Ranjang Panas Sang CEO 4

Ranjang Panas Sang CEO 4
Draft


__ADS_3

"Orang-orang yang kami tugaskan untuk memata-matai wanita itu sering di booking oleh Gunawan hingga suatu ketika Ibu tirinya dan adik tirinya Kakak ipar tiba-tiba hilang tanpa jejak." Jawab Albert.


"Apa kita minta bantuan cucuku saja ya? dia kan pintar IT." Usul Daddy Rico.


"Bisa juga Paman, aku juga akan minta bantuan untuk mencari di mana mereka." ucap Albert.


"Ya sudah kamu hubungi orangmu dan aku akan menghubungi cucuku mana yang cepat karena mereka harus segera di tangkap." Ucap Daddy Rico memberikan usulan.


"Baik Paman." Jawab Albert patuh.


Mereka berdua menghubungi sesuai apa yang dikatakan oleh Daddy Rico setelah selesai menghubungi mereka masuk ke dalam mobil menuju ke rumah sakit.


Singkat cerita kini mereka sudah sampai di rumah sakit. Daddy Rico masuk ke dalam ruang perawatan VVIP diikuti oleh Albert dari arah belakang. Tampak daddy Ray sedang menatap kedatangan Daddy Rico.


"Bagaimana keadaanmu, Ray, Abigail?" tanya Daddy Rico.


"Baik dad." Jawab Ray dan Abigail bersamaan.


"Oh ya Dad, bagaimana dengan Hendrik? Apakah lukanya parah?" Tanya daddy Ray yang tidak tahu kondisinya.


Daddy Ray dan Mommy Abigail hanya tahu mereka di rawat karena Mommy Karen tidak cerita secara mendetail.


"Hendrik ada di ruang perawatan dan di jaga oleh bodyguard dan lukanya tidak terlalu parah." Jawab Daddy Rico.


"Kalau Elizabeth?" Tanya Mommy Abigail.


"Elizabeth mengalami koma karena menjadikan tubuhnya sebagai tameng agar Hendrik tidak terluka hal itu membuatnya beberapa tulang ada yang patah dan retak." Jawab Daddy Rico.


"Apa?" teriak Mommy Abigail dengan wajah terkejut sambil menutup mulutnya dengan menggunakan ke dua tangannya.


"Mommy dan ke tiga anak kalian kemana?" tanya daddy Rico


"Mommy, Veronika, Abner, Alvaro dan Agnes pergi nengok Hendrik dan Elizabeth." jawab daddy Ray.


Daddy Rico hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Daddy habis dari mana?" tanya daddy Ray.


"Daddy baru saja menghukum pelayan kita." Jawab daddy Rico dengan nada dingin.


"Kenapa dad?" tanya daddy Ray karena dirinya tidak diberitahukan oleh ke dua anak kembarnya mengenai kecelakaan yang di alami oleh orang tuanya.


"Dia ada sangkut pautnya kecelakaan yang kalian alami dan sekarang daddy lagi menunggu kabar cucu daddy di mana Gunawan dan yang lainnya berada." Jawab daddy Rico dengan nada dingin.


"Maksud daddy apa? tolong ceritakan secara mendetail." Pinta daddy Ray.

__ADS_1


Daddy Rico menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi nya. Daddy Ray mendengarkan semuanya tanpa mengeluarkan suara sedikit pun begitu pula dengan Mommy Abigail.


"Begitulah Ray ceritanya." ucap Daddy Rico mengakhiri ceritanya.


"Si*l, dia harus di hukum ma*i." ucap daddy Ray dengan tatapan penuh amarah.


Ceklek


Tiba-tiba pintu ruang perawatan di buka dengan lebar membuat mereka menatap ke arah pintu di mana mereka melihat Veronica membuka pintu dengan lebar agar Abner masuk ke dalam ruang perawatan.


Abner masuk ke dalam ruang perawatan diikuti oleh Veronica dan mereka melihat Veronica membawa laptop.


"Maaf ini laptopnya." Ucap Veronica sambil memberikan laptopnya ke Abner.


"Ok." Jawab Abner singkat.


"Maaf, aku ingin pergi menemani Alvaro dan Agnes." Pamit Veronica.


"Ok. Maaf ya jadi ngerepotin." ucap Mommy Abigail.


"Tidak ngerepotin kok." Jawab Veronica sambil tersenyum.


Veronica pergi meninggalkan ruang perawatan dan berjalan ke arah ruang perawatan di mana Elizabeth di rawat. Sedangkan di ruang perawatan di mana Abner berjalan ke arah ranjang membuat Daddy Rico berjalan ke arah Abner.


Hap


"Opa, Abner sudah tahu di mana Gunawan dan yang lainnya berada." Ucap Abner dengan nada dingin.


"Paman Rico, Kak Ray dan ponakanku Abner yang sangat tampan. Wajah mereka sama seperti pinang di belah tiga dan sifatnya juga sama yaitu sama - sama dingin." ucap Albert dalam hati.


"Biasanya pinang di belah dua tapi ini di belah tiga karena wajahnya mereka sama hanya beda versi." sambung Albert dalam hati.


"Di mana Mereka?" tanya Daddy Rico sambil membelai rambut cucunya.


" Di mansion Bela Vista." jawab Abner dengan nada masih dingin.


cup


"Cucu Opa sangat pintar, Opa dan paman Albert akan ke sana jadi cucu Opa jagain daddy ya?" pinta Daddy Rico sambil mengecup pipi gembul cucunya.


"Baik Opa." Jawab Abner patuh.


ceklek


Tiba-tiba ruang perawatan terbuka membuat mereka menatap ke arah pintu dan melihat Mommy Karen, Alvaro dan Agnes masuk ke dalam ruang perawatan.

__ADS_1


"Sudah datang dad? Bagaimana hasilnya?" tanya Mommy Karen.


"Sudah daddy hukum dan sekarang daddy dan Albert ingin pergi lagi." Jawab Daddy Rico.


"Pergi kemana Dad?" Tanya Mommy Karen.


"Pergi untuk menangkap dalang kecelakaan yang telah terjadi." Jawab Daddy Rico.


Mommy Karen hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Bagaimana keadaan Hendrik dan Elizabeth?" tanya Daddy Rico.


"Dua atau tiga hari Hendrik bisa pulang sedangkan Elizabeth masih koma." Jawab Mommy Karen dengan wajah sendu.


"Semoga saja Elizabeth cepat sadar." Ucap Daddy Rico.


"Amin." Jawab mereka bersamaan.


"Daddy berangkat dulu, semoga cepat sembuh Ray dan Abigail." ucap Daddy Rico.


"Terima kasih, dad." Jawab daddy Ray dan Mommy Abigail bersamaan.


"Dad, aku ikut ingin memberikan pelajaran ke mereka." sambung daddy Ray dengan kilatan amarah.


"Biar daddy dan keluarga besar kita yang menangkap mereka, kamu istirahat saja." ucap Daddy Rico sambil menepuk bahu putranya.


"Daddy pergi dulu." ucap Daddy Rico.


"Mommy titip dua anak kita dan cucu - cucu kita." Ucap Daddy Rico sambil memberikan Abner ke Mommy Karen sambil mengecup kening Mommy Karen kemudian mengecup cucunya Abner.


"Baik daddy, hati - hati di jalan." Ucap mommy Rico.


Daddy Rico hanya menganggukkan kepalanya dan membalikkan badannya lalu berjalan menuju pintu keluar diikuti oleh paman Albert. Baru saja paman Albert menarik untuk membuka pintu tangan kanan Veronica sedang menyentuh gagang pintu untuk mendorongnya membuat Veronica terdorong ke depan dan menabrak dada bidang paman Albert.


bruk


Grep


"Akhhh." pekik Veronica refleks memeluk paman Albert agar tidak terjatuh.


Deg


Deg


Paman Albert langsung membalas pelukan Veronica. Ke dua pasang mata saling menatap dan entah kenapa ke dua jantung mereka berdetak kencang.

__ADS_1


"Ehem." ucap Daddy Rico berupa deheman.


__ADS_2