
"Tidak mungkin Daddy tidak pernah encok." Jawab Daddy Raka.
Daddy Raka melakukan saldo hingga Daddy Raka berhasil berdiri di batang pohon kemudian melompat kembali hingga Daddy Raka berdiri di atas pohon yang lebih tinggi sedangkan yang lainnya menggelengkan kepalanya.
"Kak Rico, apakah benar itu Daddy?" Tanya Ronald dan Marcel bersamaan yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya begitulah pula dengan yang lainnya.
"Tentu saja benar, Daddy dan Mommy waktu masih muda suka loncat seperti tupai dari batang pohon ke batang pohon satunya.Tapi sekarang Rico sangat kuatir kalau encok Daddy kumat." Jawab Rico.
"Semoga saja Daddy tidak apa-apa." ucap Ronald dan Marcel bersamaan.
"Amin." Jawab mereka bersamaan.
Daddy Raka mengeluarkan teleskop kemudian menggunakan teleskop tersebut untuk mengetahui apa yang terjadi di mansion.
Daddy Raka melihat banyak pengawal yang berjaga di sekitar mansion dan di atas atap ada dua orang penjaga yang menggunakan teleskop sama seperti dirinya. Sepertinya untuk memata-matai jika ada musuh datang secara tiba-tiba.
Setelah mengetahui letak para musuhnya Daddy Raka turun dari pohon dengan cara melompat batang pohon ke batang pohon lainnya hingga mendarat dengan sempurna.
"Bagaimana Dad?" Tanya Rico.
"Di lantai paling atas ada dua pria memakai teleskop di arah jam tiga dan arah jam sembilan dan menyimpan pistolnya di saku jasnya sedangkan di lantai dasar ada beberapa penjaga yang menjaga mansion sambil membawa tembakan senjata panjang dan pistol kecil." Jawab Daddy Raka menjelaskan secara detail.
__ADS_1
"Kalau begitu Rico dan Ronald tembak dua pria yang berada di atas. Rico tembak pria itu di jam tiga sedangkan Ronald tembak pria itu di jam sembilan!" Perintah Daddy Raka.
"Baik Dad." Jawab Rico dan Ronald bersamaan.
"Adrian, Leonard, Marcel dan Adrianus kita tembak mereka yang berada di lantai satu." Ucap Daddy Raka.
"Baik Dad." Jawab Adrian, Leonard, Marcel dan Adrianus bersamaan.
"Setengah dari kalian berada di barisan depan dan setengahnya lagi berada di belakang untuk melindungi Kami." Ucap Daddy Raka pada anak buahnya.
"Baik Tuan besar." Jawab para anak buahnya.
"Rico dan Ronald sekarang kalian berjalan ke mansion dan tembak mereka dengan menggunakan tembakan peredam suara." Ucap Daddy Raka.
"Baik Dad." Jawab Rico dan Ronald bersamaan.
Zlep
Zlep
Anggap saja bunyi suara pistol peredam suara karena author tidak tahu seperti apa suaranya hehehehe.
__ADS_1
"Akhhhhhhhh..." Teriak ke dua pria tersebut bersamaan.
Bruk
Bruk
Ke dua pria itupun berteriak kesakitan ketika Rico dan Ronald menembak kening mereka dan tidak berapa lama mereka mati di tempat dengan mata melotot. Rico dan Ronald melambaikan tangannya tanda misinya sudah berhasil.
Daddy Raka dan yang lainnya masuk ke dalam mobil karena jarak ke mansion lumayan jauh. Mobil milik Daddy Raka berhenti kemudian Rico dan Ronald masuk ke dalam mobil.
Ke dua mobil tersebut melaju dengan kecepatan sedang namun terpisah karena permintaan Daddy Raka.
Ke dua mobil itupun berhenti tepat di depan tembok karena mereka tidak berhenti di depan gerbang.
"Kita serang mereka dari gerbang bersama - sama agar mereka tidak bisa kabur dan untuk Leonard matikan sistem keamanan cctv agar mereka tidak menduga kalau mansionnya di serang." Ucap Daddy Raka.
"Baik Dad." Jawab mereka bersamaan.
Merekapun berjalan dengan perlahan hingga mereka berada tepat di depan gerbang mereka serempak menembak para penjaga mansion.
Serangan mendadak membuat para penjaga sangat terkejut dan langsung membalas tembakan mereka.
__ADS_1
("Buyut dan semuanya mundur sejauh mungkin." Ucap Abner tiba-tiba melalui earphone).