
Albert memiringkan tubuhnya dan melihat wajah cantik dan damai milik Veronica.
"Sangat cantik." Ucap Albert sambil membagi selimutnya ke tubuh Veronica.
Albert berusaha memejamkan matanya dan tidak berapa lama Albert dapat tidur dengan pulas menyusul Veronica dalam mimpi indahnya.
Tidak berapa lama Veronica tanpa sadar memeluk tubuh Albert seperti guling membuat Albert langsung membuka matanya kemudian tersenyum sambil membalas pelukan Veronica. Kini mereka berdua tidur sambil berpelukan dengan memberikan kenyamanan masing-masing.
Malam berganti pagi perlahan Albert membuka matanya dan melihat wajah cantik Veronica yang masih setia memejamkan matanya.
"Pantas saja Mommy dan Daddy kalau di kamar suka lama ternyata seperti ini rasanya." ucap Albert dalam hati.
Perlahan tubuh Veronica menggeliat membuat Albert menutup matanya. Veronica perlahan membuka matanya dirinya sangat terkejut karena melihat dirinya sedang memeluk tubuh Albert.
"Kenapa aku memeluk Kak Albert? kalau Kak Albert tahu aku bisa dimarahi." ucap Veronica dengan nada pelan tapi masih terdengar jelas di telinga Albert.
Veronica perlahan melepaskan tangan Albert yang sedang memeluk dirinya tapi pelukan Albert semakin erat.
"Kak Albert bangun, aku mau ke kamar mandi sudah tidak tahan ingin buang air kecil." ucap Veronica sambil menepuk bahu Albert dengan pelan.
Albert perlahan membuka matanya kemudian melepaskan pelukannya dengan terpaksa karena dirinya belum rela melepaskan pelukannya. Veronica langsung bangun dan turun dari kamar mandi untuk melakukan panggilan alam.
Selesai melakukan panggilan alam Veronica membasuh wajahnya kemudian keluar dari kamar mandi.
"Kak Albert adakah sikat gigi yang masih baru?" tanya Veronica.
"Ada di laci di dalam kamar mandi." Jawab Albert.
"Ok. Terima kasih." Jawab Veronica singkat.
Veronica masuk kembali ke dalam kamar mandi untuk menyikat gigi sedangkan Albert menghubungi anak buahnya untuk membeli pakaian untuk Veronica karena tidak mungkin Veronica keluar memakai pakaiannya.
ceklek
Veronica membuka pintu kamar mandi dan berjalan ke arah Albert.
"Kak Albert mau makan apa?" tanya Veronica.
"Apa saja aku suka." Jawab Albert.
"Ok." Jawab Veronica singkat.
Veronica berjalan ke arah pintu kamar tetapi baru beberapa langkah Albert menghentikan langkahnya.
"Kamu mau kemana?" tanya Albert.
"Mau memasak nasi goreng." Jawab Veronica sambil membalikkan badannya.
"Ok, jangan pedas ya." pinta Albert.
"Ok." Jawab Veronica singkat lagi kemudian membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya keluar dari kamar Albert.
"Senang banget seperti sepasang suami istri, suaminya sakit dan istri memberikan perhatian tapi apakah dia mencintaiku?" tanya Albert lirih.
"Veronica tidak tahu kalau keluargaku kaya dan aku seorang CEO. Jika Veronica setuju, haruskah Aku mengatakan dengan jujur agar orang tuanya menyetujui hubungan kami mengingat dulu Aku pernah menyamar menjadi pria miskin dan Aku di hina habis-habisan oleh mereka?" Tanya Albert dalam hati sambil mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu.
Albert teringat ketika orang tuanya menjodohkan dengan seorang gadis namun dirinya tidak setuju hingga Albert mempunyai ide gi*a.
xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx
"Albert, umurmu sudah mendekati tiga puluh tahun tapi sampai sekarang Kamu belum menikah. Jadi Mommy berencana menjodohkan mu dengan teman lama Mommy." Ucap Rani.
"Aduh Mommy, Albert tidak suka dijodohkan." Ucap Albert.
"Albert, dia gadis yang sangat cantik dan baik sepertinya kalian cocok jadi terimalah perjodohan ini." Pinta Rani.
"Mommy, walau dia sangat cantik dan baik tapi Albert belum ada kepikiran ke sana. Apalagi namanya menikah bukankah harus saling mencintai satu sama lain dan Albert ingin seperti itu." Jawab Albert.
"Cinta bisa berjalan seiring waktu, dulu Mommy mencintai Daddy ketika Mommy menikah dengan Daddy." Ucap Rani.
"Apakah dulu Mommy dan Daddy dijodohkan?" Tanya Albert.
"Tidak." Jawab Rani singkat.
"Lalu kenapa bisa menikah sedangkan Mommy dan Daddy belum mencintai satu sama lain?" Tanya Albert penasaran.
"Itu rahasia kami." Ucap dokter Adrian yang mulai bicara karena sejak tadi mendengarkan percakapan istrinya dengan putra pertamanya.
"Aish Daddy, Albert penasaran." Ucap Albert.
"Albert, jangan mengalihkan pembicaraan." Ucap Rani.
Albert menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap ke dua orang tuanya secara bergantian.
"Baiklah tapi dengan satu syarat." Ucap Albert akhirnya.
"Apa itu?" Tanya Rani.
"Albert sangat yakin kalau teman lama Mommy tidak tahu kalau Mommy dan Daddy orang kaya." Ucap Albert.
"Betul sekali karena selama ini teman lama Mommy tahunya Mommy orang biasa saja apalagi Daddy tidak pernah ikut kumpul." Jawab Rani.
Walau Rani anak orang kaya tapi Rani tidak suka menyombongkan diri karena sifatnya menuruni Mommy Nicole yang selalu rendah hati dan tidak pernah menyombongkan kekayaannya.
__ADS_1
"Kalau begitu, Albert ingin menyamar sebagai pria miskin jika gadis itu menerima Albert maka Albert setuju menikahi gadis itu tapi jika tidak maka Mommy jangan menjodohkan Albert lagi." Ucap Albert.
"Baik Mommy setuju." Ucap Rani.
"Kalau begitu aturlah pertemuan kami." Ucap Albert.
"Ok." Jawab Rani.
Albert berdiri dan berjalan meninggalkan ke dua orang tuanya di ruang keluarga menuju ke kamarnya sedangkan Rani menghubungi teman lamanya.
xxxxxxx
Esoknya Rani mengatakan ke Albert untuk menemui gadis itu di rumah orang tuanya.
Albert mengetuk pintu dan ternyata orang yang dijodohkan nya yang membukakan pintu untuk dirinya.
"Desi ya?" Tanya Albert.
"Ya benar, siapa ya?" Tanya Desi sambil memperhatikan penampilan Albert di mana Albert menggunakan pakaian murahan.
"Aku Albert, orang yang dijodohkan Ibuku denganmu." Jawab Albert.
Gadis cantik tersebut hanya menganggukkan kepalanya tanpa mempersiapkan Albert untuk masuk.
"Aku boleh masuk?" tanya Albert.
"Masuklah." Jawab Desi singkat sambil membuka pintu dengan lebar.
Albert masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu begitu pula dengan gadis itu. Mereka duduk saling berhadapan dan tidak berapa lama ke dua orang tuanya datang menemani putri kesayangannya.
"Ada apa datang ke sini?" tanya Desi.
"Ibuku menjodohkan kita jadi aku memberanikan diri untuk melamar mu." ucap Albert dengan wajah polos.
"Memang benar kami menjodohkan kalian tapi Aku belum sempat bertanya yaitu Kamu bekerja sebagai apa?" tanya ibunya Desi dengan nada angkuh.
"Sebagai sopir." Jawab Albert berbohong.
"Apa??? sopir!!" pekik ke dua orang Desi dan Desi secara bersamaan.
"Iya sebagai sopir di perusahaan A3 cooperation kepanjangan dari Adrian Albert Adrianus." Jawab Albert.
Adrian adalah nama Ayahnya yaitu dokter Adrian, Albert nama dirinya sedangkan Adrianus adalah nama adik kembarnya.
"Kalau kamu jadi manager A3 kami bersedia anak kami dijodohkan tapi karena Kamu sopir maka Kami sangat - sangat keberatan." ucap ibunya Desi dengan nada ketus.
"Dasar tidak punya malu, Kamu tidak lihat kami dari keluarga terpandang masa putri semata wayang kami menikah dengan sopir mau taruh di mana muka kami, hah!!!" bentak ayahnya Desi menghina Albert
"Wajahmu memang tampan tapi sayang Kamu dan keluargamu miskin nanti yang ada nanti aku hidup susah jika aku menikah denganmu." hina Desi.
"Iya pergilah." usir ayah dan gadis tersebut.
Albert langsung pergi namun sebelum melangkah ke pintu Albert menghentikan langkahnya.
"Jika suatu saat nanti aku kaya dan kamu mengemis cintaku jangan harap aku mau menerimamu." ucap Albert sambil melanjutkan langkahnya.
"Dalam mimpi aku mengemis cintamu, pergi sana!!!" usir Desi lagi.
Albert tetap melangkahkan kakinya keluar dari rumah tersebut sambil tersenyum menyeringai. Tanpa sepengetahuan mereka kalau Albert merekam ucapan mereka untuk ditujukan ke dua orang tuanya agar tidak menjodohkan dengan gadis lain.
'Aku bersyukur menyamar menjadi pria miskin karena dengan begini orang tuaku tidak akan memintaku untuk menjodohkan Aku. Desi, justru kamu tidak pantas untukku karena Aku tidak mau menikah dengan gadis sombong sepertimu.' Ucap Albert dalam hati.
xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx
"Aku berharap Veronica bukan seperti gadis itu." ucap Albert.
ceklek
Veronica membuka pintu sambil membawa nampan yang berisi makanan dan diletakkan di atas meja.
"Albert badannya aku lap pakai air hangat ya?" tanya Veronica.
"Aku ingin mandi bisakah kamu membantuku mandi?" tanya Albert.
"Tapi aku belum pernah memandikan laki - laki." ucap Veronica.
"Aku tahu tapi lenganku masih sakit dan aku janji tidak akan melakukan macam - macam." Ucap Albert.
"Baiklah. " Jawab Veronica pasrah.
"Aku siapkan air hangat dulu." Sambung Veronica.
Albert hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju. Veronica berjalan ke arah kamar mandi dan mulai mengisi air hangat ke dalam bathtub tersebut kemudian memberikan aroma terapi. Setelah selesai melakukannya Veronica keluar dari kamar mandi dan mendekati Albert.
"Bantu aku membuka celana panjangku." pinta Albert.
"Tapi kak aku belum pernah." tolak Veronica lagi.
Albert hanya diam dan tangan kanannya mengarahkan ke resleting celananya sedangkan tangan kirinya memegangi celananya.
"Sstttt... sakit." Rintih Albert sambil memejamkan matanya seperti menahan rasa sakit padahal bohong.
"Kak Albert stop biar aku saja." Ucap Veronica yang tidak tega melihat rintihan kesakitan.
__ADS_1
Tangan kanan Veronica mengarahkan ke celana untuk membuka resleting milik Albert sedangkan tangan kirinya memegangi celana Albert dengan jantung berdebar kencang.
"Maaf kak." Ucap Veronica dengan wajah memerah menahan malu.
Veronica membukanya dengan gugup setelah selesai Veronica menarik celana panjang Albert dan menaruhnya di lantai hingga menyisakan celana boxernya.
"Bisa jalan kak?" tanya Veronica.
"Tolong bantu tarik tanganku." pinta Albert tanpa menjawab pertanyaan Veronica.
Veronica mendekati Albert kemudian memeluknya dari arah samping dan tangan kanan Albert diletakkan dibahunya.
"Aku bantu jalan kak." Jawab Veronica.
bruk
akhhhhh
Albert dengan sengaja menarik pinggang Veronica membuat Veronica jatuh ke ranjang dan menimpa tubuh Albert. Ke dua jantung mereka berdetak sangat kencang dan mereka saling menatap satu sama lain.
Albert menarik tengkuk Veronica kemudian mengecupnya. Ciuman singkat membuat Albert menginginkan yang lebih hingga terdengar suara merdu dari mulut Veronica membuat Albert membalikkan badannya dan kini Albert berada di atas tubuh Veronica.
Entah bagaimana kini tubuh mereka sudah polos dan tanpa sehelai benangpun. Albert yang sering menonton film blue mencoba mempraktekkan ke Veronica hingga Albert mencoba memasukkan adik kecilnya ke tubuh Veronica untuk disatukan.
"Hiks... hiks... sakit kak." rintih Veronica.
Albert langsung tersadar dan menarik tubuhnya untuk berdiri.
"Maafkan aku." Ucap Albert sambil menggendong Veronica.
Veronica yang takut terjatuh mengalungkan ke dua tangannya ke leher Albert. Veronica menyandarkan kepalanya di dada bidang Albert.
"Tidak apa - apa kak." ucap Veronica.
"Aku akan bertanggung jawab padamu walau kita belum melakukannya." ucap Albert sambil masuk ke dalam kamar mandi.
"Maksud Kak Albert?" tanya Veronica
"Aku sangat mencintaimu dan ingin menikah denganmu. Aku tahu ini terlalu cepat tapi ketika pertama kali aku melihatmu aku sudah merasakan jatuh cinta padamu. Apakah kamu mencintaiku?" tanya Albert sambil menatap mata indah Veronica.
Veronica tersenyum bahagia karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Albert menurunkan perlahan tubuh Veronica ke bathtub kemudian diikuti oleh dirinya.
"Kenapa kamu diam? Apakah kamu tidak mencintaiku?" tanya Albert sambil menyandarkan tubuh Veronica perlahan agar berhadapan dengan dirinya.
" Aku diam karena aku sangat bahagia mendengar ucapan Kak Albert. Aku juga sangat mencintaimu kak." Jawab Veronica sambil memeluk Albert.
"Benarkah kamu membalas cintaku?" tanya Albert tidak percaya.
Veronica mengangkat wajahnya untuk menatap wajah tampan Albert.
"Apakah Kak Albert ingin bukti kalau aku mencintai Kak Albert?" tanya Veronica.
"Tentu saja aku ingin bukti kalau kamu mencintaiku." Jawab Albert.
Veronica mendekati wajah Albert dan mengecup bibir Albert sedangkan tangan kanannya memegang adik kecil milik Albert membuat tubuh Albert seperti tersengat listrik.
Veronica perlahan menyatukan tubuhnya ke tubuh milik Albert sambil menahan rasa perih di bagian privasinya.
jleb
"Akhhhhhhhh..." Teriak Veronica.
"Sayang apa yang kamu lakukan?" tanya Albert ketika tubuhnya kini sudah menyatu dengan tubuh Veronica.
Albert yang baru pertama kalinya adik kecilnya di sentuh seorang gadis tidak menyangka kalau Veronica melakukan hal itu.
"Inilah bukti kalau aku mencintaimu kak." ucap Veronica sambil meneteskan air matanya.
"Aku percaya padamu terima kasih, secepatnya kita akan menikah." Ucap Albert.
Mereka pun melakukan hubungan suami istri hingga setengah jam lebih barulah lahar milik Albert keluar dan dimasukkan ke dalam rahim Veronica.
Selesai melakukan kegiatan panasnya mereka mandi bersama. Selesai mandi Albert menggendong kembali tubuh Veronica dan diarahkan ke shower agar tubuh mereka bersih dari sabun mandi.
Albert memakaikan jubah ke tubuh Veronica yang polos kemudian barulah dirinya memakai handuk yang menutupi bagian bawahnya. Albert menggendong kembali Veronica untuk keluar dari kamar mandi dan membaringkannya di ranjang dengan perlahan.
cup
" Terima kasih sudah memberikan harta berharga buatku." Ucap Albert sambil mengecup bibir Veronica sekilas.
"Kak Albert, air yang di bathtub sudah penuh dan Aku sudah memberikan aroma terapi agar tubuh Kakak segar." Ucap Veronica sambil berjalan ke arah ranjang.
Hening
"Kak Albert." panggil Veronica.
Hening
Pluk
"Kak Albert ngelamun?" Tanya Veronica sambil menepuk bahu Albert dengan perlahan.
Albert tersentak dari lamunannya kemudian menatap ke arah Veronica yang sedang berdiri saling berhadapan.
__ADS_1
'Kenapa Aku jadi mesum dengan mengkhayal kami melakukan hubungan suami istri?' Tanya Albert dalam hati.