Rahasia Hati Sang Designer

Rahasia Hati Sang Designer
RHSD 30. Ketulusan VS Kenafsuann


__ADS_3

Topan pulang agak terlambat ke rumah. Pukul 11 malam pria itu baru menginjakkan kakinya di kediaman Joyodiningrat. Rumah tersebut sudah begitu sepi. Topan sejenak naik melirik ke kamar tamu. Kamar yang dulunya adalah kamar yang digunakan oleh Kak Kiran dan Abang Kai, kini dipakai oleh Ana. Hal tersebut agar memudahkan Ana untuk melakukan aktifitasnya.


Topan tersenyum saat melihat Ana tertidur pulas. Akhirnya ia memutuskan masuk dan melihat Ana lebih dekat. Topan duduk di ranjang, Ia menatap wajah ayu milik sang kakak. Senyumnya tiba tiba sirna sat mengingat kondisi Ana.


Topan mengulurkan tangannya, ia hendak membelai lembut wajah cantik itu. Tapi Topan urung, ia kembali menarik tangannya. Ia tidak ingin membangunkan Ana dengan sentuhannya. Pria itu pun beranjak dan berjalan pergi keluar kamar hingga terdengar suara sang kakak memanggilnya.


" Pan, baru pulang? Apakah sudah makan?"


Topan membalikkan tubuhnya, ia tersenyum lalu mengangguk. Ana bahkan masih ingat untuk selalu mengingatkannya makan.


" Apa terganggu dengan suaraku? Tidurlah lagi kak."


Bukannya tidur Ana malah berusaha untuk duduk dan bersandar. Topan pun berjalan cepat menghampiri Ana dan membantu Ana. Ia menanyakan apa membutuhkan sesuau tapi Ana menggeleng. Ana tidak membutuhkan sesuatu apapun.


" Kenapa pulang begitu malam?"


" Sedang mempersiapkan rancangan untuk fashion show 2 minggu lagi kak. Nanti datang ya?'


" Untukapa, untuk membuat mu malu. nggak ah."


Topan menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangya perlahan. Tampaknya Ana masih blum percaya diri jika berada di depan umum. Topan kemudian tersenyum, ia meraih tangan wanita pujaannya itu.


" Kakak kalau tidak mau nonton tidak apa apa. Tapi kakak harus nonton ya siaran langsung, karena aku akan melakukan siaran langsung untuk peragaan busanaku kali ini."


Ana mengernyitkan keningnya. Tidak biasanya Topan melakukan siarang langsung untuk acara fashion show nya. Mengapa kali ini tiba-tiba ia akan melakukanya? Sebuah pertanyaan tersebut bersarang di otak Ana. Tapi wanita itu tak mau mengungkapkannya. Ia memilih untuk menyimpannya saja.


" Apa kakak butuh sesuatu. akan ku ambilkan. Oh iya sepertinya aku akan pulang malam beberapa hari ini. Apakah tidak apa-apa?"


Ana mengangguk, namun hatinya mengatakan tidak. Terbiasa selalu ada Topan,ia merasa hilang saat Topan tidak bersamanya. Meski itu hanya dari siang ke pagi. Ya Topan akan berangkat ke studio sekitar pukul 10.00 atau 11.00 dan akan pulang sebelum magrib. Tapi tadi pria itu berkata akan pulang malam, jadi Ana akan semakin lama tidak berjumpa Topan dalam setiap harinya.


" Pertanyaan ku belum dijawab tadi, kakak mau apa hmmm?"

__ADS_1


" Hanya sedikit haus saja. Tapi itu airnya masih."


" Sebenatr ya, aku ganti yang baru."


Topan berjalan ke luar kamar. Sungguh perlakuan Topan yang manis dan lembut setiap hati itu membuat hati Ana semakin jatuh kepada Topan. Tapi terkadang jiwa insecure Ana membuat gadis itu kembali berpikir. Berkali-kali Topan meminta nya untuk menikah namun Ana masih belum bisa menyetujui. Ia merasa sangat tidak pantas untuk Topan, tapi dalam lubuk hati terdalamnya ia juga tidak bisa memberikan Topan kepada wanita lain. Sungguh Ana merasa dilema.


" Hei kenapa melamun?"


Ana menggeleng, ia menerima gelas berasa air mineral yang dibawa Topan lalu meminumnya hingga tandas.


" Sekarang tidurlah kak."


" Bisakah kau disini sampai aku tidur."


Topan mengangguk. Ia membantui Ana kembali membaringkan tubuhnya kemudian pria itu ikut naik ke atas tempat tidur. Topan bahkan ikut berbaring di sana. Pria itu membelai lembut rambut Ana hingga gadis cantik itu tertidur.


" Tidurlah kak, aku akan selalu membuatmu tersenyum bahagia. aku sungguh berjanji akan hal itu."


Ternyata apa yang diucapkan Topan di dengar oleh Sita. Wanita paruh baya itu terharu dengan ketulusan topan. Ia sungguh tidak menyangka bahwa pemuda yang Kai bawa ke rumah 5 tahun silam itu kini menjadi penjaga hati putri bungsu keluarga ini. Dalam hati Sita berdoa agar Topan selalu diberi kemudahan dalam segala hal yang dia lakukan.


*


*


*


Berbeda dengan situasi kamar Ana yang penuh cinta dan ketulusan. Di kamar seorang wanita yang kini sudah tidak mengenakan apapun dipenuhi dengan gairah dan nafsuu yang membara,


Brigitta kembali bergelung panas dengan Kama. Bagi Kama Brigitta seolah seperti candu. Ia tidak bisa menolak kemolekan tubuh Brigitta yang sekarang begitu seksi dan sintal.


" Lebih cepat sayang."

__ADS_1


Suara permintaan bercampur dengan desahaann membuat Kama seperti dipacu adrenalin nya. Dengan penuh gairah Kama terus memompa tubuhnya di atas tubuh Brigitta.


" Kau sungguh luar biasa Fand. Aku selalu menyukai permainanmu."


" Kau pun begitu Bri. Sekarang menarilah di atas ku."


Kama dengan cepat mengubah posisi tubuhnya. Ia bahkan dengan mudah mengangkat tubuh ramping Brigitta ke atas tubuhnya. Kini Brigitta yang menguasai permainan. Wanita itu benar benar menari di atas tubuh Kama. Bahkan dua bulatan kenyal milik nya bergerak sesuai irama tubuh si empunya membuat Kama semakin mengeraangg nikmat.


" Bri up, aku mau sampai."


Brigita paham, ia pun segera bangkit dari tubuh Kama. Ya, Kama tidak pernah menyemburkan benihnya di rahim Brigitta. ia masih berharap suatu hari akan bisa kembali pada Ana. Sebenarnya Brigitta kesal namun ia berusaha untuk menahannya.


Kita lihat saja fand, aku akan membuat benih benih mu itu masuk kedalam rahimku agar di perutku tumbuh embrio mu dan setelah itu kau tak akan bisa meninggalkanku lagi.


Brigitta menyeringai saat kama berlari menuju ke kamar mandi. Bagaimana pun kedua orang tua Kama sebenarnya sudah mendesak mereka untuk menikah, namun Kama masih belum mau dengan berbagai banyak alasan.


Setelah Kama kembali dari kamar mandi giliran Brigitta yang berjalan ke sana dengan keadaan masih polos. Ia sungguh acuh. Toh mereka sudah sering melakukannya jadi Brigita merasa tidak lagi ada privasi antara dia dan Kama."


" Astaga Bri, paling tidak pakailah bathrobe."


" Kenapa? apa kau mau lagi hmmm?"


Bukannya terus berjalan ke kamar mandi tapi Brigitta malah berjalan mendekati Kama. Kama yang bisa melihat seluruh tubuh Brigitta yang tak berpenghalang sama sekali berkali kali kesusahan menelan saliva nya sendiri.


" Bri, kau membangunkannya lagi."


" Apa kita mu mencoba bermain di sini?"


Brigitta menyeringai, ia lagi lagi berhasil memancing hasratt Kama. Dan merekapun kembali melakukannya di sofa. Brigitta tampak lebih agresif. Ia benar benar menguasai permainan dan tentu saja Kama menyukainya. Tanpa sadar ia pun mengeraangg saat sampai di puncaknya dan menyemburkan benih benihnya di dalam. Brigitta tersenyum puas, karena dia juga bisa merasakan titik puncak saat ini dan apa yang dia inginkan tercapai. Walaupun dia tahu bahwa benih itu tidak cukup sekali disemburkan untuk jadi sebuah embrio. Tapi paling tidak ia sudah mendapatkannya sekarang.


TBC

__ADS_1


__ADS_2