
Mommy Abigail hanya tertunduk menahan amarahnya sekaligus malu karena banyak pengunjung menatap dirinya. Hal itu membuat Daddy Ray sangat kesal dan langsung memeluk Mommy Abigail.
Ke dua orang tua Daddy Ray juga sangat kesal dengan gadis yang dulu mereka jodohkan. Ada rasa penyesalan di hati mereka berdua kenapa dulu menyetujui usul perjodohan dengan sahabatnya.
"Tutup mulutmu, bukankah aku sudah bilang kalau pertunangan kita batal? apakah kamu tuli?" Tanya Daddy Ray sambil menatap tajam ke arah gadis itu.
"Sayang, apakah kamu tidak sadar wanita murahan ini hanya menipumu dan memanfaatkan dirimu? Lihat saja dari awal dia sengaja membawa ke tiga anak kembar yang mirip denganmu agar bisa menarik perhatianmu setelah itu lihat dia memanfaatkan dirimu dengan memborong pakaian branded." ucap gadis itu menghina Mommy Abigail.
"Apa kamu yakin ke tiga anak kembar itu anakmu? atau jangan-jangan wanita murahan itu menjual dirinya dan kebetulan pas lahir mirip denganmu." sambung gadis itu dengan menghina kembali.
plak
plak
"Kamu boleh menghinaku tapi jangan pernah menghina ke tiga anakku karena mereka tidak salah." ucap Mommy Abigail sambil menampar gadis itu hingga terdorong ke belakang karena tamparannya lumayan kencang.
Untunglah ke dua orang tuanya menahannya agar tidak terjatuh. Gadis itu pun kembali berdiri dengan tegak sambil memegang pipinya yang terasa perih.
"Brengs**k wanita murahan beraninya kamu menampar wajahku." ucap gadis itu dengan nada kasar dan bersiap membalas Mommy Abigail dengan cara menamparnya.
Daddy Ray yang tahu gadis itu akan menampar orang yang dicintainya langsung menahan tangan gadis itu.
"Sudah aku bilang, jangan sentuh calon istriku." ucap Daddy Ray dengan menekan kata calon istri kemudian mendorong tubuh gadis tersebut nyaris terjatuh lagi namun kembali tahan oleh ayah gadis itu.
__ADS_1
"Apa calon istri? apa kamu tahu siapa ayah dari ke tiga anak haram wanita murahan itu?" tanya gadis itu menghina Mommy Abigail kembali.
"Tutup mulutmu, ke tiga anak kembar itu adalah anak kami." ucap Daddy Ray sambil menatap tajam ke arah gadis itu.
"Pengawal." teriak Daddy Ray.
Para bodyguard yang di panggil langsung berjalan dengan cepat ke arah mereka.
"Usir wanita murahan ini." ucap Daddy Ray.
"Baik tuan." Jawab ke enam bodyguard serempak.
"Hei, jangan sembarangan mengusirku, kalian tidak tahu siapa aku!" Teriak gadis itu.
"Maaf tuan, bukankah waktu itu sudah mengatakannya kenapa sekarang diulangi lagi perkataannya? saya tidak pikun dan saya ingat kata-kata mu waktu itu." ucap Daddy Rico dengan nada dingin.
"Daddy, Ray dan menantu kesayanganku Abigail lebih baik kita pergi saja dari sini." ucap mommy Karen yang malas ribut.
"Baik mom." Jawab mereka serempak
Ke enam bodyguard menjadikan tamengnya agar tuan besar, tuan muda, nyonya besar dan nona muda masuk ke dalam mobil tanpa ada orang yang menyakitinya.
"Hei wanita ular akan ku balas rasa sakitku ini." teriak gadis itu sambil mengancam dan menatap tajam ke arah Mommy Abigail.
__ADS_1
"Jika sedikit saja menyentuh ataupun menyakiti calon istriku maka kamu akan mendapatkan berkali lipat hukuman dariku." ancam Daddy Ray sambil memeluk Mommy Abigail posesif kemudian Mommy Abigail duduk di kursi belakang pengemudi dan diikuti oleh Daddy Ray.
Daddy Ray sangat takut jika orang yang dicintainya pergi lagi sedangkan Mommy Abigail hanya diam karena dirinya berusaha menetralkan emosinya karena dirinya sangat marah mendengar ucapan gadis itu yang menghina ke tiga anak kembarnya. Daddy Ray yang mengerti langsung memeluk Mommy Abigail dari arah samping.
Grep
"Sudah, jangan cemberut nanti tambah cantik." goda Daddy Ray sambil mengusap perlahan punggung Mommy Abigail agar meredakan emosinya.
"Berarti sekarang aku jelek?" Tanya Mommy Abigail.
"Siapa bilang jelek? Daddy tidak bilang jelek." Ucap Daddy Ray.
"Itu tadi bilang nanti tambah cantik?" Tanya Mommy Abigail.
"Mommy kalau tidak marah cantik dan kalau marah tambah cantik lagi." Jawab Daddy Ray menjelaskan.
"Kitakan belum menikah? Kenapa nama panggilannya Mommy dan Daddy?" Tanya Mommy Abigail.
"Kan sebentar lagi kita menikah jadi aku ingin membiasakan diri memanggilmu dengan sebutan Mommy dan Mommy memanggilku dengan sebutan Daddy." Jawab Daddy Ray.
"Terserah Kak Ray saja." Ucap Mommy Abigail dengan mata berkaca-kaca.
"Kenapa Mommy ingin menangis? Apa Daddy melakukan kesalahan? Kalau iya Daddy minta maaf." Ucap Daddy Ray dengan wajah sendu sambil mengusap kepala Mommy Abigail dengan lembut.
__ADS_1
Entah kenapa hatinya sangat sakit ketika melihat wajah sedih Mommy Abigail.