
3 hari berlalu, Brigitta sudah diperbolehkan untuk pulang kembali. Dengan dibantu oleh Topan dan Ana, Brigitta kembali menempati apartemennya. Ia juga memutuskan untuk melepaskan Kama. Namun ia juga langsung mengajukan gugatan cerai ke pengadilan. Brigitta benar-benar ingin segera lepas dari pria itu dan ingin segera kembali menata hidupnya.
Kama tentu saja merasa senang. Disatu sisi dia tidak jadi mendapat hukuman disisi lain ia seakan-akan mendapatkan jalan menuju rencananya.
Namun rupanya itu tidak akan semulus pemikirannya. Pagi-pagi sekali Agus sudah menyuruhnya untuk pergi ke perusahaan. Perusahaan yang lagi bukan milik mereka. Kini Agus benar-benar hanya sekedar karyawan dan pemegang saham kecil.
" Ayo cepat berangkat. CEO perusahaan yang baru hari ini akan datang."
" Tck, bisakah aku tidak berangkat."
" Jika tidak berangkat, pergilah dari rumah ini. Dan aku akan lihat bisakah kau bertahan hidup di luar sana tanpa uangku sama sekali."
Glek
Kama tidak lagi bisa menjawab apapun. Inilah kelemahannya. Sudah berusia 27 tahun tapi dia benar-benar bukan pria yang mandiri. Hal itulah alasan pokok dia bisa meninggalkan Ana pada waktu itu.
Akhirnya mau tidak mau Kama ikut dengan Agus ke perusahaan. Kini perusahaan tersebut sudah berubah nama menjadi GN Group ( Gomu Nongjang Group).
Semua sudah berada di ruang rapat. Para kepala staf, dewan direksi dan tentunya pemegang saham. Kama sungguh acuh dengan rapat kali ini. Hal tersebut karena ia merasa bukan lagi pemilik perusahaan.
Semua berdiri saat pemilik dan CEO perusahaan yang baru datang. Mereka memberi hormat hingga dipersilahkan duduk kembali.
" Perkenalkan nama saya Lee Baek Yun. Saya adalah pemilim GN Group yang baru. Saya harap kita bisa bersama-sama mengembangkan perusahaan ini menjadi lebih baik lagi. Dan saya akan memperkenalkan CEO GN Group. Hwan Anh Brajamusti. Semua akan di bawah pengendalian dia."
Bark Yun kembali duduk. Ia kemudian meminta Hwan untuk menyampaikan rencana kedepannya. Rupanya rapat kali ini bukan sekedar pengenalan saja, akan tetapi langsung membuat rencana kerja. Sebagian dewan direksi dan pemegang saham terkesan dengan Hwan.
Sungguh sangat berbeda saat Agus yang memimpin dulu. Perencanaan perusahaan terlihat begitu matang dan jelas. Bahkan Hwan sudah membuat rencana jangka panjang untuk GN Group.
__ADS_1
Riuh suara tepuk tangan memenuhi ruangan saat Hwan selesai dengan apa yang disampaikan. Terlihat wajah-wajah puas dari banyak orang. Tentu saja hal tersebut tidak sulit untuk Hwan. Terbiasa menangani segala hal saat di Group Park dulu membuatnya mudah untuk menghandle GN Group meski keduanya memiliki bidang yang berbeda.
" Halah gitu aja sok. Aku pun bisa, bahkan lebih baik dari dia," gerutu Kama lirih namun masih bisa di dengar Agus. Agus kemudian mencengkram erat lengan Kama.
" Jangan berbuat macam-macam jika kita masih ingin terus berada di perusahaan ini," ucap Agus yang membuat Kama semakin bertambah kesal. Pria 27 tahun itu ingin cepat-cepat pergi dari sana. Namun tentu saja tidak bisa karena setelah rapat mereka sudah harus langsung kembali bekerja.
Sial, apakah aku harus terus berada di sini? Tidak aku tidak bisa. Kesempatanku untuk mendekati Ana akan semakin susah saja. Tapi jika aku menyelinap pergi juga pasti akan menimbulkan masalah, arggh brengsek!!
Kama mengumpat, memaki, menggerutu dalam hatinya. Wajahnya terlihat begitu masan. Hwan sedikit melirik ke arah Kama, ia merasa pria tersebut tidaklah fokus dalam mendengarkan rapat sedari tadi bahkan saat rapat baru saja dimulai.
Rapat akhirnya usai, kini Hwan dan Baek Yun sudah berada di ruang CEO. Yun tampak puas dengan Hwan. Ia merasa tidak salah memilih orang untuk memimpin GN Group.
" Tapi saya sungguh tidak pantas tuan."
" Haish, kau orang yang paling pantas untuk posisi ini. Apa kau tega dengan orang tua ini harus terus bekerja."
" Apa maksudmu?"
Yun tentu terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Hwan. Hwan benar-benar memberikan teka teki karena Hwan masih belum mau bercerita hingga ia memutuskan sendiri dugaannya.
🍀🍀🍀
Topan membawa Brigitta ke LS Studio. Semua orang tentu menatap heran terlebih Amar, Bianca dan Lani. Mereka bertiga tentu paling tahu dengan apa yang sudah Brigitta lakukan kepada Topan.
Brigitta menundukkan kepalanya. Namun oleh Topan lengan sang kakak dipegang dengan lembut lalu diusap. Topan memberikan ketenangan dan mengangguk pelan sebagai kode bahwa semua akan baik-baik saja. Amar dan Bianca semakin bingung dengan sikap Topan yang lembut kepada Brigitta.
" Apa Topan selingkuh?"
__ADS_1
" Hush Bang Amar jangan sembarangan kalau ngomong."
" Lha lo lihat aja Bi. Kenapa Topan lembut banget sama tuh wanita. Lo tahu sendiri selama ini cuma sama Ana aja doi bersikap begitu."
Bianca mengangguk setuju dengan ucapan Amar. Topan memang tidak pernah bersikap lembut terhadap wanita selain kepada Ana.
" Semuanya kau mohon untuk berkumpul. Aku akan membuat sebuah pengumuman."
Semua menghentikan semua pekerjaan dan mendekat ke arah Topan dan Brigitta. Masing-masing merasa penasaran dengan apa yang akan Topan sampaikan.
" Baiklah, semua sudah berkumpul. Aku yakin kalian pasti sedikit terkejut dengan apa yang akan ku sampaikan ini. Kalian pasti sudah mengenal kan siapa Brigitta Almeida, beliau adalah seorang fashion designer yang sukses karena karya-karya nya sudah dilihat oleh mata dunia. Dan ternyata Mbah Bri ini adalah kakak kandung saya. Kami juga baru mengetahuinya belum lama. Jadi saya harap kalian juga bisa bersikap baik kepada beliau."
" Apa???"
Semua orang sangat terkejut. Bagaimana bisa orang yang selama ini selalu melakukan hal buruk kepada Topan adalah kakak kandung Topan. Semua nya seperti tidak nyata. Bahkan Amar berkali-kali menggelengkan kepalanya. Namun setelah dilihat dengan seksama Topan dan Brigitta memang mirip. Meskipun Topan lebih terlihat seperti orang korea namun keduanya memang memiliki garis wajah yang sama.
" Aku tahu kalian pasti terkejut. Dengan hati yang terdalam aku sungguh minta maaf dengan apa yang pernah aku lakukan. Aku sudah mendapat semua balasannya. Semoga kalian berkenan memaafkan ku."
" Sudah mbak. Jangan dibahas lagi. Semua sudah terjadi. Sekarang mari kita hidup bersama sebagai keluarga. Jika mbak berkenan mari bersama-sama mengambangkan bisnis fashion ini."
Brigitta mengangguk, ia memang harus melanjutkan hidup. Ia sudah mendapat pelajaran berarti dalam kehidupannya. Terpuruk yang begitu lama juga bukan hal yang baik. Ia harus bangkit dan tunjukkan bahwa dia, Brigitta sudah berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Topan sungguh senang, menemukan kakak kandungnya adalah salah satu takdir indah dalam hidupnya. Ia yakin kesusahannya masa kecilnya itu merupakan bagian dari ujian hidup yang Allaah berikan. Dan apa yang ia dapatkan sekarang merupakan berkah dari buah kesabarannya.
Amar yang melihat interaksi manis antara Topan dan Brigitta merasa ikut senang. Setelah Ana, Brigitta merupakan orang yang bisa membuat Topan tersenyum begitu tulus. Tawanya juga sangat lepas. Amar bersyukur satu persatu kebahagiaan menghampiri sahabat dan rekan kerjanya itu. Jika Topan saja bisa memaafkan apa yang pernah dilakukan Brigitta berarti dia pun juga harus bisa ikhlas memaafkannya.
TBC
__ADS_1