ia buat sendiri.


TBC


__ADS_2