Ranjang Panas Sang CEO 4

Ranjang Panas Sang CEO 4
Meretas cctv


__ADS_3

"Desi, gadis yang kami jodohkan waktu itu. Kenapa gadis itu sangat jahat? Albert sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya dokter Adrian sambil menahan amarahnya.


Dokter Adrian tidak marah terhadap putranya Albert tapi terhadap Desi, karena telah sengaja membuat putranya dan Veronica celaka.


"Waktu itu Aku dan Veronica ingin membeli cincin untuk pertunangan kami limited edition dan satu paket perhiasan limited edition ..." Ucapan Albert tetpotong oleh dokter Adrian.


"Kalian bertunangan tanpa memberitahukan kami? Kamu tidak mengakui Kami sebagai orang tua?" Tanya dokter Adrian dengan nada satu oktaf.


"Maafkan Albert Dad, rencana Albert nanti di acara lamaran baru Albert akan mengatakan ke Daddy, Mommy dan keluarga besar." Jawab Albert.


"Lain kali jangan ambil keputusan sendiri." Ucap dokter Adrian dengan nada masih kesal.


"Iya Dad dan maafkan Albert Dad." Ucap Albert merasa bersalah.


"Ya sudah, selanjutnya apa yang terjadi? Tanya Daddy Rico sambil menepuk bahu menantunya.


"Iya selanjutnya apa yang terjadi?" Tanya Daddy Raka penasaran begitu pula dengan yang lainnya.


"Ketika kami sedang memilih, tiba-tiba Kami bertemu dengan Desi ...(Menghembuskan nafasnya dengan perlahan) ... Wanita itu menghinaku dengan mengatakan kalau uang yang Aku gunakan untuk membeli cincin uang dari aku bekerja sebagai germo." Jawab Albert.

__ADS_1


"Apa?" Teriak Daddy Raka, Mommy Nicole, Daddy Rico dan Leonard bersamaan sambil menahan amarahnya terhadap Desi.


Albert menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi sedangkan yang lainnya mendengarkan sambil menahan amarahnya.


"Itulah yang terjadi Dad, Opa dan Buyut dan Paman Leonard." Ucap Albert mengakhiri ceritanya.


"Aku akan mencari keberadaan wanita itu." Ucap Leonard sambil mengutak atik laptopnya.


Ingin rasanya mereka memaki tapi mengingat ada Abner, Alvaro dan Agnes membuat mereka menahan mulutnya untuk tidak marah-marah.


Ceklek


"Bagaimana keadaan Veronica Mom?" Tanya Albert dengan wajah kuatir.


"Veronica sudah di bawa keluar negri oleh orang tuanya dan kata dokter, Veronica mengalami koma dan ada beberapa tulangnya yang patah karena mobil itu menabraknya dengan sangat kencang." Jawab Rani dengan wajah sedih.


"Iya Mom, kami sudah melihat rekaman videonya dan pelakunya adalah Desi." Ucap dokter Adrian.


"Apa Desi? Kenapa Desi tega melakukannya?" Tanya Rani dengan wajah terkejut.

__ADS_1


Dokter Adrian menceritakan semuanya sesuai apa yang dikatakan oleh Albert dan di tambah menceritakan tentang kejadian waktu putranya Albert dan Veronica di tabrak oleh Desi.


"Itulah yang terjadi Mom." Jawab dokter Adrian.


"Daddy, Mommy ... Albert sangat mencintai Veronica dan ingin menikah dengannya. Daddy, tolong pinjamkan ponselnya Albert mau menghubungi anak buah Albert untuk mencari keberadaan Veronica." Ucap Albert dengan wajah sendu.


"Albert, Paman sedang mencari keberadaan Desi nanti setelah ini Paman akan mencari keberadaan Veronica dengan cara meretas cctv." Ucap Leonard.


"Tidak usah Opa, biar kami yang meretas di mana keberadaan Tante Veronica." Ucap Abner.


"Ok." Jawab Leonard singkat sambil masih mengotak atik laptopnya.


Daddy Rico mengambil laptop yang tadi diletakkan di meja kemudian meletakkan laptopnya di kedua paha Daddy Rico agar Abner bisa mengotak atik laptopnya.


Suara keyboard saling beradu di tambah jari jemari lincah milik Leonard dan Abner membuat keluarga besar Daddy Raka tersenyum bahagia dan sekaligus bangga karena memiliki generasi genius. Setelah hampir lima belas menit Leonard dan Abner berhasil meretas data.


"Aku sudah menemukannya." Ucap Leonard dan Abner bersamaan.


"Veronika di mana?" Tanya Albert penuh harap agar Veronika segera ditemukan begitu pula dengan yang lainnya.

__ADS_1


"Di mana Desi?" Tanya mereka bersamaan.


__ADS_2