
Setelah bertemu dengan besannya, akhirnya Yun bisa mengambil keputusan mengenai apa yang harus dilakukan kepada Agus dan Kama. Kedua ayah dan anak itu sungguh keterlaluan. Bahkan dia berani-beraninya mengatakan bahwa kedua anaknya adalah penipu.
Sedangkan malam harinya Agus dan Rima memutuskan untuk berkunjung ke rumah Ana. Betapa terkejutnya mereka saat melihat Pimpinan perusahaan tempatnya bekerja juga berada di sana.
" Sial, apa yang harus kulakukan saat ini?" gumam Agus singkat.
" Mas, ayo. Kita harus minta maaf kepada Ana dan keluarganya," ucap Rima dengan nada memohon kepada sang suami. Pasalnya Agus belum juga bergerak dari tempatnya berdiri. Padahal Rima sudah menarik lengan Agus agar segera berjalan memasuki Kediaman Joyodiningrat.
" Aaah, ada tamu rupanya. Silahkan masuk tuan dan nyonya."
Abra yang sadar akan kedatangan kedua orang tua Kama itu mempersilahkan keduanya masuk. Senyum tipis mengembang di wajah tampannya.
" Waah kebetulan sekali, di sini juga ada besan. Silahkan masuk Tuan Agus dan Nyonya Rima," ucap Rama dengan ramah.
Agus dan Rima sedikit tercengang. Pasalnya tidak nampak kebencian di wajah Rama ataupun Yun. Padahal anak-anak mereka sangat cukup mendapat keburukan dari keluarganya. Rima bahkan tidak berani menatap orang-orang di depannya yang menurutnya memiliki aura yang menyeramkan. Padahal wajah mereka tersenyum, akan tetapi bagi Rima senyumnya itu malah menakutkan.
" Tuan Rama, Tuan Yun, ada yang ingin saya sampaikan, kedatangan saya kali ini untuk … "
" Untuk minta maaf kepada Tuan Rama dan keluarga juga Tuan Yun dan keluarga atas perbuatan kami dan putra Kami."
Rima yang tidak sabar dengan suaminya pun segera menyatakan maksud yang sebenarnya. Rama dan Yun hanya saling pandang lalu tersenyum simpul.
" Aku bisa memaafkanmu tapi hukuman anakmu tetap harus berlanjut. Bagaimanapun juga itu adalah tindakan kriminal bukanlah begitu Tuan Rama."
" Benar Tuan Yun, membawa orang tanpa izin sama halnya menculik. Mencelakai orang dengan sengaja hingga hilangnya nyawa meski masih didalam kandungan itu benar-benar tindakan kriminal. Tapi aku bisa mengurangi masa tahanan Kama asalkan kalian pergi dari kota ini sejauh mungkin. Kau juga akan meminta pengadilan untuk memindahkan tahanan Kama ke kota tujuan kalian. Bagaimana? Jika kalian setuju. Besok pun aku bisa mengurusnya."
Glek
Agus menelan saliva nya dengan susah payah sedangkan Rima ia hanya bisa tertunduk lemas. Harapannya agar Kama bebas tidak semudah itu dengan cara minta maaf.
" Apakah tidak ada cara lain Tuan Rama, Tuan Yun?"
Yun menyeringai. Sungguh ia sangat kesal dengan Agus.
" Ada, tetaplah disini dan putramu akan berada lebih lama di penjara."
__ADS_1
Agus membuang nafasnya kasar. Sepertinya tidak ada cara lagi selain setuju dengan ide kedua orang tersebut.
" Tenang saja aku akan membeli saham mu yang 20% itu untuk bekalmu meninggalkan daerah ini. Jika perlu seluruh aset mu bisa aku beli jadi kau tidak perlu khawatir lagi."
Jatuh, itulah kata yang mewakili untuk gambaran hidup keluarga Agus. Bagaimana tidak beberapa bulan kemarin dia masih dengan sombongnya menghina orang lain, bahkan saat perusahaannya jatuh mereka masih bisa berkata buruk kepada seorang wanita hamil yang saat itu masih menjadi menantu mereka. Dan kini semuanya seakan berputar.
Orang yang mereka hina dan acuhkan dulu kini berada sangat jauh diatas mereka. Bahkan bisa dikatakan bisa membeli hidup mereka. Rima hanya bisa menangis. Mungkin istilah mulutmu harimau mu benar-benar ia tahu artinya saat ini. Semuanya hancur, bahkan masa depan anaknya pun ikut hancur karena kesombongan mereka.
*
*
*
Hati berganti minggu, dan minggu berganti bulan. Sudah lewat berapa bulan dari peristiwa perginya keluarga Agus ke luar kota bahkan ke luar pulau itu kehidupan keluarga Rama dan Yun berjalan begitu baik.
Ana sembuh dengan baik dan Brigitta sudah kembali ke dunia fashion. Peminat LS Bridal milik Topan meningkat bahkan seluruh penjuru negeri ingin Topan yang merancang busana pernikahan mereka.
Nama Topan Arsyanendra benar-benar melejit. Seluruh media menampilkan wajahnya. Seseorang dengan wajah tak terurus dan rambut panjang tampak duduk melamun di balik jeruji besi. Ya, dia adalah Kama. Ia melihat sebuah surat kabar yang menampilkan wajah Topan dan Ana yang tersenyum sangat bahagia.
Hanya itu yang ia ucapkan lalu air mata pria itu luruh mengalir deras.
Di Kota J, tengah terjadi perhelatan akbar. Putri pertama pemilik GN Grub hari ini menikah dengan CEO GN Grub. Ya ternyata Brigitta setuju menikah dengan Hwan lebih cepat dari rencana semula. Yun dan Astuti tentu sangat senang. Awalnya Brigitta minder karena statusnya yang janda, namun Hwan bisa meyakinkan wanita itu bahwa dirinya tidak mempermasalahkan status.
Pernikahan yang dihadiri oleh banyak tamu penting itu benar-benar meriah. Topan begitu terharu melihat sang kakak tersenyum bahagia di hari pernikahannya. Ia juga bahagia, di usianya ini banyak kejutan dalam hidupnya. Selain menemukan Keluarganya iabjuga menemukan cintanya.
Topan mengungkapkan rahasia hatinya yang hampir kandas. Namun akhirnya rahasia hatinya itu kini menjadi cinta yang nyata.
" Terimakasih kak, aku sungguh mencintaimu Anandita Senja Abinawa."
" Aku juga mencintaimu By, Topan Arsyanendra. Dan aku punya kejutan untuk kamu."
Ana mengambil sebuah kertas hasil lab yang ia lakukan beberapa hari kemarin dn menyerahkan kepada Topan. Topan membukanya dan membaca perlahan, matanya membulat sempurna saat melihat sesuatu di sana.
" Kak, ini bener. Kamu hamil?"
__ADS_1
Ana mengangguk. Topan pun kemudian memeluk Ana. Namun setelah itu Dia berlari ke atas panggung meraih mikrofon dan mengumumkan kepada semua orang bahwa Ana hamil.
" Ayah, mommy, appa, eomma , mbak, mas, kak, bag, Kak Ana hamil. Aku akan jadi ayah, kalian akan punya cucu dan ponakan baru."
Semua tentu terkejut, mereka pun menghampiri Ana dan mengucapkan selamat. Astuti dan Sita sungguh gembira.
" Cewek apa cowok?" tantang Abra.
" Elaaah baru ke 8 minggu mas," jawab Ana gemas dengan tingkah sang saudara kembar.
Semua tergelak, kebahagiaan hari ini benar-benar berlipat ganda. Topan pun kembali menghampiri istrinya. Ia mencium dan memeluk Ana dengan sangat erat.
" Terimakasih, terimakasih sudah hadir dalam hidupku mari kita menua bersama."
Ana tersenyum dan mengangguk. Dia pun sungguh bahagia bisa bersama dengan Topan. Pria yang begitu sabar dan telaten mendampinginya di saat ia terpuruk.
Hidup memang penuh dengan perjuangan. Intinya jangan pernah menyerah dengan keadaan. Hadapi dengan usaha yang disertai oleh doa.
...SEKIAN...
...Alhamdulillah akhirnya selesai juga kisha Topan dan Ana. Terima Kasih untuk dukungan semua readers....
...Sampai juga di karya Author yang lain....
...Salam Hangat...
...Author IAS...
Note:
Taqobal minna wa minkum. Taqobaal yaa kareem
Selamat hari raya idul fitri bagi semua readees yang merayakan.
Mohon maaf lahir dan batin 🙏
__ADS_1