
Tuan Alexander menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya menatap tajam ke arah wanita itu.
"Ada apa?" tanya tuan Alexander dengan nada dingin.
"Maaf tuan, kenapa Albert tidak usah membayar perhiasan? Apakah tuan dan Albert adalah sama-sama germo makanya perhiasannya gratis?" tanya Desi penasaran tanpa menyadari kalau perkataannya akan menjadi boomerang buat dirinya.
Tuan Alexander mendengar ucapan Desi sangat terkejut dan sangat - sangat marah begitu pula dengan semua pelayan toko perhiasan. Tuan Alexander berjalan mendekati Desi sambil menatap tajam penuh amarah dan menggenggam ke dua tangannya dengan erat.
plak
Untuk pertama kalinya tuan Alexander menampar seorang wanita karena ucapannya sangat merendahkan dirinya. Tamparan yang keras membuat Desi nyaris terjatuh kalau saja kekasihnya tidak menahan tubuh Desi.
"Si*l beraninya memukul kekasihku!!" teriak kekasihnya dan bersiap membalas tuan Alexander.
"Pengawal!!" Teriak tuan Alexander.
Empat orang pengawal langsung datang menemui tuan Alexander.
"Usir mereka berdua!" perintah tuan Alexander.
"Baik tuan." Jawab mereka serempak.
Mereka langsung masing-masing memegang tangan Desi dan kekasih Desi.
"Aku bisa jalan sendiri." Ucap Desi.
"Hei, apakah kamu tahu siapa Aku? Lepaskan tangan kotor kalian kalau tidak kalian akan di penjara oleh orang tuaku." bentak kekasihnya Desi tanpa menyadari kalau perkataannya akan menjadi boomerang buat dirinya.
"Tunggu." Panggil tuan Alexander.
Ke empat orang itu tetap memegang tangan kanan dan tangan kiri Desi dan kekasih Desi.
"Oh iya siapa nama orang tuamu?" tanya tuan Alexander dengan nada santai sambil ke dua tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya.
"Daddyku adalah CEO PT Buma Corp., tentunya tuan tahu bukan?" ucap kekasih nya sambil tersenyum sinis meremehkan tuan Alexander
"Oh PT Buma Corp., silahkan laporkan saja karena Aku tidak takut sama sekali." Ucap tuan Alexander ikut meremehkan kekasih Desi.
"Cih, kamu dan temanmu yang germo itu aku akan laporkan ke kantor polisi agar kalian berdua di penjara." ucap kekasihnya Desi.
"Aku juga akan menulis berita dengan judul : Kekasih Albert yang bernama Veronica Bertunangan Dengan Germo." Sambung Desi.
Semua yang ada di situ sangat terkejut terlebih tuan Alexander wajahnya memerah menahan amarahnya. Tuan Alexander langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Tarik semua saham di perusahaan PT Buma Corp. dan juga kekasihnya!" perintah Tuan Alexander.
__ADS_1
"Baik tuan." Jawab asisten kepercayaannya.
Albert dan Veronica yang berada di toko sebelah mendengar ucapan kekasih Desi dan juga Desi, orang yang dulu pernah dijodohkan oleh orang tuanya membuat Albert marah.
Dulu Albert sakit hati dan menahan amarahnya ketika di hina Desi dan orang tua Desi tapi kini amarahnya semakin memuncak.
Albert mengambil ponselnya yang ada di saku jasnya kemudian menghubungi seseorang untuk menarik semua saham di perusahaan PT Buma Corp. Selain itu perusahaan milik orang tua Desi dan semua aset milik orang tua Desi di sita oleh perusahaannya.
Selesai menghubungi Albert menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya. Veronica tidak bisa membantu mereka karena perkataan mereka sangat keterlaluan.
"Usir mereka berdua! Mulai sekarang dan seterusnya ingat wajah mereka berdua untuk tidak mengijinkan mereka masuk ke dalam mall ini!" Perintah tuan Alexander dengan nada penuh amarah.
"Baik tuan." Jawab mereka serempak
"Apa hakmu tidak mengijinkan kami untuk datang ke mall ini?" Tanya mereka berdua dengan nada kesal.
"Asal kalian tahu tuan Albert adalah CEO sekaligus orang terkaya nomer satu di negara ini. Pemilik mall ini adalah tuan Albert dan bekerja sama denganku. Jadi kami berhak untuk mengusir kalian berdua, pengawal usir mereka!! perintah tuan Alexander sambil membalikkan badannya dan berjalan ke ruang kerjanya.
"Apa?" Teriak Desi dan kekasihnya bersamaan dengan wajah sangat terkejut.
"Untunglah Tuan Albert menyamar menjadi pria miskin agar mengetahui betapa sombongnya kamu dan juga Orangtuamu. Aku sangat bersyukur Tuan Albert menemukan gadis baik bukan wanita matre sepertimu." Ucap Tuan Alexander sambil membalikkan badannya dan meninggalkan mereka.
"Lepaskan tanganku aku bisa jalan sendiri." Ucap kekasih nya Desi.
'Si*l, ternyata Albert membohongiku." Ucap Desi dalam hati.
Tidak berapa lama ponsel milik kekasihnya Desi berdering. Kekasih Desi mengambil ponselnya di saku jasnya kemudian melihat kalau daddynya menghubungi dirinya.
("Dasar anak tidak tahu diri, kenapa kamu cari masalah?" tanya daddynya dengan nada satu oktaf dan penuh amarah).
("Aku tidak melakukan apa-apa dad." Ucap kekasihnya Desi sambil menjauhkan telinganya karena daddynya membentak dirinya).
("Apa kamu tahu akibat perkataan kekasihmu dan kamu perusahaan milk daddy yang di bangun dengan susah payah sekarang bangkrut. Dua perusahaan raksasa dan terkenal dengan kekayaannya tiba-tiba ke duanya menarik sahamnya." Ucap daddynya dengan nada satu oktaf).
Jeder
Jeder
Bagai petir di siang bolong tubuh kekasihnya Desi langsung lemas ternyata dirinya melakukan kesalahan yang sangat fatal. Pria tersebut sama sekali tidak menyangka kalau dirinya akan jatuh miskin akibat perkataannya.
("Sekarang kita miskin semua aset perusahaan dan semua aset yang kita miliki di sita sama bank. Bersiaplah kita akan hidup susah itu akibat dari perkataan bodohmu. Dasar anak tidak berguna, gara - gara ulahmu kita hidup miskin!" Teriak daddynya kekasih Desi).
Tut
Tut
__ADS_1
Tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Ayahnya membuat pria tersebut menyesali perkataannya. Pria itupun menatap ke arah Desi dengan penuh amarah.
plak
plak
duak
duak
"Gara - gara aku percaya dengan omonganmu kini orang tuaku bangkrut!" teriak kekasihnya Desi sambil menampar pipi kanan dan kiri Desi kemudian menendangnya untuk pertama kalinya.
"Akhhhhhhhh..." Teriak Desi.
Desi berteriak kesakitan karena kekasihnya melakukannya dengan kekuatan penuh membuat ke dua sudut bibir Desi pecah dan mengeluarkan darah segar begitu pula dengan mulut dan hidung Desi.
Mereka yang melihatnya tidak tega melihat Desi berteriak kesakitan membuat para pengunjung pria menahan ke dua tangan kekasih Desi dan menjauhkan dari Desi agar tidak menjadi amukan kekasihnya.
Tidak berapa lama ponsel milik Desi juga berdering dengan menahan rasa sakit Desi mengambil ponselnya di dalam tasnya dan melihat ayahnya menghubungi dirinya.
("Apa kamu tahu akibat perkataan kekasihmu dan kamu, perusahaan daddy sekarang bangkrut? Dua perusahaan terbesar secara bersamaan menarik sahamnya." Ucap daddynya dengan nada satu oktaf).
Jeder
Jeder
Bagai petir di siang bolong Desi langsung lemas ternyata dirinya melakukan kesalahan terbesar menghina Albert dan Tuan Alexander.
"Sekarang kita miskin semua aset perusahaan dan semua aset yang kita miliki di sita sama bank. Bersiaplah kita akan hidup susah itu akibat dari perkataan bodohmu. Dasar anak tidak berguna, gara - gara ulahmu kita hidup miskin." Ucap daddynya Desi dengan nada satu oktaf).
"Tidakkkkkkk!!!" teriak Desi menangis histeris karena dirinya tidak mau hidup miskin.
"Usir mereka berdua pak." ucap para pengunjung karena mereka berdua membuat kegaduhan.
"Iya pak usir saja mereka." Ucap para pengunjung lainnya.
Kekasih Desi langsung berjalan meninggalkan Desi kekasihnya dan tidak memperdulikan panggilan Desi. Tangan Desi di tarik oleh dua orang bodyguard agar keluar dari mall dan satu orang bodyguard yang lainnya mengikuti dari arah belakang hingga di pinggir jalan raya bodyguard yang tadi mengikuti dari belakang berjalan mendahului mereka untuk memanggil taksi.
Setelah beberapa lama ada taksi lewat bodyguard itupun melambaikan tangannya agar taksi itu berhenti. Setelah taksi itu berhenti bodyguard itupun membuka pintu mobil dan ke dua bodyguard yang tadi memegang tangan Desi langsung mendorong tubuh Desi dengan keras ke dalam taksi tanpa ada rasa empati sedikitpun.
bruk
Tubuh Desi langsung terlentang di kursi mobil belakang.
__ADS_1
"Itu akibatnya kalau berbicara sembarangan dengan bos kami pemilik mall ini." ucap mereka serempak dengan nada dingin.
Selesai mengatakan hal itu salah satu bodyguard menutup pintu mobil dan langsung membalikkan badannya. Ke tiga bodyguard berjalan meninggalkan taksi tersebut menuju ke tempat mereka bertugas.