Ranjang Panas Sang CEO 4

Ranjang Panas Sang CEO 4
Tamat


__ADS_3

Abner perlahan membuka matanya dan menatap ke arah laptop begitu pula dengan yang lainnya. Di mana saat itu Daddy Ray, Mommy Abigail, Rey, Katarina, dokter Kasandra dan Sandra tidur dengan pulas memaksakan untuk membuka matanya ketika mendengar suara Abner.


Mereka serempak menatap ke arah laptop dan benar apa yang dikatakan oleh Alvaro. Dokter Kasandra langsung menghubungi Adriana kalau ada empat orang mencurigakan berjalan ke arah ruangannya untuk menembak Albert. Setelah selesai dokter Kasandra menyimpan kembali ponselnya ke dalam tasnya.


Mommy Abigail dan Daddy Ray langsung turun dari ranjang kemudian mereka bersembunyi di balik tirai begitu pula dengan yang lainnya sedangkan ke tiga anak kembar Abner, Alvaro dan Agnes bersembunyi di kamar mandi atas permintaan orang tuanya.


Ceklek


Salah satu dari mereka membuka pintu dengan lebar kemudian masuk tiga orang pria berpakaian serba hitam di susul temannya . Mereka berempat berjalan ke arah ranjang kemudian mengarahkan pistol ke ranjang di mana Daddy Ray berbaring di ranjang.


Dor


Dor


Dor


Dor


Ke empat pria tersebut menembak ke arah ranjang tersebut namun mereka sangat terkejut pasalnya tidak ada suara teriakan. Karena penasaran mereka menarik selimut yang menutupi tubuhnya.


"Sial, kita di tipu." Ucap mereka berempat bersamaan.


Dor


Dor


Dor


Dor


"Akhhhhhhhh...!" Teriak ke empat pria tersebut secara bersamaan.


Bruk


Bruk


Bruk

__ADS_1


Bruk


Rey, Ray, dokter Kasandra dan Sandra masing-masing menembak kening ke empat pria tersebut membuat mereka berteriak kesakitan kemudian ambruk seketika.


Ceklek


Tiba - tiba pintu ruang perawatan terbuka membuat mereka kembali bersiap-siap hingga mereka melihat Daddy Raka, Adrian dan Leonard masuk ke dalam ruanganya.


Mata mereka membulat sempurna melihat empat pria terbaring di lantai dan sudah meninggal.


"Apa yang terjadi?" Tanya Daddy Raka penasaran begitu pula dengan yang lainnya.


"Ada musuh yang ingin menembak Albert dan Ray." Jawab dokter Kasandra.


"Apa?" Teriak Daddy Raka, Adrian dan Leonard bersamaan.


Daddy Ray menceritakan apa yang terjadi dari awal hingga akhir sedangkan Daddy Raka, Adrian dan Leonard mendengarkan cerita Daddy Ray.


"Itulah yang terjadi Opa." Jawab Daddy Ray menceritakan apa yang telah terjadi.


"Abner, terima kasih karena telah menyelamatkan Kami." Ucap Daddy Raka.


Daddy Raka tersenyum begitu pula dengan yang lainnya mereka tertawa bahagia karena semua musuh sudah tidak ada lagi untuk saat ini.


Satu Bulan Kemudian


Tidak terasa waktu berlalu dengan cepatnya dan kini keluarga besar Daddy Raka pergi ke negara S di mana Veronica tinggal bersama ke dua orang tuanya.


Veronica sudah sadar dan ingin kembali ke negara A namun orang tuanya tidak mengijinkannya hingga akhirnya Veronica menghubungi Albert untuk menanyakan keadaannya.


Begitu pula dengan Elizabeth yang juga sudah sadar dan ikut pergi ke negara S. Mereka mengadakan acara kumpul keluarga sekalian acara lamaran antara Albert dengan Veronica.


Kini mereka berada di mansion milik orang tua Elizabeth tepatnya berada di ruang keluarga sambil membawa banyak barang untuk acara lamaran.


"Putri kami sudah cerita tentang Nak Albert berserta keluarganya akan datang untuk melamar putri kami." Ucap Ibunya Veronica.


"Bagaimana kalau acara pernikahannya minggu depan?" Tanya Ibunya Veronica.

__ADS_1


"Kami setuju saja tapi bolehkah Kami minta satu hal?" Tanya Rani.


"Boleh, apa itu?" Tanya Ibunya Veronica penasaran begitu pula dengan yang lainnya.


"Hendrik sudah kami anggap sebagai anggota keluarga Kami jadi Kami merencanakan pernikahan putra kami digabungkan dengan Hendrik." Jawab dokter Adrian.


"Kami tidak mempermasalahkan hal itu." Ucap Orang tuanya Veronica bersamaan.


Hendrik dan Elizabeth sangat terkejut dengan ucapan dokter Adrian dan mereka sangat bersyukur mempunyai bos yang sangat baik pada dirinya.


"Tuan ...." Ucapan Hendrik terpotong oleh Daddy Raka.


"Mulai sekarang Kamu jangan memanggil Tuan Besar, Tuan Muda, Nyonya Besar dan seterusnya karena mulai sekarang dan seterusnya Kamu tidak bekerja lagi di perusahaan keluarga besar Kami." Ucap Daddy Raka.


"Kenapa Tuan? Apa salah Saya? Kenapa Saya di pecat?" Tanya Hendrik dengan wajah terkejut.


"Karena mulai sekarang dan seterusnya Kamu memegang perusahaan cabang di negara P. Semua keuntungan dan menjalankan perusahaan Kamu yang mengatur semuanya karena itu milikmu." Jawab Daddy Raka.


"Selain itu beberapa aset berharga sudah atas namamu." Sambung Daddy Raka sambil mengeluarkan dokumen dan diberikan ke Hendrik.


"Tuan ..." Ucapan Hendrik terpotong oleh Raka.


"Ingat mulai sekarang Kami jangan di panggil Tuan, Nyonya dan sejenisnya karena mulai sekarang kita satu keluarga." Ucap Daddy Raka.


"Terima kasih banyak." Ucap Hendrik dan Veronica bersamaan.


Mereka pun kembali mengobrol hingga dua jam kemudian mereka pulang ke mansion milik Daddy Raka untuk menikmati liburan keluarga.


Seminggu kemudian keluarga besar Daddy Raka merayakan pesta pernikahan antara Albert dengan Veronica dan pernikahan antara Hendrik dengan Elizabeth.


Acara pernikahan diadakan sangat meriah dan banyak tamu undangan datang dan pergi. Wajah kebahagiaan meliputi keluarga besar Daddy Raka.


Tidak ada musuh lagi yang menyerang mereka karena sudah di basmi sampai ke akar-akarnya agar tidak lagi mengusik anggota keluarga Daddy Raka.


TAMAT


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Tidak terasa novel ini sudah tamat dan terima kasih atas komentar, like, hadiah dan vote. Maaf kalau author tidak semua membalas komentar para pembaca tapi yang pasti author sangat senang dengan komentar para pembaca setiaku.


Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua. Amin.


__ADS_2