
"Yakin saja karena waktu kita melakukan hubungan suami istri daddy tidak pakai pengaman selain itu daddy mengalami gejala mual - mual dan muntah selama empat bulan lebih." Jawab daddy Ray.
"Pantas saja selama mommy hamil sama sekali tidak merasakan mual. Hanya nafsu makanku tidak terkira." ucap mommy Abigail.
"Tentu saja nafsu makan mommy meningkat karena di dalam perut mommy ada tiga janin. Mommy tahu daddy sangat tersiksa tiap pagi dan malam sering mual dan muntah - muntah tapi daddy tidak pernah mengeluh asalkan mommy tetap mempertahankan kehamilannya walau bagi daddy sangat tipis." ucap daddy Ray sambil mempererat pelukan nya.
"Daddy aku tidak bisa bernafas, maksud daddy sangat tipis kenapa?" tanya mommy Abigail dengan wajah bingung.
"Daddy sangat takut kalau mommy menggugurkan kandungan." Ucap daddy Ray dengan wajah sendu sambil mengurangi pelukannya.
"Kalau seandainya aku gugurkan apakah daddy akan marah padaku?" tanya mommy Abigail sambil melepaskan pelukannya kemudian membalikkan badannya untuk menatap wajah tampan suaminya.
"Tidak karena daddy mengerti pasti mommy sangat sulit mengurus anak-anak kita.'' Jawab Ray.
''Terima kasih mommy ternyata mommy mempertahankan anak - anak kita terlebih daddy tidak menyangka ternyata anak - anak kita selain sangat tampan mereka juga genius." Sambung daddy Ray sambil memeluk istrinya.
"Iya benar, mommy sangat bersyukur mempunyai anak - anak sangat tampan dan cantik serta genius." ucap mommy Abigail sambil membalas pelukannya.
Cup
Daddy Ray mencium kening istrinya dengan lembut hatinya sangat bahagia yang tidak bisa dilukiskan karena memiliki istri dan ke tiga anak kembar.
Daddy Ray tidak pernah menyangka di usia tiga puluhan dirinya sudah menikah, mempunyai istri dan memiliki tiga anak kembar. Hal yang tidak pernah di pikirkan sama sekali oleh Daddy Ray.
"Daddy, jika seandainya daddy sembuh dari penyakitnya dan bisa menyentuh wanita lain, apakah daddy akan berpaling padaku dan ke tiga anak kita?" tanya mommy Abigail tiba - tiba sambil menatap mata suaminya.
"Walau seandainya daddy sudah sembuh, daddy akan tetap mencintai kalian semuanya karena kalian adalah harta berharga buat daddy." Ucap daddy Ray.
"Terima kasih daddy, mommy dan anak - anak sangat mencintai daddy." Ucap mommy Abigail sambil memeluk suaminya dengan erat.
"Daddy, juga sangat mencintai Mommy dan sangat menyayangi ke tiga anak kembar kita." Ucap Daddy Ray.
"Oh iya sayang, besok pagi kita liburan keluarga di villa bersama anak - anak kita, oma, opa dan asisten kita Hendrik serta Elizabeth." ucap daddy Ray.
"Siapa Elizabeth?" Tanya Mommy Abigail.
Wajah mommy Abigail yang awalnya tersenyum bahagia kini senyuman itu menjadi putar. Daddy Ray yang melihatnya hanya tersenyum karena istrinya cemburu tanda kalau Mommy Abigail mencintai dirinya.
"Elizabeth seorang wakil ceo untuk dijodohkan ke Hendrik." Jawab Daddy Ray sambil mengusap rambut istrinya dengan lembut.
"Dijodohkan ke Hendrik? Siapa yang menjodohkannya?" Tanya Mommy Abigail dengan wajah terkejut.
"Putri kita, Agnes." Jawab Daddy Ray.
"Daddy serius?" Tanya Mommy Abigail yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Daddy Ray.
"Daddy serius, Daddy saja tidak percaya kalau putri kita menjodohkan Hendrik dengan Veronica." Jawab Daddy Ray.
Mommy Abigail hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan apa yang dilakukan putri bungsunya.
"Oh ya Daddy, Aku ajak sahabatku boleh?" tanya mommy Abigail setelah beberapa saat mereka terdiam.
"Kalau tidak salah namanya Veronica bukan?" tanya daddy Ray.
"Iya benar, bolehkah dad?" tanya mommy Abigail sambil menatap mata suaminya dengan menampilkan puppy eyes nya seperti yang dilakukan oleh ke tiga anak kembarnya.
Daddy Ray hanya tersenyum melihat betapa menggemaskan istrinya membuat daddy Ray hanya menganggukkan kepalanya.
cup
__ADS_1
"Terima kasih daddy." Ucap mommy Abigail sambil mengecup bibir suaminya dengan singkat.
"Tapi tidak gratis bayarannya satu ronde." Ucap daddy Ray sambil tersenyum menyeringai.
"Aish daddy nanti anak - anak sudah menunggu kita." ucap mommy Abigail.
"Sebentar saja sayang, adik kecil milik daddy sudah berdiri dengan tegak." ucap daddy Ray sambil mendorong perlahan tubuh istrinya hingga terlentang.
Mommy Abigail hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju. Daddy Ray pun tidak menyia - nyiakan kesempatan itu dan mereka pun melakukan kegiatan olahraga panasnya pada pagi hari.
Skip
Kini mereka sudah mandi dan memakai pakaian santai dan menuruni anak tangga menuju ke meja makan. Tampak semua sudah berkumpul di meja makan.
"Mommy sama daddy kok lama?" tanya ke tiga anak kembar serempak.
"Maafkan mommy dan daddy sayang tadi mommy dan daddy mengobrol dulu setelah itu mommy dan daddy mandi makanya kami lama." Ucap mommy Abigail beralasan.
"Memang mengobrol apa mom?" tanya Alvaro penasaran.
"Kata daddy besok kita liburan sekeluarga ke villa." Jawab mommy Abigail.
'Untung tadi Daddy cerita kalau mau liburan sekeluarga.' Sambung Mommy Abigail dalam hati.
"Iya mom kita besok pergi bersama." Jawab Alvaro.
"Sekarang kita makan dulu jangan mengobrol." ucap daddy Ray mengalihkan pembicaraan.
"Baik Dad." Jawab ke tiga anak kembarnya serempak.
Mereka pun makan dalam diam dan tidak ada satupun yang berbicara. Setelah setengah jam mereka sudah selesai makan dan berkumpul di ruang keluarga.
"Kenapa tidak berangkat sore saja jadi malam sudah sampai di villa jadi kita bisa menginap di sana." usul Daddy Rico.
"Bagus juga usul daddy, sore ini kita berangkat." ucap daddy Ray.
"Kalau begitu aku mau merapikan pakaian dulu." ucap mommy Abigail sambil berdiri.
"Mommy juga." ucap Mommy Karen sambil ikut berdiri.
"Aku juga ingin merapikan pakaian ku." Ucap ke tiga anak kembarnya bersamaan.
"Nanti Mommy bantu." Ucap Mommy Abigail.
"Baik Mom." Jawab ke tiga anak kembarnya bersamaan.
Mommy Karen dan mommy Abigail serta ke tiga anak kembar berjalan ke kamarnya masing - masing untuk merapikan pakaiannya dan meninggalkan para pria yang merupakan suami mereka.
"Apakah ada masalah di perusahaan?" tanya Daddy Rico.
"Sedikit daddy, tapi sudah di atasi." Ucap daddy Ray.
"Perusahaan pusat apa cabang?" tanya Daddy Rico karena dirinya tidak tahu apa yang dilakukan oleh ke tiga cucu kembar nya.
"Perusahaan yang diakuisisi oleh ke tiga cucu daddy dan mommy." ucap daddy Ray menjelaskan.
"Ke tiga cucu? maksud mu apa Ray? Daddy tidak mengerti." tanya Daddy Rico sambil menatap ke arah putra ke duanya.
Daddy Ray pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi membuat Daddy Rico membuka mulutnya saking terkejutnya.
__ADS_1
"Begitulah daddy ceritanya dan daddy tolong tutup mulutnya takut nanti lalat masuk ke mulut daddy." ucap daddy Ray usil.
"Kamu bercanda kan?" tanya Daddy Rico tidak menjawab ucapan putra sulungnya.
"Daddy, aku serius kalau daddy tidak percaya tanya saja sama asisten ku." ucap daddy Ray.
"Benar begitu Hendrik." Tanya Daddy Rico sambil menatap tajam ke arah Hendrik.
"Benar tuan besar, apa yang tuan muda besar ceritakan tadi memang benar adanya." Ucap paman Hendrik.
"Bukan itu saja dad, Abner waktu itu juga berhasil meretas dataku untuk mencari keberadaan ku.'' Ucap Daddy Ray.
"Apa?" Tanya Daddy Rico dengan wajah terkejut.
"Iya Dad, aku saja sangat terkejut. Oh ya apakah daddy masih ingat awal pertemuan dengan Abigail dan ke tiga anak kembarku?" tanya daddy Ray.
"Iya daddy masih ingat, jangan bilang kalau itu juga karena Abner cucu opa." ucap Daddy Rico.
Daddy Ray hanya menganggukkan kepalanya membuat Daddy Rico hanya menggelengkan kepalanya memikirkan betapa geniusnya ke tiga cucunya.
"Daddy saja tidak percaya apalagi aku sebagai daddy mereka, tidak percaya kalau ternyata ke tiga anakku sangat genius." Ucap daddy Ray.
Tidak berapa lama datang kepala pelayan memberikan hormat ke mereka.
"Selamat siang tuan besar, tuan muda dan tuan Hendrik." Ucap kepala pelayan dengan nada sopan.
"Ada apa?" tanya Daddy Rico.
"Ada tamu dua orang wanita katanya sahabat nya nyonya muda Ray dan Nona Elizabeth." ucap kepala pelayan dengan nada sopan.
"Apakah sahabatnya namanya Veronica?" tanya daddy Ray.
"Benar tuan muda." Jawab kepala pelayan.
"Suruh masuk saja." ucap daddy Ray.
"Baik tuan muda." Jawab kepala pelayan dengan nada yang masih sopan.
Kepala pelayan itupun pamit meninggalkan mereka.
"Hendrik kamu temani sahabat istriku dan Elizabeth, aku ingin menemui istriku." ucap daddy Ray sambil berjalan meninggalkan ruang keluarga.
"Baik tua muda." Jawab paman Hendrik pasrah.
"Kamu tinggal pilih apakah Veronika atau Elizabeth yang menjadi kekasihmu." Ucap Daddy Ray sebelum menghilang dari pandangan mereka.
"Daddy juga sama mau menemui istriku." ucap Daddy Rico sambil berjalan meninggalkan paman Hendrik sendirian.
"Sedih banget mereka pergi dengan pasangannya sedangkan aku? Masa melihat kemesraan mereka mendingan aku tidur di rumah menikmati liburan." Guman paman Hendrik sambil berjalan menuju ke ruang tamu.
'Apa tadi di suruh milih? Iya kalau cocok kalau tidak?' Tanya Ray dalam hati sambil menahan kesal.
Paman Hendrik melihat sahabat istrinya yang sangat cantik dan seksi sedang duduk sambil memainkan ponselnya begitu pula dengan Elizabeth yang juga sangat cantik dan seksi.
"Selamat siang Nona - Nona." sapa paman Hendrik basa basi.
"Siang tuan." Jawab Veronica dan Elizabeth sambil tersenyum dan menyimpan kembali ponselnya ke dalam tasnya.
"Panggil saja Hendrik." ucap paman Hendrik
__ADS_1
"Bagaimana kalau kak Hendrik karena panggil nama tidak sopan." jawab Veronica dan Elizabeth dengan suara merdu.