
"Terserah yang penting jangan panggil tuan karena aku bukan majikan kalian." ucap Hendrik.
"Ok dan jangan panggil aku nona panggil saja Veronica." Ucap Veronica.
"Sama, panggil saja Elizabeth." sambung Elizabeth.
"Hendrik, hebat kamu di temani dua gadis cantik." Ucap seorang pemuda tampan sambil berjalan ke arah mereka.
"Maaf Tuan Albert, satunya temannya Nyonya Ray dan satunya temannya nona muda kecil Agnes." Jawab Hendrik.
Albert adalah putra dari pasangan Rani dengan dokter Adrian, adik dari kakak kembar Daddy Rico.
"Sejak kapan ponakanku yang manis mempunyai teman kecil?" Tanya Albert.
Hendrik langsung berdiri kemudian menarik tangan Albert. Walau Hendrik merupakan orang kepercayaan Daddy Ray tapi keluarga besarnya menyayangi Hendrik seperti keluarganya.
Karena itulah Albert tidak marah ketika tangannya di tarik oleh Hendrik. Albert berjalan mengikuti langkah Hendrik hingga mereka berhenti di ruang makan.
Hendrik langsung menceritakan apa yang terjadi sedangkan Albert mendengarkan tanpa mengeluarkan suara sepatah kata pun.
"Itulah yang terjadi." Jawab Hendrik mengakhiri ceritanya.
"Kamu serius?" Tanya Albert yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Hendrik.
"Serius, karena itulah gadis itu datang karena di minta oleh nona muda kecil Agnes." Jawab Hendrik.
"Kalau begitu, aku ikut deh kebetulan aku sangat membutuhkan refreshing." Ucap Albert.
"Ok, tapi bawa pakaian." Ucap Hendrik.
"Tidak usah, aku tinggal beli di sana." Ucap Albert dengan nada santai.
Hendrik hanya diam saja kemudian mereka berjalan ke arah ruang keluarga di mana Elizabeth dan Veronika asyik mengobrol.
"Oh ya kenalin mereka adalah Veronika dan Elizabeth. Elizabeth dan Veronika kenalkan ini Tuan muda Albert." Ucap Hendrik memperkenalkan mereka.
Merekapun saling memperkenalkan diri setelah selesai mereka duduk di sofa masing-masing. Tanpa sengaja Albert melirik sekilas ke arah samping Veronica yang membawa sebuah koper ukuran sedang.
"Kamu mau pergi?" tanya Albert pura - pura tidak tahu.
"Iya, aku di ajak sahabatku Karen untuk menginap di villa tuan Ray." Ucap Veronica menjelaskan.
Albert hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti walau sebenarnya dirinya sudah diberitahukan oleh Hendrik. Tidak berapa lama datang Daddy Rico bersama istrinya dan Daddy Ray bersama istri dan ke tiga anak kembar mereka. sudah berkumpul di ruang keluarga.
"Kita pergi bawa mobil dua saja, aku, istriku dan ke tiga anak kami satu mobil dan mobil satunya mommy, daddy, Hendrik, Elizabeth dan Veronica." ucap daddy Ray.
__ADS_1
"Ok." Jawab mereka bersamaan.
"Albert ikut." Ucap Albert.
"Ok, kamu ikut mobil yang satunya." Jawab Daddy Ray.
"Tapi mommy dan daddy ingin bersama anak kalian." ucap Mommy Karen dengan wajah sendu.
"Aku saja ikut dengan Oma." ucap Abner dan Agnes serempak.
"Bagaimana mommy?" tanya daddy Ray.
"Tidak apa - apa yang penting kami di temani oleh cucu." Jawab Mommy Karen sambil tersenyum bahagia.
"Ok, kalau begitu Hendrik dan Elizabeth ikut mobilku." ucap Daddy Ray.
"Baik Tuan." Jawab ke duanya dengan serempak.
Di mobil pertama di mana Hendrik duduk di kursi pengemudi dan Elizabeth duduk di samping pengemudi sedangkan Daddy Ray duduk di kursi belakang pengemudi bersama Mommy Abigail yang juga duduk di samping belakang pengemudi sambil memangku Alvaro.
Di mobil kedua Albert duduk di kursi pengemudi dan di samping pengemudi duduk Veronica sedangkan Mommy Karen, Daddy Rico, Abner dan Agnes duduk di kursi belakang pengemudi..
xxxxxxx
("Hallo nona, mereka sudah pergi meninggalkan mansion." ucap seseorang).
(" Mobil yang di tumpangi Abigail sudah kamu rusak remnya?" tanya gadis itu).
("Sudah nona jika di pertengahan jalan, kita bisa dipastikan truk yang kita sewa untuk menabrak mobil yang mereka tumpangi akan mengalami kecelakaan dan bisa mengakibatkan mereka meninggal di tempat." Jawab orang itu).
("Bagus, aku harap mereka mati semua tanpa ada sisa." ucap gadis itu sambil tersenyum devil).
("Tapi nona ke dua putranya ikut nyonya besar dan tuan besar." ucap orang itu).
("Tidak apa - apa yang penting Abigail dan Ray mati tertabrak karena mereka telah berani membuatku dipermalukan di depan umum." ucap gadis itu sambil tersenyum devil).
("Baik nona." Jawab orang itu sambil tersenyum bahagia karena dirinya akan mendapatkan uang yang sangat banyak karena telah melakukan apa yang telah diperintahkan olehnya).
tut tut tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak.
" Hahahaha... matilah kalian berdua..." ucap wanita itu sambil tertawa jahat.
xxxxxxx
__ADS_1
Di tempat yang berbeda tepatnya di dalam mobil Daddy Ray. Daddy Ray dan mommy Mommy Abigail sedang bercakap - cakap sedangkan putranya tertidur di pangkuan Mommy Abigail .
"Daddy, tiba - tiba perasaan mommy tidak enak kenapa ya?" tanya mommy Mommy Abigail.
"Mungkin hanya perasaan mommy saja." Jawab daddy Ray walau dalam hatinya juga tidak enak tapi dirinya tidak ingin istrinya pikiran.
"Mungkin saja dad, daddy ingat semalam mommy menangis?" tanya Mommy Abigail.
"Iya daddy ingat, mommy menangis di dada daddy sampai daddy terbangun dan membangunkan mommy. Mommy langsung memeluk daddy dengan erat sambil menangis. Daddy tanya tapi mommy hanya diam dan menangis. Akhirnya daddy mengusap punggung mommy terus mommy tidur lagi memang mommy mimpi apa?" tanya daddy Ray penasaran.
"Mommy mimpi mommy berada di tempat bunga yang sangat indah mommy awalnya sangat senang sekali tapi mommy bingung kok daddy, ke tiga anak kita dan orang tua daddy tidak ada terus mommy memanggil kalian semua tapi tidak ada satupun yang menjawab panggilan mommy. Mommy akhirnya menangis dan menangis sampai akhirnya daddy membangunkan mommy." ucap Mommy Abigail menceritakan mimpinya.
"Mimpi itu hanya bunga tidur mommy jadi jangan dipikirkan." ucap daddy Ray.
"Tapi kenapa mimpi itu seperti nyata? Daddy jika mommy tiada apakah daddy akan menikah lagi?" tanya Mommy Abigail ttiba-tiba sambil menatap wajah tampan suaminya dari arah samping.
"Mommy kenapa ngomong seperti itu? daddy tidak suka." ucap daddy Ray.
"Mommy hanya bertanya saja dad, apalagi kita juga tahu hidup dan mati seseorang hanya Tuhan yang tahu. Jika mommy meninggal duluan apakah daddy akan menikah lagi?" tanya mommy Mommy Abigail mengulangi perkataannya.
"Jika itu terjadi daddy akan menyusul mommy." ucap daddy Ray sambil melirik sekilas ke istrinya sambil tersenyum kemudian menatap ke arah depan.
"Jangan daddy, mommy tidak setuju." Tolak Mommy Abigail
"Lho memangnya kenapa?" tanya daddy Ray
"Bagaimana dengan ke tiga anak kita yang masih kecil? mereka masih membutuhkan orang tua. Jadi daddy harus bertahan demi anak kita jika mommy tiada." ucap mommy Mommy Abigail .
"Sudahlah mom, jangan bicara seperti itu. Daddy tidak mau membahasnya karena saat ini terus terang daddy sangat bahagia bisa menikah dengan mommy dan mempunyai tiga anak kembar sekaligus. Daddy ingin menambah anak lagi agar mansion menjadi ramai." Ucap daddy Ray berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Memang daddy ingin punya anak berapa?" tanya Mommy Abigail penasaran
"Minimal dua belas anak." Jawab daddy Ray dengan nada santai.
"What??? memang mommy kucing sekali beranak langsung banyak." protes Mommy Abigail
"Hehehehe... terserah yang di kasih sama yang di atas sayang." ucap daddy Ray sambil tersenyum dan menatap wajah cantik istrinya.
Mommy Abigail tersenyum mendengar suaminya memanggil dirinya sayang. Mommy Abigail dan yang lainnya tanpa sengaja melihat ada sebuah truk mengambil arah yang salah karena truk itu melaju ke arah mobil yang ditumpanginya.
"Kak Hendrik awas." Teriak Elizabeth sambil melepaskan sabuk pengaman dengan cepat.
Hendrik sangat terkejut dan berusaha membanting setir mobil ke arah samping tapi truk itu juga ikut ke arah samping. Hendrik berusaha mengerem mobil tapi remnya sama sekali tidak berfungsi.
"Gawat remnya blong, semuanya loncat dan jangan perdulikan aku!" teriak Hendrik
__ADS_1