
"Bukankah daddy adalah daddy kami? karena ketika kami melihat daddy mirip dengan kami makanya kami memanggil daddy. Bolehkah kami memanggil daddy?" tanya Alvaro sambil menampilkan puppy eyes yang menjadi andalannya.
"Boleh ya kami memanggil daddy." mohon Abner dan Agnes serempak sambil menampilkan puppy eyes yang menjadi andalan mereka juga.
"Tidak boleh, enak saja. Pasti kalian anak haram dan miskin mengaku - ngaku kalau calon suamiku adalah daddy kalian." hina gadis itu sambil menatap tajam ke arah ke tiga anak kembar tersebut.
"Tutup mulutmu, acara pertunangan ini batal, aku tidak mau bertunangan dengan wanita ini jangankan untuk menikah, bertunangan saja aku tidak sudi." ucap Daddy Ray membalas hinaan gadis itu.
"Apa maksudmu sayang? Sayangku tidak bercanda bukan? mereka pasti anak - anak yang hanya memanfaatkan dirimu." ucap gadis itu sambil menahan amarahnya.
"Ada apa ini?" tanya mommy Abigail yang tiba - tiba datang.
"Mommy." panggil ke tiga anak kembarnya serempak sambil berusaha turun dari gendongannya kemudian langsung memeluk mommynya.
Semua orang menatap ke arah Abigail begitu pula dengan Daddy Ray. Jantung Daddy Ray berdetak sangat kencang karena wanita itulah yang selama ini dicarinya.
"Oh kamu ibunya, ajari anakmu yang miskin ini mengaku calon suamiku daddynya." hina gadis cantik dan seksi itu lagi.
plak
__ADS_1
plak
Abigail menampar pipi gadis itu kanan dan kiri dengan sangat kencang membuat gadis itu terhuyung hendak jatuh untunglah ke dua orang tuanya menahannya kalau tidak kemungkinan bisa jatuh ke lantai.
"Brengs*k berani sekali kamu menampar putriku!!" bentak wanita paruh baya itu sambil mengarahkan tangannya ke arah Mommy Abigail.
Sebelum menyentuh pipi Abigail, Abigail menahan tangan itu kemudian tangan wanita paruh baya itu di putar ke belakang.
"Akhhhhhhhh... sakit lepaskan!!" bentak wanita paruh baya itu.
Pria paruh baya itu melihat putri kesayangannya di tampar dan tangan istrinya di pelintir langsung mendekati Abigail hendak menampar Abigail.
Daddy Ray yang melihat orang yang dicarinya dan dicintainya selama bertahun-tahun hendak di tampar langsung menahan tangan pria paruh baya itu kemudian menendangnya.
bruk
Pria paruh baya itu langsung terjatuh karena mendapatkan serangan mendadak.
"Abner, Alvaro dan Agnes ikut mommy!" perintah mommy Abigail dengan nada kesal.
__ADS_1
Mommy Abigail tidak kesal dengan ke tiga anaknya tetapi sangat kesal dengan wanita itu yang menghina ke tiga putranya.
"Baik mommy." Jawab mereka serempak.
"Daddy, Oma dan opa kami pulang dulu ya." pamit Abner, Alvaro dan Agnes bersamaan.
"Abigail, aku mohon jangan pergi." mohon Daddy Ray sambil menahan tangan Mommy Abigail.
"Maaf, aku tidak kenal tuan dan aku mohon urus lah wanita ini, ayo anak - anak ikut mommy." perintah mommy Abigail sambil menepis tangan Daddy Ray.
"Baik mommy." Jawab mereka serempak dengan patuh.
"Hei wanita mu x ra x han jangan main pergi saja!! urusan kita belum selesai." teriak gadis itu.
Mommy Abigail menggendong ke dua anaknya yang bernama Abner dan Agnes sedangkan tante Veronica menggendong Alvaro meninggalkan mereka tanpa memperdulikan teriakan gadis tersebut.
Daddy Ray yang tidak mau kehilangan wanita yang dicintainya memberi kode ke arah bodyguard untuk mengikuti mereka.
Sepeninggal Abigail, ketiga anak kembarnya dan tante Veronica, Daddy Ray menatap tajam ke arah gadis itu.
__ADS_1
"Mau kemana kamu?" tanya Daddy Ray sambil menahan tangan gadis itu dengan menggunakan sarung tangan karena ingin mengejar Abigail dan ke tiga anaknya.
Selama ini jika Daddy Ray keluar dari mansion selalu menggunakan sarung tangan agar kulitnya tidak bersentuhan dengan kulit orang lain. Hal itu dikarenakan jika kulitnya di sentuh langsung keluar bercak kemerahan dan mengakibatkan kulitnya gatal.