Ranjang Panas Sang CEO 4

Ranjang Panas Sang CEO 4
Waktu Untuk Berpikir


__ADS_3

Mommy Karen berjalan dengan diikuti Mommy Abigail dari arah samping meninggalkan ruang perawatan VVIP dan duduk di kursi ruang tunggu.


"Abigail apakah kamu mencintai anakku?" tanya Mommy Karen tanpa basa basi.


Mommy Abigail bingung mau menjawab apa karena baru mengenal Daddy Ray namun sejujurnya dalam hati paling dalam dirinya sangat nyaman bersamanya dan mulai timbul perasaan suka.


"Kamu tidak perlu menjawabnya hanya saja mommy akan bercerita tentang masa lalu tentang Ray." ucap Mommy Karen.


Mommy Abigail terdiam hanya mendengarkan lanjutan cerita Mommy Karen.


"Mommy dulu melahirkan empat anak kembar anak pertama bernama Rey, ke dua Ray yang merupakan Daddy dari ke tiga anak kembar kalian, ke tiga Adara dan yang terakhir Adira." Ucap Mommy Karen memulai ceritanya.


"Dari ke empat anak kembar Mommy dan Daddy hanya Ray yang tidak bisa kulitnya bersentuhan dengan kulit gadis atau wanita lain kecuali keluarga besarnya karena itulah setiap keluar selalu menggunakan sarung tangan." Sambung Mommy Karen.


"Kenapa bisa begitu Mom?" Tanya Mommy Karen dengan wajah terkejut.


"Hal itu dikarenakan Daddyku sekaligus kakeknya Ray sama seperti dirinya tidak bisa bersentuhan dengan wanita lain kecuali dengan Mommyku." Jawab Mommy Karen.

__ADS_1


"Kulitku seperti kulit Mommyku yaitu tidak ada reaksi jika bersentuhan dengan pria lain namun Ray mengikuti Daddy ku yaitu alergi bersentuhan dengan wanita lain kecuali anggota keluarganya dan juga kamu." Sambung Mommy Karen.


"Dari ke lima anak kembar Mommy dengan Daddy hanya Ray lebih pendiam dan tidak pernah sedikitpun tersenyum beda dengan ke empat adiknya ada yang selalu murah senyum dan ada yang kadang tersenyum. Hanya saja Ray lebih pintar dalam bidang semua mata pelajaran dan selalu juara pertama sedangkan ke empat adik kembarnya hanya beberapa mata pelajaran dan kalau juara terkadang juara ke satu, ke dua atau ke tiga tapi lebih sering juara ke dua." ucap Mommy Karen.


"Hingga pada akhirnya umur Ray menginjak dua puluh sembilan tahun. Sahabat daddy datang dengan membawa istri dan putri mereka yang sangat cantik. Kami berempat berencana ingin menjodohkan dengan putra kami dengan putri mereka tapi Ray tidak setuju karena dirinya belum tertarik dengan lawan jenis." Ucap Mommy Karen.


'Kenapa aku sangat senang ketika tidak jadi menikah?' Tanya Mommy Abigail dalam hati.


"Mommy dan daddy berusaha membujuknya tapi selalu di tolak hingga akhirnya mommy sakit barulah Ray setuju untuk tunangan tapi dengan syarat cukup keluarga inti tanpa ada acara hingga tiba-tiba kamu datang bersama ke tiga anak kalian." sambung Mommy Karen.


"Kamu jangan merasa bersalah karena gadis yang pantas menikah dengan putraku adalah kamu. Maukah kamu menikah dengan putraku?" tanya Mommy Karen.


"Maaf mommy, bukannya Mommy Abigail menolak tapi karena ini terlalu cepat buat Mommy Abigail." ucap Mommy Abigail.


"Memang benar, tapi apakah kamu tidak melihat ke tiga anak kalian sangat membutuhkan kasih sayang seorang daddy. Kamu memang bisa mengurus ke tiga anakmu tapi apakah kamu tega melihat ke tiga anakmu yang masih membutuhkan kasih sayang seorang daddy? Mommy dan daddy baru kali ini melihat Ray tersenyum bahagia ketika berdekatan denganmu. Apalagi mommy dan daddy baru tahu kalau ternyata kamu adalah obat untuk alergi putraku." ucap Mommy Karen.


"Maksud Mommy jika Kak Ray menyentuhku Kak Ray tidak alergi?" tanya Mommy Abigail.

__ADS_1


"Benar sekali, jika Ray bersentuhan dengan seorang gadis atau wanita maka kulitnya akan memerah dan gatal - gatal tapi ketika bersentuhan dengan dirimu maka alergi itu tidak bereaksi sedikitpun karena itulah kami sebut kamu adalah obat mujarab untuk anak kami." ucap Mommy Karen.


"Jika suatu saat nanti kak Ray sembuh dari alerginya apakah kak Ray akan meninggalkan diriku?" tanya Mommy Abigail dengan wajah sendu.


'Aku sangat takut di saat cintaku mulai tumbuh di saat itu pula Kak Ray meninggalkan diriku sama seperti yang dilakukan oleh mantanku.' Sambung Mommy Abigail dalam hati.


" Mommy tahu sifat anak mommy kalau mencintai seseorang maka dikejarnya hingga dapat tapi jika ternyata sangat sulit untuk melepaskan nya maka membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengobati lukanya." ucap Mommy Karen menjelaskan.


Mommy Abigail hanya bisa diam dan bingung ingin bicara apa lagi.


"Mommy tidak memaksa untuk menjawabnya sekarang tapi mommy harap kamu pikirkan lagi keinginan ke tiga anak kalian. Jangan sampai karena keegoisan orang tuanya membuat ke tiga anak kalian terluka. Maaf kalau ada kata - kata mommy menyakiti perasaanmu." ucap Mommy Karen.


"Tidak mommy, Mommy Abigail mengerti keinginan mommy dan daddy hanya saja beri Abigail waktu untuk berpikir." mohon Mommy Abigail.


"Baiklah, sekarang kita masuk ke dalam mereka pasti menunggu kedatangan kita terlebih Ray karena mommy tahu kalau Ray sangat mencintaimu dan tidak bisa jauh darimu." ucap Mommy Karen sambil berjalan dan masuk ke dalam ruang perawatan VVIP.


"Baik mommy." Jawab Mommy Abigail sambil berjalan mengikuti langkah Mommy Karen.

__ADS_1


__ADS_2