Ranjang Panas Sang CEO 4

Ranjang Panas Sang CEO 4
Apakah ada yang cocok


__ADS_3

"Bagaimana bisa?" tanya Daddy Rico dengan wajah terkejut.


"Tidak tahu dad, ternyata sangat sulit, apa jangan - jangan mereka menyewa ahli IT sehingga sulit untuk di retas." Ucap Mommy Karen dan Daddy Ray bersamaan.


"Ketika Mommy mengatakan : siapakah yang melindungi mereka hingga kita tidak bisa meretasnya, membuat Ray berpikir mungkin saja ada seseorang yang melindungi mereka sehingga kita tidak bisa meretasnya." Sambung Daddy Ray dengan nada cemburu.


"Bisa jadi dan Daddy harap dia bukan laki-laki yang mencintai calon menantu Daddy." ucap Daddy Rico penuh harap.


"Amin." Jawab Mommy Karen dan Daddy Ray bersamaan.


"Sudahlah, kalau memang jodoh pasti kalian akan dipertemukan kembali." ucap Mommy Karen setelah beberapa saat mereka terdiam.


"Kita istirahat saja, mommy sangat lelah." sambung Mommy Karen sambil berjalan ke arah pintu ruang kerja suaminya.


"Sama daddy juga lelah, sabarlah Ray kalau sudah jodoh kalian pasti dipertemukan kembali." ucap Daddy Rico sambil menepuk bahu anak semata wayangnya dengan lembut.


Sepasang suami istri tersebut keluar dari ruang kerja milik Daddy Ray kemudian tidak berapa lama Daddy Ray pun ikut keluar dan istirahat di kamar.


"Akhhhhhhhh... kenapa aku bo x doh seharusnya aku menahan tangan wanita itu pasti sekarang wanita itu sudah berada di sisiku. Abigail aku sangat merindukanmu, bertahun - tahun aku mencari mu dan sekarang aku menemukan dirimu tapi di saat yang sama kamu pergi meninggalkan aku. Aku berjanji jika bertemu kembali denganmu aku tidak akan melepaskan dirimu karena kamu adalah milikku." ucap Daddy Ray sambil masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


Daddy Ray walau sudah mandi tapi jika keluar dari mansion maka Daddy Ray tetap mandi karena kulitnya sangat sensitif.


Selesai mandi dan memakai pakaian tidur seperti biasa Daddy Ray mengambil pigura yang berisi foto Mommy Abigail.


"Nanti kalau kita bertemu kembali akan aku pasang foto keluarga bersama ke tiga anak kembar kita." ucap Daddy Ray sambil berbaring di ranjang dan memeluk pigura tersebut.


"Selama bertahun-tahun aku hanya bisa memeluk fotomu tapi jika kita menikah maka aku tidak akan memeluk pigura ini melainkan memeluk istriku." ucap Daddy Ray sambil tersenyum membayangkan dirinya tidur bersama istrinya dan paginya bercanda dengan ke tiga anak kembarnya.


Tidak berapa lama Daddy Ray sudah terlelap dalam mimpi indah.


xxxxxxx


Waktu berjalan dengan cepatnya dan kini Daddy Ray seperti biasa bangun pagi dan bersiap - siap berangkat ke kantor karena hari ini ada rapat dengan kliennya.


tap


tap


tap


Bunyi suara sepatu pantofel memenuhi ruangan lantai dua dan lantai satu. Daddy Ray duduk di kursi makan sambil menikmati sarapan pagi bersama mommy Karen dan Daddy Rico beserta asisten setianya.


Selesai sarapan Daddy Ray beserta asisten setianya berpamitan dengan ke dua orang tua Daddy Ray. Seperti biasa asisten setianya membuka pintu mobil belakang pengemudi agar tuan Daddy Ray duduk di kursi belakang pengemudi.


Asisten setianya mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Daddy Ray entah kenapa yang biasanya sibuk mengotak atik iPad nya kini hanya memandangi jalan raya dari balik kaca mobil miliknya.


Hingga tidak berapa lama Daddy Ray menatap ke arah samping kiri sebuah mobil yang berisi seorang wanita dan ke tiga anak kembar membuat matanya membulat sempurna.


"Hendrik kejar mobil itu." perintah Daddy Ray sambil menunjuk mobil yang berada di sebelah kiri.


"Baik tuan." Jawab Hendrik patuh.


Hendrik pun mengikuti mobil itu sedangkan Daddy Ray rasanya tidak sabar ingin bertemu dengan wanita yang dicintainya dan juga ke tiga anak kembarnya.


Di tempat yang sama hanya beda mobil Mommy Abigail mengantar ke tiga putranya untuk mendaftar sekolah. Awalnya Mommy Abigail tidak setuju dan ingin kembali ke negara di mana dirinya melahirkan ke tiga anak kembarnya karena dirinya takut jika pria itu akan mengambil ke tiga anaknya dan memisahkan ibu dengan ke tiga anaknya.


Tapi ke tiga anak kembar tersebut merasa yakin kalau Daddy Ray adalah Daddy mereka dan tidak mungkin memisahkan mereka dengan Mommy Abigail.


Untuk itulah mereka menampilkan puppy eyes yang menjadi andalan ke tiga anak kembar tersebut dengan mengatakan untuk tidak menemui daddy mereka membuat mommy Mommy Abigail luruh dan menuruti keinginan ke tiga anak kembar yang sangat pintar.


Mata elang mommy Mommy Abigail melihat dari arah spion mobil kalau ada mobil mengikuti mereka membuat Mommy Abigail hanya bisa menghembuskan nafasnya perlahan.


"Anak - anak, pegangan mobil ada yang mengikuti mobil kita." ucap Mommy Abigail.


Ke tiga anak kembar sontak mengalihkan pandangannya ke arah belakang dan benar saja ada mobil berwarna silver mengikuti mobil mereka. Mereka langsung memegang kepala kursi depan pengemudi agar tidak terjatuh.


Mommy Abigail yang melihat sekilas dari spion mobil kalau ke tiga anaknya sedang memegang kepala kursi depan pengemudi langsung menambah kecepatan tinggi hingga tidak membutuhkan waktu lama mobilnya ketinggalan sangat jauh.


Asisten kepercayaannya yang bernama Hendrik berusaha mengejar mobil Mommy Abigail tapi kehilangan jejak.


"Maaf tuan, mobilnya sangat cepat karena mereka menggunakan mobil sport." ucap Hendrik


"Saya tidak mau tahu pulang dari kantor sudah ada mobil sport!" perintah Daddy Ray dengan nada dingin.


"Baik tuan." Jawab Hendrik patuh.


"Sekarang kita putar balik menuju ke kantor!" perintah Daddy Ray.


"Baik tuan." Jawab Hendrik patuh sambil memutar balik mobilnya. Untunglah jalanan agak sepi sehingga memudahkan Hendrik untuk memutar balik arah mobilnya.


"Kamu sewa detektif untuk menyelidiki Mommy Abigail karena Mommy Abigail sudah ada di sini dengan ke tiga anak kembar kami." ucap Daddy Ray.


"Maaf tuan saya kurang mengerti." ucap Hendrik.


Daddy Ray pun menceritakan tentang pertemuan pertama di restoran dengan ke tiga anak kembar dan juga Mommy Abigail hingga Daddy Ray membatalkan pernikahannya karena dirinya sudah bertemu dengan wanita yang selama ini dicarinya.


Sedangkan Hendrik hanya mendengarkan ucapan tuan Daddy Ray dengan serius sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


"Itulah kenapa aku ingin kamu menyelidiki mereka, aku sudah meretas data mereka tapi sangat sulit." ucap Daddy Ray dengan wajah frustasi.


"Baik tuan, nanti saya akan mencari detektif yang sangat profesional supaya bisa menemukan nona Abigail dan ke tiga anak kembar." ucap Hendrik sambil menghentikan mobilnya di depan lobby karena mereka sudah sampai di perusahaan milik tuan Daddy Ray.

__ADS_1


Dua Belas Jam Kemudian


Waktu berjalan dengan cepatnya dan tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam enam. Daddy Ray keluar dari ruangan pribadinya bersamaan dengan Hendrik yang keluar dari ruangan kerjanya. Seperti biasa Hendrik menekan tombol lift kemudian mereka masuk ke dalam lift khusus petinggi CEO.


Ting


Pintu lift terbuka, Daddy Ray keluar dari pintu lift dengan diikuti asisten setianya siapa lagi kalau bukan Hendrik. Beberapa karyawan yang belum pulang karena mereka lembur memberikan salam ke Daddy Ray sebagai pemilik perusahaan tapi seperti biasa Daddy Ray berjalan dengan angkuh tanpa membalas ucapan para karyawan dan karyawati nya.


"Silahkan tuan." ucap Hendrik sambil membuka pintu mobil sport baru yang tadi di pesan oleh Daddy Ray.


Daddy Ray hanya masuk ke dalam mobil tanpa mengucapkan sepatah kata pun dan duduk di kursi belakang pengemudi sambil melihat sekilas mobil sport barunya.


Hendrik duduk di kursi pengemudi dan mengendarai mobil dengan kecepatan sedang dan di belakang mobil mereka ada dua mobil yang mengikutinya. Mereka adalah para bodyguard pilihan tuan Daddy Ray yang selalu berjaga karena Daddy Ray mempunyai banyak musuh.


Di tempat jalan yang sepi Daddy Ray yang sedang pulang dari perusahaan tanpa sengaja melihat dua orang wanita dan tiga anak kembar. Wanita pertama dan seorang anak kecil perempuan melawan para penjahat dari sisi kanan sedangkan satu wanitanya lagi bersama ke dua anak kembarnya melawan dari sisi sebelah kiri.


"Hentikan mobil dan bantu mereka!" Perintah Daddy Ray.


Hendrik sangat terkejut karena tidak biasanya Daddy Ray memperdulikan orang lain apalagi ikut campur. Hendrik dengan patuh menepikan mobilnya kemudian Daddy Ray tidak seperti biasanya langsung membuka pintu tanpa menunggu Hendrik membuka pintunya.


"Abigail dan anak - anakku." gumam Daddy Ray sambil membulatkan matanya dengan sempurna karena dirinya tidak menyangka bisa bertemu kembali dengan wanita dan ke tiga anaknya yang sangat dicintainya.


"Hendrik bantu ke dua wanita itu dan lindungi ke tiga anakku." perintah Daddy Ray sambil berjalan dengan langkah cepat.


"Baik tuan." jawab Hendrik sambil menjentikkan jarinya agar para bodyguard yang berada di dalam dua mobil segera keluar.


Para bodyguard yang mengerti langsung ke luar dari dua mobil tersebut total ada delapan bodyguard. Mereka berjalan dengan langkah cepat.


"Kalian berempat bantu kami dan yang empatnya lagi bantu wanita itu bersama dua anak kembar. Lindungi mereka jangan sampai terluka." Perintah Hendrik sambil melangkahkan kaki dengan cepat karena Daddy Ray hampir dekat dengan Mommy Abigail.


"Baik tuan." Jawab mereka serempak.


Daddy Ray langsung mendekati mommy Abigail dan membantu mommy Abigail untuk menyerang para penjahat dengan di bantu asisten dan empat bodyguard pilihannya sedangkan ke empat bodyguard lainnya melindungi ke dua anak kembar dan wanita itu.


"Lindungi anak kita." ucap Daddy Ray ketika bersebelahan dengan mommy Abigail.


"Anak kita?" tanya mommy Abigail mengulangi perkataan Daddy Ray sambil menyerang para penjahat.


" Ck.. ke tiga anak kembar itukan anak kita, sudah sana lindungi ke tiga anak kita. Aku sudah memerintahkan ke empat bodyguard untuk melindungi kalian." ucap Daddy Ray sambil mengusir Abigail.


"Baiklah." Ucap mommy Abigail sambil menarik tangan anaknya yang bernama Agnes.


bugh


duag


Daddy Ray menyerang para penjahat karena mereka hendak menyerang mommy Abigail dan Agnes. Mommy Abigail hanya tersenyum karena pria itu membantunya karena dirinya tidak yakin bisa mengalahkan mereka. Mommy Abigail mendekati ke dua anaknya dan sahabatnya yang bernama Veronica.


"Maaf nona, kami di suruh menjaga kalian." ucap salah satu bodyguardnya menolak permintaan mommy Abigail.


"Kalau begitu satu saja, aku dan sahabatku serta anakku bisa berkelahi." ucap mommy Abigail.


Mereka saling menatap seperti memberikan kode untuk mengikuti keinginan mommy Abigail atau tidak.


"Saya akan tanggung jawab jika terjadi sesuatu dengan kami." ucap mommy Abigail yang mengerti kenapa mereka ragu mengikuti perintah Mommy Abigail.


"Baiklah."Jawab ke tiga bodyguard dengan serempak dan singkat setelah mendengar ucapan Mommy Abigail yang mengatakan bersedia untuk bertanggung jawab.


Ke tiga bodyguard meninggalkan satu temannya, ke dua wanita dewasa dan ke tiga anak kembar untuk membantu Daddy Ray.


Bantuan ke empat bodyguard sangat berarti buat Daddy Ray, Hendrik dan ke empat bodyguardnya karena para penjahat mempunyai kemampuan bela diri yang sangat tinggi.


Mereka menyerang para penjahat namun tanpa sepengetahuan Daddy Ray seorang pria menodongkan pistol ke arah Daddy Ray tapi tatapan elang Abner anak pertamanya melihat kalau daddynya dalam bahaya membuat Abner berlari.


"Daddy awas!!!" teriak Abner


dor


"Akhhhhhhhh...!" Teriak Abner.


bruk


dor


"Akhhhhhhhh ....!" teriak salah satu penjahat.


bruk


Abner memeluk Daddy Ray dari arah belakang hingga yang tertembak Abner. Abner yang hendak jatuh langsung di tahan oleh Daddy Ray kemudian menggendongnya sedangkan Hendrik yang melihat anak kecil tertembak membuatnya marah dan langsung menembak pria itu di keningnya hingga mati di tempat.


" Abner!!!" teriak Mommy Abigail.


"Veronica dan ke dua anak mommy di sini jangan ke sana, mommy akan membantu Abner kakak kalian." ucap mommy Abigail sambil berlari untuk mendekati anak pertamanya.


"Baik mommy." Jawab Alvaro dan Agnes serempak sambil mengeluarkan air matanya karena kakak kesayangannya tertembak.


"Biar Abner yang aku gendong." ucap Mommy Abigail setelah dekat dengan Daddy Ray.


Daddy Ray langsung memberikan Abner ke mommy Abigail dengan berhati-hati takut anaknya bertambah kesakitan.


"Masuk ke dalam mobil dan pergi ke rumah sakit dengan di antar bodyguard ku." ucap Daddy Ray sambil menahan amarahnya.

__ADS_1


"Tapi..." ucapan mommy Abigail terpotong oleh Daddy Ray.


"Tidak ada penolakan." ucap Daddy Ray dengan nada tegas sambil menatap tajam ke arah mommy Abigail.


Mommy Abigail hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar karena dirinya kesal dengan pria yang mengaku sebagai daddy dari ke tiga anaknya terlebih Daddy Ray menatap tajam ke arah dirinya karena seumur hidup dirinya tidak pernah di tatap tajam oleh seorang pria kecuali Daddynya.


"Baik." Jawab mommy Abigail singkat sambil berjalan meninggalkan mereka dengan menggendong Abner menuju ke arah mobil.


"Antar kami ke rumah sakit." pinta mommy Abigail.


"Baik nona." Jawab bodyguard sambil membuka pintu mobil belakang kemudian diikuti oleh Agnes dan Alvaro.


Tante Veronica duduk di samping pengemudi sedangkan bodyguard duduk di kursi pengemudi.


Sepeninggal Mommy Abigail dan ke tiga anak kembarnya serta Tante Veronica dan bodyguardnya tiba-tiba sepasang mata Daddy Ray berubah menjadi merah karena melihat anaknya tertembak membuatnya jiwa psychophat nya yang sudah lama tidur langsung terbangun.



Daddy Ray mengambil pisau lipat yang selama ini di simpannya di saku celana panjangnya kemudian Daddy Ray menyerang secara membabi-buta hingga semua penjahat tumbang satu demi satu.


"Bawa mereka ke markas dan siksa siapa yang menyuruh mereka." ucap Daddy Ray dengan nada dingin sambil menyimpan pisau lipatnya di tempat semula.


"Baik tuan." Jawab para bodyguard sambil berjalan ke arah para penjahat untuk di bawa ke markas.


"Tunggu." ucap Daddy Ray sambil mengeluarkan dua pistol dari saku jasnya.


Para bodyguard itupun menghentikan langkah kakinya sambil menunggu perintah selanjutnya dari tuan Daddy Ray.


dor


"Akhhhhhhhh ..." teriak salah satu penjahat.


Bruk


dor


"Akhhhhhhhh ..." teriak salah satu penjahat lainnya.


Bruk


dor


"Akhhhhhhhh ..." teriak salah satu penjahat satunya lagi.


Bruk


Satu demi satu Daddy Ray menembak ke dua belas penjahat di mana masing - masing di tembak kaki kirinya hal itu membuat para penjahat langsung berteriak kesakitan dan ambruk seketika.


"Sekarang bawa mereka semuanya!" Perintah Daddy Ray sambil menaruh dua pistolnya di balik saku jasnya.


"Baik tuan." Jawab para bodyguard sambil berjalan ke arah para penjahat untuk di bawa ke markas.


"Hendrik kita berangkat ke rumah sakit." ucap Daddy Ray


"Baik tuan." Jawab Hendrik patuh.


"Hendrik lakukan tes DNA untuk ke dua anak kembar karena yang satunya lagi terluka karena aku sangat yakin kalau mereka bertiga adalah anakku." ucap Daddy Ray sambil duduk di kursi belakang pengemudi.


"Maaf tuan, kalau Memang Tuan sangat yakin kenapa pakai tes DNA?" tanya Hendrik dengan nada bingung sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


"Agar Abigail tidak bisa mengelak kalau mereka adalah darah dagingku." Jawab Daddy Ray.


"Saya mengerti tuan." ucap Hendrik.


Tidak berapa lama merekapun sudah sampai di rumah sakit.


tap


tap


tap


Bunyi suara sepatu pantofel memenuhi ruangan rumah sakit, banyak para pengunjung, para perawat dan para dokter baik gadis dan wanita menatap tanpa berkedip melihat Daddy Ray dan Hendrik, dua laki - laki yang sangat tampan seperti dewa yang turun dari kayangan tapi lebih tampan Daddy Ray.


Daddy Ray dan Hendrik sudah terbiasa di tatap seperti itu karena itu ke dua pria tampan berjalan dengan angkuh menuju ke ruang UGD tanpa memperdulikan tatapan para gadis dan wanita.


Daddy Ray melihat mommy Abigail sedang duduk di kursi ruang tunggu bersama ke dua anaknya dan sahabatnya Veronica membuat Daddy Ray merasakan bahagia karena bisa bertemu dengan cinta pertamanya dan juga ke dua anak kembar yang sangat mirip dengan dirinya secara tidak di sengaja.


"Abigail bagaimana dengan anak kita?" tanya Daddy Ray sambil berdiri di hadapan mommy Abigail dengan wajah kuatir.


Mommy Abigail berdiri dan menatap wajah Daddy Ray dari jarak dekat dan memang wajahnya sangat mirip dengan ke tiga anak kembarnya.


"Masih menunggu." Jawa mommy Abigail.


"Ada yang ingin kita bicara..." ucap Daddy Ray terputus karena mendengar suara orang membuka pintu.


ceklek


"Orang tua Abner." panggil dokter.


"Saya dok." ucap mommy Abigail dan Daddy Ray serempak.

__ADS_1


"Maaf nyonya dan tuan, anak tuan mengalami kekurangan darah apakah ada yang cocok dengan darahnya?" tanya dokter tersebut dengan wajah kuatir.


__ADS_2