Rahasia Hati Sang Designer

Rahasia Hati Sang Designer
RHSD 61. Terkuak


__ADS_3

Astuti menghirup udara malam bandara soetta dengan memejamkan kedua matanya. Sungguh ia sangat rindu dengan tanah kelahirannya. Sudah puluhan tahun ia tidak kembali ke tanah air.  


" Mari tuan, nyonya, semua sudah saya persiapkan."


" Terimakasih Hwan."


Astuti dan Baek Yun memasuki mobil yang sudah Hwan dipersiapkan olehnya. Hwan juga sudah membeli rumah di kawasan Dewantara residen. Sebenarnya Astuti ingin tinggal di daerah perkebunan yang mereka miliki. Namun untuk satu dan lan hal mereka harus menetap dulu di kota.


" Kapan kita akan pindah ke puncak sayang?"


" Nanti kalau urusan perusahaan karet yang kita beli sudah beres. Biar Hwan yang mengurusnya. Kau tidak keberatan kan Hwan?"


" Tapi tuan, i-itu saya kan biasa jadi asisten tuan."


Hwan tentu saja terkejut saat ia diminta Yun untuk memimpin perusahaan yang baru mereka akuisisi itu. Hwan merasa tidak pantas menerima semuanya.


" Bantulah kami Hwan, kau satu satunya anak kami sekarang. Siapa lagi yang akan melanjutkan semua usahaku kalau bukan kamu."


Hwan terdiam, sungguh semuanya terasa tidak pantas untuk dia terima. Sudah dibesarkan dengan begitu baik dan diberi kesempatan untuk mengabdi saja Hwan sudah sangat bahagia. Lha ini malah diberi wewenang khusus untuk memimpin perusahaan.


Saya rasa tuan dan nona muda masih hidup tuan, dan itu adalah milik mereka. Saya benar-benar tidak bisa menerimanya. Jika benar itu mereka, maka saya akan segera membawanya kepada tuan.


🍀🍀🍀


Brigitta menangis histeris saat mengetahui kandungannya tidak bisa diselamatkan. Ana dan Sita yang berada di rumah sakit setelah mendapat kabar dari Kai berusaha menenangkan Brigita.


Sita bahkan sampai naik ke atas brankar untuk memeluk Brigitta. Mencegah wanita itu melepas paksa jarum infusnya. Ana sungguh tidak tega melihat Brigitta yang seperti itu. Dia akhirnya ikut menangis di pelukan sang ayah karena Topan membantu Sita menenangkan Brigita.

__ADS_1


Topan mengambil alih mendekap tubuh Brigitta karena Sita tak kuasa menahan kekuatan Brigitta yang dua kali lipat lebih besar dari biasanya.


" Mbak, mbak istighfar mbak. Mungkin ini yang terbaik dari Allaah. Ikutin aku ya mbak… astagfirullahaladzim … astagfirullahaladzim."


Tubuh tegang Brigitta mulia melemah. Ia merasa tenang saat Topan membimbingnya untuk mengucapkan istighfar. Selanjutnya Brigitta mulai terisak.


" Maafkan aku Pan, semua ini pasti hukuman buat aku."


" Sudah mbak, aku sudah memaafkan mbak jauh sebelumnya."


Ana dan Sita mendekati Brigitta dan memberi kekuatan kepada wanita itu untuk menerima dengan ikhlas. Brigitta yang melihat Ana masih menggunakan kursi rodanya pun mulai menyadari bahwa dia bukan satu-satunya yang diberi cobaan oleh Yang Maha Kuasa.


Di luar ruangan Kai yang sudah memegang hasil tes DNA milik Brigitta dan Topan merasa bingung harus bereaksi bagaimana. Tapi yang jelas dia harus memberitahukan fakta ini kepada kedua kakak beradik tersebut.


Ya sesuai dari hasil tes menunjukkan bahwa keduanya memiliki hubungan kekerabatan. Kai pun meyakini bahwa Brigitta dan Topan 90% adalah Dae Hee dan Dae Hyun. Kai yang menyelidiki masa kecil Brigitta menemukan foto yang sama dengan foto yang diberikan oleh Hwan.


Sebenarnya Kai sedikit curiga dengan identitas Topan dari pertama dia menemukan Topan 5 tahun silam. Namun waktu itu benar-benar tidak ada petunjuk sama sekali. Bahkan  kali ini petunjuk yang kuat adalah dari asal usul Brigitta.


" Mau tidak mau harus menyampaikan ini."


Kai melangkah perlahan menuju ruang rawat Brigitta. Tampak di sana Topan tengah berbicara dengan wanita itu bersama Sita dan Ana juga. Kehilangan  sesuatu yang berharga dalam hidup merupakan pukulan berat bagi siapapun. Walaupun tadinya itu adalah sebuah kesalahan. Brigitta terlihat masih menangis bahkan hingga tersedu-sedu.


" Ada yang harus ku sampaikan kepada kalian."


Semua orang menatap ke arah Kai. Pun dengan Brigitta. Wanita itu berusaha untuk menyeka air matanya dan mencoba melihat ke arah Kai.


" Ini mengenai Topan dan Brigitta. Kalian adalah kakak beradik kandung."

__ADS_1


Semuanya terdiam sesaat. Topan dan Brigitta saling pandang. Tentu saja mereka tidak percaya dengan ucapan Kai. Hingga Kai memberikan hasil tes DNA yang ia dapatkan tersebut.


" Mungkin itu bisa membuktikan. Awal mula aku curiga ialah golongan darah kalian yang lumayan langka itu. Tidak mungkin Brigitta yang memiliki golongan Darah AB rh negative kebetulan dimiliki juga oleh Topan. Makanya aku meminta Nataya untuk menguji DNA kalian. Sejujurnya ada satu hal lagi yang ingin ku katakan. Tapi mungkin itu bukan ranah ku."


Topan terduduk di kursi nya sedangkan Brigitta menunduk. Air mata Brigitta semakin deras mengalir setelah membaca hasil laporan dari laboratorium tersebut. Sekarang tangisnya bukan karena kehilangan janinnya. Tangis Brigitta lebih ke penyesalan dengan apa yang pernah ia lakukan kepada Topan.


Brigitta meraih tangan Topan dan menggenggamnya erat. Ia berkali-kali meminta maaf. Kai mengajak Ana dan kedua orang tuanya untuk keluar dari ruang rawat Brigitta. Membiarkan mereka untuk sesaat.


" Maafkan aku … Aku benar-benar minta maaf. Kau boleh menghukumku dengan apa yang suda ku lakukan. Ya Allaah aku sungguh jahat padamu."


Penyesalan luar biasa kini dirasakan oleh Brigitta. Meskipun keduanya sama-sama terkejut dengan fakta bahwa mereka adik kakak, akan tetapi Brigitta lah yang paling merasa sangat bersalah dengan semua yang sudah ia lakukan. Pun dengan Topan, ia pernah ingin membalas perbuatan Brigitta dengan tak kalah kejam nya. 


" Aku juga minta maaf mbak. Kau juga bersalah padamu."


" Tidak, aku yang salah Pan. Aku sungguh sangat salah."


Topan memeluk Brigitta dengan erat. Dia begitu bersyukur, meskipun sangat terlambat akan tetapi ia senang karena masih memiliki seorang saudara di dunia ini. Pun dengan Brigitta. Dia yang selama hidup 30 tahun itu selalu sendiri kini memiliki seorang adik.


Di luar ruangan baik Sita,Rama dan Ana menatap ke arah Kai. Mereka mencoba mencari penjelasan.


" Kenapa? Ya Allaah kan sudah dijelaskan di dalam tadi."


" Nggak mungkin kan abang tiba-tiba nge tes DNA."


Kai menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Adik perempuannya ini memang lebih peka ketimbang si kembar laki-laki yang dua orang itu. Kai pun memikirkan penjelasan yang tepat agar identitas nya tidak terungkap. Berbeda dengan Rama, ia sudah tahu pasti sebelum tes DNA ini ada kasus di belakangnya. Dalam keluarga tersebut hanya Rama satu-satunya yang mengetahui identitas Kai sebagai Mr. Sun.


" Sebenarnya abang curiga asal usul Topan sejak pertama ketemu dulu tapi abang nggak bisa nemuin karena tidak ada petunjuk apapun. Dan saat kemarin melihat Brigitta dan Topan secara bersamaan mereka memang terlihat mirip ditambah keduanya sama-sama memiliki golongan darah yang bisa dikatakan langka."

__ADS_1


Ana menganggukkan kepalanya sebagai tanda ia paham maksud perkataan sang abang. Ia sebenarnya juga curiga saat melihat kemiripan keduanya ditambah Topan yang seakan tidak tega saat menghadapi perlakuan Brigitta sebelumnya terhadap studio miliknya. 


TBC


__ADS_2