
Di bagian bumi yang lain tampak seorang wanita tengah duduk menangis di taman depan sebuah mansion. Ia mendekap sebuah pigura dimana terdapat foto orang-orang yang dirindukan.
“ Yeobo sudahlah. Ini sudah lewat dari 20 tahun. Sampai kapan kau akan menangisi Dae Hee dan Dae Hyun terus menerus. Bukankah orang-orang kita mengatakan mereka telah tiada.”
“ Oppa, aku merasa putri dan putraku masih hidup sampai sekarang. He dan Hyun aku yakin mereka masih hidup. Aku bahkan bisa merasakannya. Oppa apa orang-orang mu mencari dengan benar? Aku merasa mereka tidak benar-benar mencari. Oppa, kau termasuk orang yang berpengaruh. Grub Park begitu besar, masa iya oppa tidak bisa mencari keberadaan anak-anak kita. Apa karena aku bukan berasal dari sini terus keluarga besarmu acuh atas hilangnya putra dan putriku. Oh tidak.”
Lagi, wanita berusia 55 tahun itu kembali menangis histeris. Sang suami yang tadi hanya menatap pilu kini memeluknya dengan erat.
“ Astuti sayang, aku tidak peduli asal mu. Tapi aku sungguh mencintaimu.”
“ Tapi kau tidak bisa menemukan anak-anakku!”
Astuti berlari masuk ke kamar meninggalkan sang suami yang hanya bisa diam terpaku. Ada sisi dalam hatinya membenci sang suami. Ia menganggap Baek Yun acuh atas hilangnya anak-anaknya. Padahal Baek Yun juga begitu kehilangan Dae Hee dan Dae Hyun. Ketika menghilang Dae Hee sang putri baru berusia 8 tahun dan Dae Hyun sang putra baru berusia 2 tahun.
“ Maafkan aku Astuti. Jika waktu itu aku tidak meninggalkanmu sendiri pulang ke Indonesia maka kau tidak akan menjadi seperti ini. Kau tidak akan kehilangan anak-anak kita. Sungguh maafkan aku. Dae Hee, Dae Hyun maafkan ayahmu ini.”
Park Baek Yun hanya bisa menatap nanar ke arah langit gelap. Dia merupakan kepala keluarga grub Park namun otoritasnya terbatas karena sebenarnya pria tersebut adalah pimpinan boneka. Dalam hal ini berarti keluarga besar Park masih menguasai dan mereka lah yang mengambil setiap keputusan.
Park Baek Yun hanyalah sebagai icon keluarga. Dia bertugas untuk menghandle segala sesuatu yang berhubungan dengan keluarga Park, antara lain menutupi setiap kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh saudara saudaranya dalam dunia bisnis. Tanpa ia tahu bahwa hilangnya kedua anaknya adalah bagian dari rencana kakak dan adiknya yang tidak menyukai kehadiran anak-anak itu karena dianggap sebagai ancaman.
__ADS_1
Park Baek Yun merupakan putra satu-satunya di keluarga Park. semua saudaranya adalah perempuan. Jadi oleh sang ayah Park Dong Hee, Yun diberikan kekuasaan penuh dalam memimpin Grub Park yang bergerak dalam bidang konstruksi. Namun ibu dan ketiga saudara perempuannya selalu menekan Yun dengan menggunakan Astuti. Otoritasnya semakin sempit saat dewan direksi sebagian besar mendukung An Hae, ibu dari Yun.
Akhirnya Baek Yun hanya bisa pasrah. Sebenarnya ia tahu jika perusahaannya digerogoti oleh saudaranya sendiri. Berkali-kali Yun menawarkan pergantian kepemimpinan, namun ia selalu mengingat wasiat sang ayah bahwa dia adalah pewaris utama jadi tidak boleh menyerahkan kepada saudara perempuannya.
" Hwan, coba kau kembali cari tahu jejak Hee dan Hyun."
" Tapi ini sudah lebih dari 20 tahun tuan bagaimana bisa mendapatkan jejak nona dan tuan muda?"
" Entah aku tidak tahu. Makanya coba kau cari tahu bagaimana. Ku beri kau waktu berpikir 1 x 24 jam untuk memikirkan caranya."
" Ba-baik tuan."
" Gilaaa, aku kudu ottoke? Lha gilaaa bener udah lewat 20 tahun gimana nyari jejaknya. Lha wong bocah baru ilang kemarin aja sulit banget buat nyari jejaknya."
Pria berusia 35 tahun keturunan korea-jawa itu mengusap wajahnya dengan kasar. Hingga ia menemukan sebuah cara yang ia yakin bisa menyelamatkan hidup dan karir keuangannya.
" Aku harus menghubungi orang itu. Kabarnya dia bukan hanya hacker handal tapi dia juga bisa menguak kejahatan yang terjadi meskipun itu sangat lama. Mr. Sun, aku harap slot mu masih banyak sehingga hidupku bisa selamat."
Hwan bergegas ke kamarnya. Sebagai asisten pribadi Baek Yun, Hwan memiliki kamar di mansion tersebut lengkap dengan ruang kerja juga. Hwan sudah berada di rumah itu sejak kecil. Dulu ayah Hwan adalah teman dari Astuti dari Indonesia dan menikah dengan orang korea. Ayah Hwan yang bernama Brajamusti dulu merupakan seorang bodyguard dan menjadi pengawal Baek Hyun. Setelah Brajamusti meninggal Hwan yang meneruskan pekerjaan sang ayah. Namun tidak hanya sebagai pengawal melainkan merangkap sebagai asisten pribadi Baek Yun.
__ADS_1
Hwan segera membuka perangkat komputernya dan mencari situs milik Mr. Sun. Dia langsung membuat permintaan untuk menyelidiki hilangnya dua anak tuannya itu. Hwan juga memberikan foto Hee dan Hyun.
Bagaimanapun juga Hwan cukup mengenal Hee dan Hyun. Usia Hwan yang terpaut 5 tahun dengan Hee membuat mereka dekat. Hwan bahkan selalu jadi pelindung Hee. Tidak dipungkiri Hwan begitu kehilangan saat Hee dikabarkan meninggal bersama Hyun.
Kejadian waktu itu benar-benar menggemparkan media Korea. Grup Park merupakan sebuah perusahaan besar yang kehidupan pribadi mereka kerap disoroti oleh media. Bahkan pernikahan pewaris mereka dengan orang yang bukan berasal dari Korea menjadi perdebatan. Menurut tradisi, anak pertama pria di Korea tidak boleh menikah dengan orang yang dari luar Korea. Entah itu benar atau tidak yang jelas pernikahan Baek Yun dan Astuti benar-benar menjadi sorotan media.
Ayah Baek Yun tidak pernah mempermasalahkan mau menikah dengan orang mana. Akan tetapi tidak dengan An Hae, ibu Baek Yun. Ia sungguh tidak menyukai kehadiran Astuti. Sebenarnya bukan hanya Astuti, An Hae pun tidak menyukai Baek Yun. Oleh An Hae, Baek Yun dianggap sebagai pembawa sial.
An Hae yang masih percaya dengan ramalan, membuat dirinya begitu membenci putra pertamanya itu.
" Yess dapat. Semoga ini membuahkan hasil. Kalau memang kau masih hidup aku sungguh bersyukur Hee. Dan jika kau memang sudah tiada aku berharap bisa berziarah ke makam mu."
Di tanah Air, Kai sungguh terkejut menerima sebuah pesan dari salah satu perusahan besar dari negeri gingseng tersebut. Pasalnya permintaannya bukan mengenai bisnis. Jika biasanya perusahaan besar akan meminta dia untuk menghack musuh yang hendak menerobos perusahaan, tapi ini ia meminta untuk mencari orang hilang.
Meskipun alamat surel yang masuk itu bukan dari perusahan asal namun Kai tentu tahu yang mengirim permintaan tersebut adalah salah satu orang kepercayaan pemimpin perusahaan tersebut.
Kai berusaha mencermati setiap kata demi kata yang tertulis dalam pesan tersebut. Park Dae Hee dan Park Dae Hyun. Kakak adik, menghilang saat berada di tanah air. Disebabkan kecelakaan, dan yang selamat hanya si ibu. Setelah sebulan pencarian maka kedua anak tersebut dinyatakan meninggal.
" Mengapa foto tersebut seperti familiar? Dan mengapa kasus yang sudah lama ini hendak dibuka kembali?."
__ADS_1
TBC