Ranjang Panas Sang CEO 4

Ranjang Panas Sang CEO 4
Bertemu Dengan Desi


__ADS_3

"Maaf, tadi kamu bilang apa?" Tanya Albert.


"Aku tadi manggil Kak Albert tapi Kak Albert tidak dengar, memang Kak Albert melamunkan apa?" Tanya Veronica.


"Maaf tadi Kakak melamunkan tentangmu." Jawab Albert.


"Melamunkan Aku? Kenapa?" Tanya Veronica penasaran.


"Sebelum Kakak menjawab, Apakah Kamu ada perasaan suka sama Kakak?" Tanya Albert.


"Jawab yang jujur karena Kakak tidak suka dibohongi." Sambung Albert.


"Aku tidak tahu apakah Aku suka atau tidak tapi yang pasti, Aku sangat nyaman dekat dengan Kakak dan jantungku berdebar jika kita sedekah ini." Jawab Veronica jujur.


"Begitu pula dengan Kakak dan Kakak sangat yakin kalau kita saling menyukai." Ucap Albert sambil tersenyum.


Veronica hanya terdiam dan membalas senyuman Albert. Albert berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket hingga lima belas menit kemudian Albert selesai mandi dengan menggunakan jubah handuk dan berjalan ke arah ranjang.


"Bagaimana kalau kita bertunangan? Mungkin ini terlalu cepat tapi Kakak ingin mengikatmu dengan bertunangan setelah itu kita menikah." Ucap Albert sambil duduk di sisi ranjang.


"Lalu kapan kakak akan datang menemui ke dua orang tuaku?" tanya Veronica yang juga mempunyai perasaan terhadap Albert.


"Bagaimana kalau hari ini? tapi sebelum ke rumahmu kita pergi ke mall dulu untuk membeli cincin untuk pertunangan kita. Jadi aku akan melamar mu di depan keluargamu." Jawab Albert yakin.


"Kalau begitu setelah kita pulang dari mall kita jemput orang tuaku di bandara terlebih dahulu dan pulang dari bandara kak Albert bisa melamar ku di mansion milik orang tuaku." Ucap Veronica menjelaskan.


"Baiklah, kalau begitu aku akan bersiap dulu karena sebentar lagi orangku akan datang membawa pakaian untukmu." Ucap Albert.


Albert langsung berjalan ke lemari sambil menarik tali jubah handuknya dan membuangnya secara asal. Albert mengambil pakaian santai dan langsung memakainya di depan Veronica membuat Veronica menutup matanya.


"Kak Albert kenapa memakainya di depanku?" tanya Veronica dengan nada protes.


" Pffftttttttttt hahahaha... bukannya kamu tadi sudah melihat tubuhku dan aku juga sudah melihat tubuhmu. Apa perlu ku sebutkan letak tahi lalat yang berada di tubuhmu?" tanya Albert sambil tertawa


"Kapan Kak Albert melihat tubuhku?" Tanya Veronica sambil masih memejamkan matanya.


'Waduh, tidak mungkin Aku mengatakan tadi mengkhayal melakukan hubungan suami istri. Apa yang harus Aku katakan ke Veronica?' Tanya Albert dalam hati sambil berpikir.


"Dalam mimpi." Jawab Albert berbohong.


"Mimpi kok mesum." Ucap Veronica sambil memajukan bibir bawahnya.


Albert tersenyum melihat Veronica seperti itu karena membuat dirinya sangat gemas. Tidak berapa lama terdengar suara bel apartemen.


"Kamu di sini saja jangan keluar." Ucap Albert sambil berjalan ke arah pintu.


"Ok." Jawab Veronica singkat.


Albert berjalan dan menuruni anak tangga kemudian membuka pintu apartemennya.


ceklek


Albert melihat anak buahnya membawa paper bag. Anak buahnya langsung memberikan paper bag tersebut dan Albert pun menerima pemberian anak buahnya kemudian menutup pintu apartemen.


Albert membalikkan badannya dan berjalan menaiki anak tangga menuju ke arah kamar pribadinya.


ceklek


Albert membuka pintu dan melihat Veronica sedang duduk di ranjang sambil menatap dirinya. Albert hanya tersenyum melihat Veronica, wanita cantik yang kini memenuhi seluruh hatinya yang paling dalam dirinya sangat bahagia karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


"Aku pakaikan pakaianmu." Ucap Albert sambil mengeluarkan isi paper bag


"Tidak biar aku saja yang memakai pakaianku." tolak Veronica secara halus sambil mengambil paper bag berikut pakaian yang di pegang oleh Albert.

__ADS_1


Selesai mengatakan hal itu Veronica masuk ke dalam kamar mandi hingga dua puluh menit kemudian Veronica sudah selesai mandi dan memakai dress yang dibelikan oleh Albert.


cup


"Sayangku memang sangat cantik dan dress nya pas di tubuhmu." Ucap Albert sambil mengecup singkat bibir Veronica.


"Sayang?" tanya ulang Veronica.


"Ish Kakak nyebelin." Ucap Veronica dengan nada kesal sambil duduk di kursi rias.


"Kita kan pasangan kekasih jadi kita rubah panggilan kita. Aku akan memanggilmu dengan sebutan Sayang dan aku harap kamu juga mengubah panggilanku. Oh ya Kakak nyebelin kenapa?" Tanya Albert sambil menyisiri rambut Veronica.


"Kakak nyebelin karena mencium bibirku lagi." Jawab Veronica.


"Habis bibirmu sangat manis." Jawab Albert.


"Gula kali manis." Ucap Veronica.


"Pffftttttttttt hahahaha..." Tawa lepas Albert.


'Melihat Kak Albert tersenyum membuatku sangat bahagia.' Ucap Veronica dalam hati.


"Oh ya, Kak Albert mau di panggil apa?" tanya Veronica setelah beberapa saat mereka terdiam.


"Terserah tapi yang romantis ya?" pinta Albert.


"Bagaimana kalau sayang?" tanya Veronica.


"Kakak suka kalau di panggil yank." Ucap Albert.


Veronica hanya tersenyum, hatinya sangat bahagia mendapatkan perhatian dari Albert.


"Baiklah, oh ya makanannya sudah dingin kita beli online saja ya." Ucap Veronica.


Veronica hanya tersenyum kemudian mengambil piring yang berada di meja. Mereka makan tanpa ada satupun yang bicara hingga setengah jam kemudian mereka sudah selesai makan dan minum bersama untuk pertama kalinya.


"Yank, sini piringnya aku cuci." Ucap Veronica sambil mengambil piring yang berada di tangan Albert.


Albert hanya menganggukkan kepalanya kemudian Veronica berdiri dan melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu kamar untuk mencuci piring.


"Aku tidak menyangka kalau cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Semoga saja ke dua orang tuanya setuju menikah denganku jika tidak terpaksa Aku akan mengatakan dengan jujur siapa keluargaku karena Aku sangat mencintai Veronica." Ucap Albert.


Albert berjalan ke arah balkon, sampai di balkon Albert menatap pemandangan yang berada di bawah di mana orang dan kendaraan lalu lalang.


ceklek


Veronica membuka pintu dan melihat Albert tidak berada di kamarnya.


"Yank." Panggil Veronica.


hening


Veronica berjalan ke arah kamar mandi sambil memanggil.


"Kak Albert ada di mana?" tanya Veronica sambil membuka pintu kamar mandi.


grep


'Kakak di sini Sayang, kenapa mencari ku? kangen ya?' bisik Albert sambil memeluk Veronica dari arah belakang.


"Iya aku kangen, habis dari mana?" tanya Veronica.


"Dari balkon, kita berangkat sekarang ya?" ucap Albert.

__ADS_1


"Ok." Jawab Veronica singkat.


Albert sengaja mengajaknya pergi karena jika terlalu lama berdua dirinya takut tidak bisa menahan ha x srat nya. Albert menggenggam tangan Veronica dan berjalan menuruni anak tangga menuju ke parkiran mobil. Albert membuka pintu mobil kemudian Veronica masuk ke dalam mobil dan duduk di samping pengemudi.


Albert memutari mobilnya kemudian membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobil kemudian menutupnya. Albert duduk di kursi pengemudi dan mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


Singkat cerita kini mereka sudah sampai di mall, mereka berdua langsung menuju ke toko perhiasan yang terkenal.


"Pilihkan kami cincin untuk pertunangan kami limited edition." pinta Albert.


"Baik tuan." Jawab pelayan toko itu dengan nada sopan.


Tiba - Tiba muncul sepasang wanita dan pria masuk ke dalam toko perhiasan.


"Sayang aku naksir kalung itu." ucap wanita itu dengan nada manja.


Albert sangat terkejut mendengar suara familiar dan melirik sekilas kemudian menatap ke arah Veronica karena Albert sangat menyukai wajah cantik Veronica.


"Silahkan sayang apapun yang kamu minta aku akan membelikannya." ucap pria tersebut.


cup


"Terima kasih sayang." Jawab wanita itu sambil mengecup bibir pria itu dengan singkat.


"Aku mau kalung itu ambilkan!" perintah wanita itu dengan nada angkuh.


"Baik nona." Jawab pelayan toko sambil mengambil kalung sesuai yang di tunjuk wanita itu.


"Maaf Tuan, ini cincin pertunangan limited edition silahkan di pilih." ucap pelayan toko memberikan beberapa sepasang cincin untuk di pilih.


"Sayang, silahkan pilih cincinnya." ucap Albert sambil memeluk pinggang Veronica dari arah samping.


"Baik Yank." Jawab Veronica sambil tersenyum sambil memilih cincin pertunangan.


"Kak Albert." panggil wanita itu dengan wajah sangat terkejut.


"Desi?" panggil Albert menatap sekilas lalu menatap wajah cantik Veronica.


"Mau apa ke sini?" tanya Desi kepo.


"Beli cincin tunangan karena sebentar lagi kami akan bertunangan. Sayang kenalkan ini Desi orang yang tidak begitu penting." ucap Albert.


"Apa maksud Kak Albert kalau Aku bukan orang yang tidak penting?" Tanya Desi tanpa membalas uluran tangan Veronica.


Veronica hanya tersenyum sambil menurunkan tangannya.


"Bukankah memang seperti itu?" Tanya Albert balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Desi.


"Yank bagaimana cincin ini cantik tidak?" tanya Veronica mengalihkan pembicaraan.


"Sangat Cantik Sayang, tolong di bungkus dan sekalian tolong perlihatkan satu paket perhiasan limited edition untuk calon tunanganku." Ucap Albert yang tidak memperdulikan keberadaan Desi.


"Baik tuan." Jawab pelayan toko.


"Kak Albert dapat uang dari mana? atau yang membayar calon tunanganmu ya?" tanya Desi dengan nada menghina.


"Aku dapat dari hasil kerja kerasku." Jawab Albert tanpa menatap Desi.


Desi yang melihat itu sangat kesal karena selama ini tidak ada yang menolak pesona Desi.


"Maaf nona, ini kalungnya." Ucap pelayan toko.


"Ok terima kasih." Jawab Desi sambil menerima kalung itu untuk dicobanya.

__ADS_1


"Pasti kamu kerja jadi germo karena tidak mungkin kamu uang sebanyak itu." hina Desi lagi.


__ADS_2