Ranjang Panas Sang CEO 4

Ranjang Panas Sang CEO 4
Mau Kemana?


__ADS_3

Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan di mana Rani dan dokter Adrian masih setia menunggu putranya di ruangan UGD hingga satu jam kemudian Rani di hubungi oleh Mommy Nicole.


("Hallo Mom." Panggil Rani).


("Kok belum sampai?" Tanya Mommy Nicole dengan nada kuatir).


("Sebenarnya kami sudah sampai di rumah sakit Mom." Jawab Rani dengan suara agak berbeda).


("Ada apa Rani?" Tanya Mommy Nicole dengan nada masih kuatir).


("Hiks .... Hiks ... Hiks ...." Isak Rani).


("Rani, kamu kenapa? Kalian baik-baik sajakan? Kamu di ruangan mana?" Tanya Mommy Nicole beruntun).


("Maaf Mom, ini Adrian ... Putra kami Albert mengalami kecelakaan dan sekarang kami menunggu di UGD." Jawab dokter Adrian).


("Apa? Albert kecelakaan? Baik kami akan ke sana." Ucap Mommy Nicole dengan nada terkejut).


Tut Tut Tut

__ADS_1


Sambungan komunikasi diputuskan secara sepihak oleh Mommy Nicole sedangkan dokter Adrian menyimpan ponsel milik istrinya di saku jasnya kemudian mengusap punggung istrinya agar mengurangi rasa sesak dihatinya.


Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan di mana Daddy Ray dan Mommy Jovanka masih terbaring di rumah sakit. Mommy Nicole yang awalnya duduk di kursi dekat ranjang langsung berdiri ketika mendengar suara Rani yang agak berbeda dari biasanya.


Saat ini ruang perawatan di mana Daddy Ray dan Mommy Jovanka berkumpul keluarga besarnya. Di mana ada Daddy Raka, Mommy Nicole, Daddy Rico, Mommy Karen dan ke empat anak kembarnya bersama pasangannya kecuali Adira karena Adira belum menikah.


"Albert kecelakaan?" Tanya mereka bersamaan.


"Iya, karena itu Mommy mau ke sana dulu." Ucap Mommy Nicole.


"Daddy ikut Mom." Jawab Daddy Raka.


"Ok." Jawab Mommy Nicole.


"Tunggu sebentar." Ucap Abigail.


"Ada apa Abigail?" Tanya Mommy Karen.


"Tolong bawa laptop, biar putra kami ikut kalian untuk meretas cctv di Jalan raya agar bisa tahu apa yang terjadi sebenarnya sekalian menangkap pelaku yang menabrak Albert." Jawab Abigail.

__ADS_1


"Bagus juga idemu, ayo Abner, Alvaro dan Agnes." Ajak Mommy Karen.


"Baik Buyut." Jawab ke tiga anak kembarnya dengan patuh.


Kemudian mereka pergi meninggalkan ruangan tersebut menuju ke ruangan UGD di mana sudah datang adik kembarnya yang bernama Adrianus dan adiknya dokter Adrian yang bernama Adriana bersama suaminya Leonard.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Leonard.


"Ketika kami dalam perjalanan ke sini, Kami tidak sengaja melihat mobil milik Albert terparkir di pinggir jalan dan kami juga melihat ada kerumunan warga karena perasaan kamu tidak enak maka Kami ke sana." Jawab dokter Adrian sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


Selama bekerja jadi dokter, Adrian tidak pernah merasa takut melihat darah karena sudah pekerjaan sehari-hari. Namun ketika melihat putra sulungnya terluka dan banyak mengeluarkan darah segar membuat dokter Adrian terasa sangat sesak sekaligus takut jika terjadi sesuatu dengan Albert.


"Lalu?" Tanya Leonard sambil menepuk bahu Kakak iparnya sekaligus sahabatnya dengan perlahan untuk mengurangi rasa sesak di hatinya.


Leonard mengerti karena dirinya juga seorang Ayah dan tentunya akan terasa sesak jika anak-anaknya terluka.


"Ketika kami ke sana, Kami melihat putra kami Albert tergeletak di jalan raya dan tidak sadarkan diri dengan tubuh terluka dan mengeluarkan darah segar sepertinya tabrak lari." Jawab dokter Adrian.


Leonard sangat terkejut membuat Leonard langsung berdiri kemudian berjalan ke arah lobby namun baru beberapa langkah dirinya di panggil membuat Leonard menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Mau kemana?" Tanya dokter Adrian dan Adriana bersamaan.


__ADS_2