
"Pelayan itu harus mendapatkan hukuman yang tidak pernah dia pikirkan." ucap Daddy Rico setelah melihat Mommy Karen dan Veronica sudah pergi.
"Betul sekali ia pantas mendapatkan hukuman yang sangat berat." ucap paman Albert dengan kilatan penuh amarah karena telah tega melakukan itu terhadap Kakak sepupu yang bernama Daddy Ray, Kakak Ipar Sepupu yang bernama Mommy Abigail, Hendrik dan Elizabeth.
Paman Albert juga menyayangi Elizabeth karena Elizabeth sangat berbeda dengan wanita lain tidak sombong dan baik terhadap semua orang walau baru sebentar mengenalnya.
Satu jam menunggu akhirnya pintu ruang UGD terbuka tampak terlihat wajah dokter tersebut sangat lelah. Daddy Rico dan paman Albert langsung berdiri dan mendekati dokter tersebut.
"Bagaimana keadaan putraku, menantuku, Hendrik dan Elizabeth, dok?" tanya Daddy Rico.
"Tuan muda Ray dan Nyonya Muda Ray sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan dan lukanya tidak terlalu serius." Jawab dokter tersebut.
"Lalu bagaimana dengan Hendrik dan Elizabeth?" tanya Daddy Rico.
Dokter itu hanya menghembuskan nafasnya dengan berat kemudian menatap mata Daddy Rico.
"Tuan Hendrik terluka dan ada yang di jahit dan akan dipindahkan ke ruang perawatan sedangkan Elizabeth mengalami koma dan akan dipindahkan ke ruang ICU karena ada beberapa tulang yang patah dan retak karena Elizabeth menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya dengan cara memeluk tuan Hendrik." Ucap dokter tersebut menjelaskan.
"Apa??" teriak Daddy Rico dan Paman Albert bersamaan.
Daddy Rico dan Paman Albert sangat terkejut ketika mendengar ucapan dokter tersebut.
"Apa yang terjadi?" Tanya Mommy Karen yang tiba-tiba datang.
"Lho kok Mommy ke sini?" Tanya Daddy Rico dengan wajah terkejut.
"Mommy ingin tahu apa yang terjadi dengan Ray, Abigail, Hendrik dan Elizabeth." Jawab Mommy Karen.
"Ray, Abigail dan Hendrik akan dipindahkan ke ruang perawatan tapi Elizabeth di ruang ICU karena ada beberapa tulang yang patah dan retak karena Elizabeth menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya dengan cara memeluk Hendrik." Ucap Daddy Rico menjelaskan.
"Apa? Dokter tolong selamatkan Elizabeth." mohon Mommy Karen.
"Baik Nyonya besar, kami akan berusaha agar dapat menyembuhkan Elizabeth. Maaf tuan besar, tuan muda dan nyonya besar, saya permisi dulu." pamit dokter tersebut dengan hormat.
"Terima kasih Dok." Ucap Mommy Karen.
"Sama-sama Nyonya Besar, sudah menjadi tugas kami." Ucap dokter tersebut.
Sedangkan Daddy Rico dan Albert hanya menganggukkan kepalanya kemudian dokter itupun pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Tidak berapa lama pintu ruang ugd terbuka dua orang perawat mendorong brankar di mana Daddy Ray sedang berbaring dengan beberapa tubuh terbalut perban dan di susul brangkar Mommy Abigail yang masih setia memejamkan matanya dan di dorong di ruang perawatan VVIP.
__ADS_1
Tidak berapa lama datang brangkar di mana Hendrik berbaring dengan kepala dan tubuhnya di balut perban kemudian di dorong ke ruang perawatan di susul Elizabeth dengan tubuh berbalut perban seperti mumi hanya mulut, lubang hidung dan mata yang tidak di tutup menuju ke ruang ICU.
Tubuhnya di penuhi alat selang membuat Mommy Karen, Daddy Rico dan paman Albert hatinya terasa sesak dan marah secara bersamaan. Sesak karena Elizabeth melindungi Hendrik padahal mereka belum mengenalnya secara dekat.
Elizabeth melakukan hal itu agar Hendrik tidak terluka dengan cara merelakan dirinya sebagai tamengnya sedangkan marah ditujukan untuk pelayan dan orang yang menyuruh pelayannya.
"Aku akan melihat Elizabeth sebentar." Ucap Daddy Rico dengan aura membunuh.
"Ok, aku juga ingin ikut." Jawab Mommy Karen dan Albert bersamaan.
"Albert, hubungi dua orang bodyguard kepercayaan untuk menjaga Elizabeth." Ucap Daddy Rico
"Baik Paman." Jawab Albert singkat.
Entah kenapa Daddy Ray dan Mommy Karen ketika melihat Elizabeth untuk pertama kalinya bukan seperti wanita di luaran sana dan sangat cocok untuk Hendrik yang sudah di anggap sebagai bagian dari keluarganya.
Daddy Rico berjalan menuju ke ruang ICU dan melihat Elizabeth yang masih setia memejamkan matanya bersama istrinya.
"Walau aku baru mengenal dirimu tapi aku bahagia ketika kamu berhasil membuat Hendrik tersenyum bahagia. Terima kasih telah melindungi Hendrik tapi aku mohon cepatlah sadar karena aku tidak ingin Hendrik sedih jika melihatmu belum sadar." Ucap Mommy Karen.
'Aku berjanji akan memberikan perhitungan untuk orang - orang yang telah berani menyakiti orang-orang yang aku sayangi karena kamu sudah kami anggap sebagai putri kami.' ucap Daddy Rico dalam hati sambil menatap wajah Elizabeth dengan tatapan sendu.
"Kita ke ruang perawatan." Ucap Daddy Rico dengan tatapan tajam penuh amarah.
"Baik Paman." Jawab Albert patuh.
Mereka bertiga berjalan menuju ke ruang perawatan untuk melihat keadaan putra dan menantunya serta Hendrik.
ceklek
Daddy Rico melihat ke tiga cucunya sedang tertidur pulas dengan di temani Veronika yang sedang duduk di sisi samping ke tiga anak kembar tersebut.
"Bagaimana keadaan mereka bertiga?" tanya Mommy Karen.
"Belum sadar Tante." Jawab Mommy Karen..
"Bagaimana keadaan Elizabeth, tante?" tanya Veronica yang tidak melihat Elizabeth.
Mommy Karen menghembuskan nafasnya dengan berat sambil menahan rasa sesak di hatinya.
"Elizabeth mengalami koma dan ada beberapa tulang yang patah dan retak karena Elizabeth memeluk tubuh Hendrik." jawab Mommy Karen menjelaskan.
__ADS_1
"Seandainya saja Elizabeth tidak memeluk Hendrik, bisa dipastikan Hendrik lah yang tulangnya retak dan patah." Sambung Mommy Karen.
Veronica hanya bisa menutup mulutnya dan tidak berapa lama air matanya mengalir dirinya tidak menyangka Elizabeth sangat baik tidak memperdulikan nyawanya.
"Aku pergi dulu." ucap Daddy Rico.
"Daddy mau kemana?" tanya Mommy Karen.
"Aku ingin menyelesaikan suatu masalah yang tidak bisa di tunda." Ucap Daddy Rico dengan nada dingin dan menahan amarahnya.
Mommy Karen menatap Daddy Rico dan tahu kalau Daddy Rico menahan amarahnya.
"Apa ini berkaitan dengan kecelakaan?" tanya Mommy Karen yang menebak apa yang akan dilakukan oleh suaminya.
"Ya, aku pergi dengan Albert." Jawab Daddy Rico yang tidak bisa berbohong dengan Mommy Karen.
"Siapa dia?" tanya Mommy Karen dengan tatapan tajam hatinya juga dipenuhi amarah karena telah berani menyakiti orang-orang yang disayanginya.
"Saat ini aku baru tahu pelakunya seorang pelayan, aku pergi dulu." pamit Daddy Rico sambil mengecup kening Mommy Karen.
"Pergilah dad, berikan dia hukuman yang sangat menyakitkan." Ucap Mommy Karen
"Baik Mom." Jawab Daddy Rico.
"Jaga keluarga kita dan Aku sudah menyuruh Albert agar dua bodyguard menjaga Elizabeth. Kabarin daddy kalau ada apa-apa." ucap Daddy Rico sambil melanjutkan langkahnya.
"Baik daddy, hati - hati." Ucap Mommy Karen.
Daddy Rico hanya menganggukkan kepalanya kemudian menutup pintu kamar perawatan VVIP. Daddy Rico berjalan diikuti oleh Albert keluar dari rumah sakit menuju markas.
Tidak semua orang tahu bahwa Daddy Rico adalah ketua mafia sedangkan penerusnya adalah putra pertamanya Rey sedangkan putra ke duanya tidak mau terlibat dengan dunia mafia.
Daddy Rico menyembunyikannya dari istrinya yang bernama Mommy Karen dan ke dua putrinya yang bernama Adara dan Adira.
Singkat cerita kini mereka sudah sampai di markas. Daddy Rico berjalan dengan gagah penuh kharisma dan matanya yang tajam penuh aura kemarahan membuat para anak buahnya bergedik ngeri.
Albert dengan setia mengikuti Daddy Rico karena Albert mengikuti jejak opanya yang bernama Daddy Raka sebagai tangan kanan mafia hingga mereka berhenti di sebuah ruang penyiksaan.
Daddy Rico menatap tajam ke arah pelayan yang sudah babak belur dipukuli oleh anak buahnya.
"Sudah tahu pelakunya?" tanya Daddy Rico dengan nada dingin.
__ADS_1