
"Sekarang masih gatal?" Tanya Mommy Abigail dengan wajah kuatir.
Entah kenapa dirinya tidak tega melihat betapa menderitanya Daddy Ray ketika tangannya bersentuhan dengan seorang gadis dan wanita maka langsung alergi dan sangat gatal.
"Masih sedikit." Jawab Daddy Ray sambil tersenyum karena baru kali ini dirinya diperhatikan terlebih oleh orang yang disayanginya.
"Kenapa tadi tidak bilang? Ada obatnya?" Tanya Mommy Abigail.
"Tadi kamu sedih membuatku tidak memperdulikan rasa gatal pada tanganku dan mengenai obatnya aku lupa bawa." Jawab Daddy Ray.
"Kenapa bisa lupa? Lain kali jangan sampai lupa." Ucap Mommy Abigail dengan wajah kesal.
"Maaf." Ucap Daddy Ray dengan wajah pura-pura sedih namun dalam hatinya sangat senang melihat Mommy Abigail tidak bersedih lagi.
"Kenapa aku pegang tangan Kak Ray tidak memerah? Cara Menghilangkan nya bagaimana?" Tanya Mommy Abigail dengan wajah bingung.
"Aku juga tidak tahu ketika tangan atau tubuhku di sentuh aku sama sekali tidak gatal dan tubuhku tidak mengalami reaksi alergi sedikitpun. Mengenai cara menghilangkannya aku juga tidak tahu." Jawab Daddy Ray.
Mommy Abigail terdiam beberapa saat hingga Mommy Abigail tersadar kalau dirinya masih memegang tangan Daddy Ray.
'Apa aku cium tangan Kak Ray? Siapa tahu hilang.' Ucap Mommy Abigail dalam hati.
Cup
Mommy Abigail mengecup punggung tangan Daddy Ray membuat tubuh Daddy Ray membatu.
'Tidak hilang juga.' Ucap Mommy Abigail dalam hati sambil menatap ke arah tangan Ray yang masih memerah.
Mommy Abigail berpikir sambil menatap ke arah wajah tampan Daddy Ray hingga tanpa sengaja melihat bibirnya.
'Apa Aku cium saja? Mungkin langsung hilang kulit merah-merahnya.' Ucap Mommy Abigail dalam hati.
Mommy Abigail mendekati wajah Daddy Ray dengan jantung berdetak kencang.
'Kenapa Abigail mendekati wajahnya ke arah wajahku? Apa jangan-jangan ingin mencium bibirku?' Tanya Daddy Ray dalam hati.
Cup
Mommy Abigail mencium bibir Daddy Ray singkat kemudian menarik wajahnya namun Daddy Ray menekan tengkuk Mommy Abigail dan mereka kembali berciuman.
__ADS_1
Hingga beberapa saat Mommy Abigail memukul perlahan bahu Daddy Ray membuat Daddy Ray melepaskan ciumannya kemudian mencium leher Mommy Abigail dan memberikan tanda kemerahan.
Berbeda dengan Mommy Abigail yang mengambil nafas sebanyak - banyaknya sambil menahan geli.
"Kak Ray, geli." Ucap Mommy Abigail sambil mendorong tubuh Daddy Ray.
Daddy Ray mendudukkan tubuh Mommy Abigail agar duduk di pangkuannya sambil masih mencium leher Mommy Abigail.
"Aku ingin sekali melakukannya." ucap Daddy Ray dengan suara berat.
"Tapi ..." Ucapan Mommy Abigail terpotong oleh Daddy Ray.
"Aku Mohon, aku sangat tersiksa." Mohon Daddy Ray.
Mommy Abigail menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil menatap Daddy Ray yang sudah terselimuti kabut gairah terlebih bokongnya ada yang mengganjal.
"Tapi jangan di dalam mobil." Ucap Mommy Abigail yang tidak tega menolak permintaan Daddy Ray.
Daddy Ray tersenyum kemudian menurunkan tubuh Mommy Abigail.
"Di sebrang rumah sakit ada hotel kita melakukannya di hotel saja." ucap Daddy Ray sambil membuka pintu mobil.
"Baik, tapi setelah kita melihat keadaan putra kita" Jawab Mommy Abigail sambil ikut keluar dari mobil.
"Iya janji." Jawab Mommy Abigail.
"Baiklah." Ucap Daddy Ray.
'Kamu sabar ya sebentar lagi kamu bisa masuk ke dalam sarangmu.' Sambung Daddy Ray pada adik kecilnya yang sudah menegang sejak tadi. Kini Mommy Abigail dan Daddy Ray keluar dari mobil.
Singkat cerita kini mereka sudah sampai di ruang UGD bertepatan pintu ugd terbuka dua perawat mendorong brankar di mana Abner sedang berbaring dengan selang infus.
Dua perawat itu mendorong menuju ke ruang perawatan VVIP di mana ke dua anak kembarnya sedang istirahat dengan diikuti oleh orang tua ke tiga anak kembar dan orang tua Daddy Ray.
"Mommy silahkan duduk di kursi." pinta Mommy Abigail dengan nada lembut
"Terima kasih sayang." Jawab mommynya Daddy Ray sambil duduk di kursi dekat ranjang.
Daddy Ray mengambil kursi satu lagi untuk calon istrinya.
__ADS_1
"Sayang, ayo duduk." ucap Daddy Ray sambil tersenyum.
" Terima kasih kak Ray." ucap Mommy Abigail sambil tersenyum dan duduk di kursi.
"Sama - sama sayang." Jawab Daddy Ray yang masih tersenyum.
Orang tua Daddy Ray melihat banyak perubahan pada anak ke duanya membuat ke dua orang tuanya sangat bahagia.
"Mommy, daddy, oma dan opa." Panggil Abner lirih sambil memaksakan dirinya tersenyum.
"Kak Abner istirahat ya? biar cepat sembuh." ucap mommy Abigail dengan nada lembut.
"Baik mommy, tapi Abner ingin minum dulu tapi di bantu sama daddy. Maukah daddy membantuku memberikan minum?" lirih Abner sambil menatap Daddy Ray dengan tatapan sendu takut Daddy Ray menolaknya.
"Tentu saja sayang, daddy akan melakukan apapun untuk kalian bertiga." ucap Daddy Ray sambil tersenyum dan mengambil gelas berisi air mineral yang sudah ada sedotan dan diberikan ke putra sulungnya.
Abner tersenyum dan menyedot minuman hingga habis tidak tersisa. Daddy Ray mengusap bibir Abner dengan menggunakan ke dua tangannya tanpa ada rasa jijik sedikitpun kemudian menyelimuti tubuh putranya dengan selimut hingga ke dada Abner.
"Daddy, bolehkah aku tidur di peluk daddy?" tanya Abner dengan menampilkan puppy eyes yang menjadi andalannya.
"Tentu saja sayang, daddy akan menemanimu tidur." Jawab Daddy Ray sambil berbaring di ranjang dan memeluk putra sulungnya.
" Daddy!!" teriak Alvaro dan Agnes bersamaan sambil duduk di ranjang.
"Daddy ada di sini sayang menemani kakak kalian, apakah kalian mimpi buruk?" tanya Daddy Ray.
"Iya daddy, kami bermimpi Daddy meninggalkan kami." ucap Alvaro dengan wajah sendu.
"Daddy, kami juga ingin di peluk?" mohon Agnes.
"Sama opa saja ya? karena daddy kalian kan sedang menjaga kakak kalian yang sedang sakit." bujuk daddynya Daddy Ray sambil berjalan ke arah ranjang di mana ke dua cucu kembarnya masih duduk di ranjang sambil memandangi Daddy Ray.
"Baik opa." Jawab Alvaro dan Agnes serempak.
Opa pun dengan senang hati berbaring di ranjang dan berada di tengah - tengah ke dua cucu kesayangannya. Alvaro dan Agnes langsung berbaring dan memeluk opanya dan tidak membutuhkan waktu lama Alvaro dan Agnes sudah tertidur pulas.
"Ray, mommy ingin berbicara dengan Abigail." bisik mommynya Daddy Ray.
"Baik mommy." Jawab Daddy Ray.
__ADS_1
"Ayo Abigail kita keluar sebentar ada yang ingin mommy bicarakan." pinta mommynya Daddy Ray.
"Baik mommy." Jawab Mommy Abigail dengan jantung berdebar takut ke dua orang tua Daddy Ray tidak menyetujui hubungannya dan mengambil ke tiga anak kembarnya.