
"Mommy juga cantik sekali." Puji mommy Abigail sambil mendekatkan wajahnya ke arah telinga Mommy Karen.
'Mengenai kenapa Abigail sangat lelah dan ingin tidur itu dikarenakan Kak Ray.' Ucap Mommy Abigail dengan jujur dan dengan suara berbisik agar tidak terdengar oleh perias pengantin.
"Dasar itu anak." Ucap Mommy Karen dengan suara menggerutu.
"Sudah selesai kan?" Tanya Mommy Karen yang baru sadar kalau ada orang di ruangan tersebut
Mommy Karen baru tersadar kalau orang tersebut mendengarkan apa yang mereka bicarakan padahal pekerjaannya sudah selesai.
"Maaf Nona dan Nyonya, sudah selesai." Ucap perias pengantin sambil menundukkan kepalanya sambil menahan amarahnya karena dirinya ingin mendengarkan percakapan mereka.
"Oh ya hampir lupa, terima kasih atas pujiannya dan ayo kita turun." ajak Mommy Karen tanpa memperdulikan ucapan perias pengantin.
Biasanya Mommy Karen perduli dengan orang lain tapi entah kenapa Mommy Karen tidak suka dengan perias pengantin tersebut.
"Baik mommy." Jawab Mommy Abigail.
Ke dua wanita cantik itu keluar dari kamar dan berjalan menuruni anak tangga. Semua para tamu undangan menatap ke arah mereka dengan mata tak berkedip begitu pula dengan daddy Ray.
Daddy Ray mendekati calon istrinya kemudian menggenggam tangannya. Mereka berdua mengucapkan janji suci pernikahan. Setelah selesai acara di lanjutkan dengan resepsi pernikahan.
Resepsi pernikahan Daddy Ray dan Mommy Abigail di gelar secara besar-besaran dan banyak para gadis dan para wanita patah hati karena selain pria itu tampan pria itu juga sangat kaya raya membuat para wanita tersebut sangat iri hati dan mencibir dengan menjelek – jelekkan Mommy Abigail.
"Aku rasa wanita itu menjebak CEO kita agar bisa menikah dengannya." cibir wanita pertama dengan menatap tajam ke arah mommy Abigail.
"Iya benar, dia juga cantik karena make up." ucap wanita ke dua.
__ADS_1
"Kasihan CEO kita ya mendapatkan wanita murahan." ucap wanita ke tiga.
"Padahal aku sudah dijodohkan oleh orang tuaku tapi gara - gara wanita ular itu perjodohan kami gagal." Ucap wanita ke empat tiba-tiba datang ke arah mereka.
"Bagaimana bisa?" tanya wanita ke dua dan ke tiga bersamaan.
"Dia selingkuh dengan pria lain dan mempunyai anak dan sayang sekali wajah anaknya mirip dengan calon tunanganku dan wanita ular itu sengaja mempertemukannya dengan calon tunanganku dan akhirnya.." ucap wanita ke empat menggantungkan kalimatnya dengan menampilkan wajah yang sangat menyedihkan.
"Benar - benar wanita ular." ucap mereka serempak.
Masih banyak lagi cibiran dari mulut para wanita yang merasa iri dengan mommy Abigail. Mommy Abigail yang mendengarkan cibiran merasa sedih membuat daddy Ray menahan amarahnya dan memberikan kode ke arah asisten setianya untuk mengingat siapa saja yang menjelekkan istrinya untuk menghancurkan perusahaan orang tua mereka karena telah berani menghina istri yang sangat dicintainya.
Tanpa sepengetahuan mereka ke tiga anak kembarnya menatap satu persatu para wanita tersebut yang telah berani menghina mommy mereka. Mereka bertiga menganggukkan kepalanya sambil masing-masing membawa gelas berisi air berwarna merah dan berjalan ke arah para wanita tersebut.
byur
byur
byur
Para wanita yang memakai gaun bernuansa putih langsung terkena noda merah sehingga gaun mereka menjadi kotor. Para wanita tersebut langsung menghentikan menjelekkan Mommy Jovanka kemudian membalikkan tubuhnya dan melihat ke tiga anak kecil sedang menatapnya.
"Sia**n kalian bertiga." ucap mereka serempak sambil tangan kanannya di layangkan ke pipi ke tiga anak kembar tersebut.
"Ehmmm... apa yang kalian lakukan nona - nona?" tanya Hendrik asisten setia tuan Ray sambil menatap tajam ke arah mereka.
"Lihat ke tiga anak nakal ini telah berani merusak pakaian mahal kami." ucap mereka serempak.
__ADS_1
"Benar begitu anak - anak?" tanya Hendrik sambil menahan tawa karena dirinya tahu kalau ke tiga anak kembar tersebut sengaja melakukannya.
"Kami kan sudah minta maaf paman dan kami juga tidak sengaja." ucap mereka serempak dengan menampilkan puppy eyes mereka yang menjadi andalan mereka.
"Kalian dengar sendiri bukan?" tanya Hendrik sambil menatap tajam ke arah mereka.
"Huh... kemana orang tuanya? anak nakal seperti mereka seharusnya tidak usah di ajak pesta." ucap salah satu dari mereka.
"Nona - nona silahkan pergi dari pesta ini sebelum tuan kami mengusir kalian semuanya dengan cara memalukan." usir Hendrik karena mendapatkan tatapan mematikan dari tuan muda Ray.
"Kamu hanya seorang asisten bawahan berani mengusirku!!" bentak gadis pertama dan gadis ke dua sambil menatap tajam ke arah Hendrik.
Ke dua gadis tersebut merupakan anak dari direktur pemasaran dan direktur HRD sekaligus karyawati yang bekerja di perusahaan milik Daddy Ray. Mereka sudah terbiasa menindas orang lain terlebih menindas pegawai yang lebih rendah jabatannya dari orang tuanya.
Semua para tamu undangan menatap ke para gadis tersebut dan juga Hendrik membuat Hendrik menahan kesal.
Ctak
Hendrik menjentikan jarinya sekali dan tidak berapa lama datang enam bodyguard dan berjalan ke arah Hendrik.
"Usir para wanita ini karena telah mengganggu acara pernikahan tuan muda dan nona muda!" perintah Hendrik ketika ke enam bodyguard berdiri di belakang Hendrik.
"Baik tuan." Jawab mereka serempak.
"Lepaskan, kami bisa jalan ... Dasar kalian semuanya rendahan." Hina mereka serempak.
Ada sekitar delapan gadis yang di usir dari acara resepsi pernikahan mommy Abigail dan daddy Ray. Tanpa mereka sadari kalau dua pasang mata yang berdiri di sudut pojok di mana dua orang wanita menatap tajam ke arah mommy Abigail dengan penuh kebencian teramat sangat.
__ADS_1
'Si*l wanita itu sekarang hidup bahagia sedangkan aku? aku harus menjadi wanita simpanan pria gendut agar bisa menikmati kemewahan. Tersenyumlah terus kak karena pada saatnya nanti kakak akan menangis darah.' ucap wanita itu dalam hati.
'Si*l anak tiriku kini hidup mewah dan menikah dengan pria yang sangat kaya raya. Bagaimanapun caranya anakku harus bisa merebut suaminya dan kami bisa hidup seperti dulu bergelimang dengan harta." ucap wanita paruh baya sambil menatap mommy Abigail dengan penuh kebencian.