
"Terima kasih Mommy dan anak-anak Daddy, Daddy janji akan melindungi kalian sekuat tenaga Daddy." Ucap Daddy Ray.
"Kita semua saling melindungi Dad." Ucap ke tiga anak kembarnya bersamaan.
"Betul, kita harus saling melindungi satu sama lainnya." Sambung Mommy Abigail.
Daddy Ray hanya tersenyum begitu pula dengan mereka. Merekapun kembali mengobrol hingga beberapa saat terdengar orang membuka pintu ruang perawatan.
Ceklek
Seorang perawat membuka pintu dengan lebar kemudian dokter masuk ke dalam dengan diikuti oleh seorang perawat.
"Selamat pagi." sapa dokter dengan ramah.
"Pagi dokter." Jawab mereka serempak kecuali daddy Ray dan Abner karena sifat mereka sama cuek dan dingin terhadap orang lain kecuali pada keluarganya.
Dokter itupun tersenyum dan mulai memeriksa keadaan Abner, setelah sepuluh menit kemudian dokter itupun selesai memeriksa Abner.
"Bagaimana keadaan putra kami dok?" tanya mommy Abigail.
"Keadaan anak nyonya dan tuan sudah semakin membaik, dua atau tiga hari lagi sudah boleh pulang." Jawab dokter tersebut.
"Syukurlah dok, saya ikut senang mendengarnya." ucap mommy Abigail.
"Kalau begitu kami tinggal dulu, mau memeriksa pasien lainnya. Permisi nyonya, tuan dan adik - adik yang sangat tampan dan cantik." ucap dokter dengan ramah.
"Terima kasih dokter." Jawab mommy Abigail, Alvaro dan Agnes serempak.
Dokter itupun tersenyum dan pergi meninggalkan ruang perawatan VVIP bertepatan kedatangan seorang perawat dengan membawa baskom, pakaian ganti pasien dan handuk.
"Maaf nyonya dan tuan saya ingin melap tubuh anak nyonya dan tuan." ucap perawat dengan ramah.
"Biar saya saja suster." Ucap mommy Abigail.
"Baik nyonya." Jawab perawat itu sambil memberikan baskom ke mommy Abigail namun langsung di ambil oleh Daddy Ray.
"Biar Daddy saja yang menlap tubuh Abner." Ucap Daddy Ray.
Daddy Ray mengambil baskom tersebut dan mulai mengelap tubuh Abner dan mengganti pakaian khusus pasien. Setelah selesai baskom yang berisi air di buang di kamar mandi.
"Daddy, biar Mommy saja yang membuang airnya." ucap Mommy Ray hendak mengambil baskom dari tangan Daddy Ray..
__ADS_1
"Tidak usah Mom, biar Daddy saja." Ucap Daddy Ray.
"Ok." Jawab mommy Abigail singkat
Daddy Ray membuang air bekas melap tubuh putra pertamanya dan kembali berkumpul bersama keluarganya.
"Selama ini kalian tinggal di mana?" tanya daddy Ray.
"Kami menumpang di mansion milik sahabat kami yang bernama Veronica." Ucap mommy Abigail.
"Mulai sekarang dan seterusnya kalian tinggal di mansion milik daddy eh salah milik kita bersama." Ucap daddy Ray meralat ucapannya.
"Horeee.." ucap ke tiga kembar sambil mengangkat ke dua tangannya saking bahagianya.
"Tapi.." ucap mommy Abigail terpotong oleh daddy Ray.
"Tidak ada tapi - tapian... bukankah sebentar lagi kita akan menikah?" ucap daddy Ray.
"Mommy tahu tapi kan kita menikah dulu baru kita tinggal bersama." Ucap Mommy Abigail.
"Mommy..." panggil ke tiga anak kembarnya dengan menampilkan puppy eyes yang menjadi andalan mereka.
"Terima kasih mommy." Jawab ke tiga anaknya dengan serempak sambil tersenyum bahagia.
Daddy Ray mendengarkan ke tiga anaknya dan mommy Abigail mengobrol. Daddy Ray kini sudah tahu kelemahan Mommy Abigail yaitu tampilan puppy eyes ke tiga anak kembarnya dan itu bisa dijadikan senjata jika dirinya menginginkan sesuatu.
ceklek
Pintu ruang perawatan VVIP terbuka tampak orang tua Ray membuka pintu dan berjalan ke arah mereka.
"Wah ramai sekali kami boleh bergabung?" tanya orang tuanya Ray bersamaan.
Mommy Abigail mencium punggung tangan ke dua orang tuanya Ray secara bergantian membuat mereka tersenyum bahagia.
"Opa, Oma.." panggil ke tiga anak kembar bersamaan.
"Hallo cucu - cucu opa dan oma." panggil ke dua orang tuanya Ray.
"Daddy, aku ingin turun." ucap Alvaro dan Agnes serempak
"Ok." Jawab daddy Ray sambil menurunkan ke dua anaknya dari gendongannya.
__ADS_1
Alvaro dan Agnes langsung memeluk opa dan omanya sambil mengecup pipi opa dan oma secara bergantian.
"Mommy dan daddy... kami mau pergi nanti kami kembali lagi. Titip Abner ya mom dan dad." pinta daddy Ray
"Memang kalian mau ke mana?" tanya mommynya Ray.
"Mau mengambil pakaian dan barang - barang milik Abigail dan ke tiga anak kami. Mulai sekarang dan seterusnya kami akan tinggal di mansion bersama sebagai satu keluarga." ucap daddy Ray sambil tersenyum.
"Benarkah? mommy dan daddy sangat bahagia mendengarnya. Oh iya seminggu lagi kalian akan menikah jadi persiapkan diri kalian." ucap mommynya Ray.
"Cepat sekali mom." ucap mommy Abigail
"Lebih cepat lebih baik sayang." ucap daddy Ray sambil memeluk pinggang istrinya.
"Kak Ray.." ucap mommy Abigail malu karena ada ke dua orang tua Ray.
"Tidak apa-apa sayang, mommy dan daddy juga seperti itu tanpa punya perasaan bersalah sedikitpun." ucap daddy Ray.
"Apa maksudmu Ray?" tanya Daddy Rico.
"Mommy dan daddy selalu bermesraan di depanku tanpa punya rasa bersalah sedikitpun padahal anaknya waktu itu masih jomblo." ucap daddy Ray.
"Pffftttt hahahaha... salah siapa kamu belum menikah." ucap Daddy Rico sambil tertawa
"Aish daddy nyebelin..Sayang lihat daddy tega meledekku." ucap daddy Ray manja sambil kepalanya bersandar di bahu mommy Abigail.
"Kak Ray malu di lihat mommy, Daddy dan ke tiga anak kembar kita." ucap mommy Abigail.
"Tidak apa-apa sayang. Abner, Alvaro, Agnes Daddy dan Mommy pergi dulu ya." Pamit daddy Ray.
"Baik daddy." Jawab Abner, Alvaro dan Agnes serempak.
"Abner, Alvaro, Agnes, mommy dan Daddy pergi dulu ya? nanti kami ke sini lagi." ucap mommy Abigail dengan nada lembut
" Baik mom, hati - hati." Jawab Abner.
Daddy Ray hanya mengusap rambut Abner dengan lembut sambil tersenyum. Mommy Abigail mencium punggung tangan ke dua orang tua Ray secara bergantian dilanjutkan dengan Abner, Alvaro dan Agnes mencium punggung ke dua tangan Daddy Ray dan Mommy Abigail secara bergantian. Mereka pergi meninggalkan ke dua orang tuanya, Abner, Alvaro dan Agnes.
"Mommy bahagia melihat anak kita tersenyum bahagia." ucap Mommy Karen sambil memeluk pinggang suaminya.
"Daddy juga merasakan hal yang sama, semoga kebahagiaan ini tidak cepat berakhir." ucap Daddy Rico sambil membalas pelukan istrinya.
__ADS_1