
"Aku ingin mengejar wanita mu x rah x han itu." ucap gadis itu sambil menahan amarahnya.
plak
plak
Bruk
Grep
Daddy Ray menampar ke dua pipi gadis itu kanan dan kiri hingga nyaris terjatuh jika saja Ayah dari gadis tersebut tidak menahan tubuhnya.
"Jangan sekali-kali kamu menghina wanitaku apalagi sampai menyakitinya." ucap Daddy Ray sambil menatap tajam ke arah gadis itu.
"Breng*k, seumur hidup aku tidak pernah memukul putriku tapi kamu berani sekali menampar putri kesayanganku!!" bentak ayahnya tidak terima ketika putri kesayangannya di tampar.
"Bodyguard, usir mereka." teriak Daddy Ray sambil menatap tajam ke arah mereka.
Ke enam bodyguard datang mendekati Daddy Ray.
"Baik tuan." Jawab mereka serempak.
"Usir ke tiga orang ini." ucap Daddy Ray dengan nada dingin sambil menunjuk gadis itu dan juga ke dua orang tuanya.
" Baik tuan." Jawab ke enam bodyguard serempak.
"Hei, jangan sembarangan mengusir kami, kalian tidak tahu siapa kami??" bentak istri paruh baya tersebut dengan wajah kesal dan penuh amarah.
"Tuan Rico, saya tidak terima diperlakukan seperti ini! Mulai sekarang dan seterusnya hubungan persahabatan dan kerja sama kita batal." ucap pria paruh baya tersebut dengan tatapan penuh kebencian karena calon menantunya berani menendangnya dan mempermalukannya di depan para pelayan yang berada di ruangan tersebut.
__ADS_1
"Maaf tuan Alex ini di luar rencana kita dan terus terang kami sangat kecewa dengan putri kalian yang tidak bisa menjaga mulutnya. Selain anak kami yang membatalkan acara pertunangan, kami sebagai orang tua dari Ray juga tidak setuju jika putra kami menikah dengan putri tuan yang mulutnya sangat pedas dan tidak mempunyai etika sama sekali." ucap Daddy Rico sambil mendekati putranya.
"Benar kata suamiku, terus terang kami sudah berusaha membujuk putra kami untuk bertunangan dan ketika sudah menyetujuinya ternyata di luar rencana kami putri kalian sangat mengecewakan kami. Kami menyetujui agar acara pertunangan dibatalkan." ucap Mommy Karen sambil mendekati putra pertamanya.
Daddy Ray hanya menatap mereka dengan tatapan aura membunuh tanpa mengatakan apapun.
"Cih... kami juga setuju jika acara pertunangan ini di batalkan. Apalagi mana ada acara pertunangan diadakan sederhana ini dan di hadiri hanya berenam. Namanya acara pertunangan itu seharusnya mewah di tempat gedung dan mengundang banyak orang bukan di restoran seperti ini." Ucap nyonya Alex dengan wajah merendahkan orang tua Daddy Ray.
"Silahkan kalian keluar." ucap Daddy Ray dengan nada dingin.
"Kami juga ingin keluar dari sini, ayo sayang kita pulang."ucap nyonya Alex sambil menggenggam tangan putrinya.
"Tapi mommy aku sangat mencintai Ray." rengek gadis itu.
"Sudah jangan sedih, masih banyak pria tampan di luaran sana yang melebihi laki - laki seperti Tuan Ray." Hibur ibunya sambil melirik sinis ke arah Daddy Ray.
Gadis itupun pasrah dan mengikuti orang tuanya sambil menatap Daddy Ray dengan tatapan tajam dan kecewa secara bersamaan.
"Jika sedikit saja menyentuh ataupun menyakiti calon istriku maka kamu akan mendapatkan berkali lipat hukuman dariku." ancam Daddy Ray sambil menatap tajam ke arah gadis itu.
"Bawa keluar mereka cepat!!" teriak Daddy Ray.
"Baik tuan." Jawab para bodyguard serempak.
"Tidak usah biar kami jalan sendiri." ucap mereka serempak sambil berjalan meninggalkan Daddy Ray dan ke dua orang tua Daddy Ray.
Ke dua orang tuanya duduk kembali sambil menatap tajam ke arah putra kesayangannya yang sedang duduk.
"Ray bisa ceritakan ke kami siapa gadis itu dan ke tiga anak kembar yang mirip denganmu?" tanya mommy Karen penasaran.
__ADS_1
"Apakah ke tiga anak kembar itu anakmu dengan wanita itu?" tanya Daddy Rico ikut penasaran.
Daddy Ray menghembuskan nafasnya perlahan sambil melepaskan ke dua sarung tangannya dan dimasukkan ke dalam saku jasnya. Daddy Ray pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi nya.
"Begitulah mommy dan daddy ceritanya, kemungkinan besar ke tiga anak itu adalah anak kami. Apakah mommy dan daddy setuju jika kami menikah?" tanya Daddy Ray sambil menatap mata ke dua orang tuanya secara bergantian.
"Mommy setuju kalau kalian menikah kalau perlu secepatnya karena mommy tidak sabar untuk menggendong ke tiga cucu mommy yang sangat menggemaskan." ucap mommy Karen.
"Daddy juga setuju jika kalian menikah, apalagi daddy dan mommy sedih setiap melihatmu selalu memakai sarung tangan jika bersentuhan dengan lawan jenis." ucap daddy Rico.
"Daddy benar, mommy berharap semoga jika kalian menikah nanti penyakitmu segera hilang." ucap mommy Karen penuh harap.
"Oh ya Mommy baru ingat waktu itu kamu meminta meretas informasi tentang Abigail, apakah wanita itu?" Tanya Mommy Karen yang tiba-tiba ingat dengan kejadian enam tahun yang lalu.
"Benar Mom." Jawab Daddy Ray.
"Kenapa kamu tidak cerita kalau kalian habis melakukan hubungan suami istri?" Tanya Mommy Lareb dengan wajah kesal.
"Maafkan Ray, Mom." Ucao Daddy Ray.
"Sudah... Sudah... Sekarang kita berharap saja agar kita bisa bertemu kembali dengan calon menantu kita dan ke tiga cucu kita yang sangat lucu." Ucap Daddy Rico.
"Iya Dad." Jawab Mommy Karen.
Mommy Karen kesal dengan Daddy Ray karena seandainya dirinya tahu kalau putra ke duanya melakukan hubungan suami istri dirinya akan melakukan berbagai cara untuk menemukannya.
Tapi bagaimanapun waktu tidak bisa di putar kembali dan dirinya hanya berharap bisa dipertemukan kembali dengan Mommy Abigail dan ke tiga cucu kembarnya.
"Mudah-mudahan bodyguard yang Ray kirim untuk mengikuti Abigail berhasil dan menemukan di mana mereka tinggal karena Ray kesulitan mencari mereka." Ucap Daddy Ray setelah beberapa saat mereka terdiam.
__ADS_1
"Mudah-mudahan saja, sekarang kita pulang sambil menunggu informasi bodyguard kita." ucap daddy Rico.
Mereka bertiga keluar dari restoran dengan diikuti oleh ke enam bodyguard dari arah belakang.