
Yang suka drama seguk, author sednag nyoba nih membuat cerita ala-ala kerjaan jaman kuno.
Berikut potongan Bab 1 nya, selebihnya langsung mlipir ya. Barangkali suka eeeh terus jadi cinta eaaa.
Bab 1.
" Hidup Yang Mulia Ratu!!!"
" Hidup Yang Mulia Raja!!"
Ucapan selamat diterima pasangan pengantin Raja Hyeon dan Ratu Gyeo Wool yang baru saja mengadakan prosesi pernikahan. Senyum mengembang di bibir keduanya, akan tetapi senyum tersebut hanyalah sebuah kamuflase alias kepura-puraan.
__ADS_1
Sebelum acara pernikahan di gelar, Hyeon mengajak bertemu Gyeo Wool pada malam hari di taman belakang istana. Hyeon yang tidak ingin berpura-pura dengan hubungannya akhirnya mengatakan maksud dari pernikahan mereka.
" Aku akan mengatakan sesuatu hal padamu. Aku yakin kamu sudah tahu maksud dan tujuanku menikahi mu bukan?"
Gyeo Wool hanya menunduk, ia sungguh merasa enggan menatap pria yang akan jadi suaminya besok itu. Suara dalam dan dingin membuat Gyeol sedikit merasa segan kepada Hyeon.
" Apa kau mengerti?"
" Hamba mengerti yang mulia."
Gyeol kembali mengangguk. Ia tentu tahu siapa yang dimaksud oleh Hyeon. Selir Bin, atau selir tingkat 1 yang belum lama ini diangkat oleh Hyeon adalah wanita yang begitu dicintai oleh sang raja.
Selir Da Eun, adalah selir yang mendapat kehormatan karena benar-benar dicintai oleh Yang Mulia. Mengapa Selir Da Eun tidak bisa menjadi ratu karena dia berasal dari keluarga biasa dan sangat ditentang untuk bisa naik tahta menjadi ratu. Berbeda dengan Gyeo Wool yang memiliki asal usul dari kelurga terpandang. Kakak laki-laki Gyeo Wool adalah seorang panglima perang yang ditakuti oleh kerajaan lain. Sedangkan ayah Gyeo Wool adalah mantan orang kepercayaan raja terdahulu atau ayah dari Hyeon.
__ADS_1
Pernikahan Gyeol Wool dan Hyeon selain untuk memperkuat militer kerajaan ternyata adalah hasil janji dari kedua orang tua mereka.
" Meskipun kamu ratu yang tidak ku inginkan namun kau memiliki kekuasaan penuh sebagai ratu termasuk mengurusi harem. Kau bebas membuat peraturan apapun di harem asalkan kau tidak menyentuh selir Da Eun."
" Baik yang mulia, saya mengerti. Terimakasih untuk kebaikan hati yang mulia."
Hyeon pergi begitu saja setelah mengatakan maksud dan tujuannya bertemu. Gyeol yang masih bersujud memberi hormat akhirnya bangkit. Ia membuang nafasnya dengan kasar.
" Terserahlah jika mau seperti itu. Huft, jika bukan karena Oppa aku sebenarnya juga tidak mau masuk ke harem sialan mu itu."
Kembali ke hari pernikahan, raja dan ratu sungguh menampilkan senyum terbaik mereka. Bahkan ketika mereka di arak keluar dari istana keduanya berpegang tangan. Para rakyat tentu menyambut gembira. Sudah 2 tahun Raja Hyeon naik tahta dan baru sekarang mengangkat ratu.
Cih, sungguh pandai berpura-pura. Baiklah aku akan mengikuti drama yang kau buat yang mulia.
__ADS_1
....
Langsung ke TKP ya, happy reading readers kesayangan othor...