
"Maaf, Aku mau ambil laptop di mobil." Jawab Leonard sambil membalikkan badannya.
"Untuk apa?" Tanya dokter Adrian.
"Aku akan meretas cctv yang ada di jalan raya agar Aku tahu siapa yang menabrak keponakan ku." Jawab Leonard sambil menahan amarahnya.
Leonard sudah menganggap keluarga dari pihak istrinya dan juga keluarga besar dari Daddy Raka merupakan keluarganya juga. Karena itulah dirinya sangat marah dan tidak terima jika salah satu anggota keluarganya ada yang berani menyakitinya.
Dokter Adrian, Rani dan Adriana hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Leonard kembali melanjutkan langkahnya. Tidak berapa lama pintu UGD terbuka membuat dokter Adrian, Rani dan Adriana langsung berdiri dan berjalan ke arah pintu UGD.
"Bagaimana keadaan putra kami Dok?" Tanya dokter Adrian.
"Untunglah datang tepat waktu karena Tuan Albert banyak mengeluarkan darah." Jawab dokter tersebut.
"Boleh kami melihatnya Dok?" Tanya Rani.
"Sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan, Nyonya dan Tuan bisa melihatnya." Jawab dokter tersebut.
__ADS_1
Rani, dokter Adrian, Adriana dan Adrianus hanya menganggukan kepalanya kemudian dokter tersebut berpamitan untuk mengecek pasien lainnya.
Tidak berapa lama pintu UGD kembali terbuka namun lebih lebar hingga dua perawat keluar sambil mendorong brankar di mana Albert berbaring bersamaan kedatangan Daddy Raka, Mommy Nicole, Mommy Karen dan Daddy Rico bersama ketiga anak kembar Ray dengan Jovanka yang bernama Abner, Alvaro dan Agnes.
Kini mereka berada di ruang perawatan di mana Leonard mengotak atik laptopnya untuk mengetahui apa yang terjadi dengan Albert.
"Veronica." Panggil Albert sambil perlahan membuka matanya.
"Veronica?" Tanya ulang Rani sambil menggenggam tangan putra sulungnya.
"Iya Veronica Mom, apakah Veronica baik-baik saja?" Tanya Albert dengan wajah kuatir.
"Iya Mom, bagaimana keadaannya? orang itu ingin menabrak Albert tapi Veronica menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya karena itulah Veronica tidak sadarkan diri. Apakah Veronica baik-baik saja?" Tanya Albert dengan wajah sangat kuatir.
"Mommy hanya tahu kamu dan Veronica di bawa dengan menggunakan mobil ambulance menuju ke rumah sakit." Jawab Rani.
"Mommy, tolong cariin informasi tentang Veronica." Mohon Albert untuk pertama kalinya dirinya meminta tolong.
__ADS_1
"Baik, Mommy akan mencari informasi tentang Veronica. " Ucap Rani sambil berdiri.
"Aku akan menemanimu." Ucap Karen.
"Terima kasih Kak." ucap Rani.
Ke dua wanita itupun keluar dari ruangan tersebut untuk mencari tahu di mana Veronica di rawat. Sedangkan yang lainnya duduk menunggu Leonard untuk meretas cctv.
"Aku sudah berhasil meretas cctv di jalan raya di mana Albert dan Veronica mengalami kecelakaan." Ucap Leonard tiba-tiba.
Mereka serempak menonton rekaman cctv dengan menggunakan laptop hingga mereka melihat sebuah mobil menabrak Albert dan Veronica kemudian mobil tersebut pergi meninggalkan tempat tersebut.
Namun tidak berapa lama kemudian datang lagi sebuah mobil dan Veronica dengan kondisi luka berusaha berdiri kemudian merentangkan tubuhnya agar Albert tidak terluka hingga akhirnya tubuh Veronica di tabrak mobil tersebut.
"Leonard, tolong di penjelas siapa yang menabrak putraku." Pinta dokter Adrian sambil menahan amarahnya begitu pula dengan yang lainnya.
"Ok." Jawab Leonard singkat.
__ADS_1
Leonard kembali mengotak atik laptopnya hingga lima belas menit kemudian dirinya berhasil mengetahui siapa yang menabrak ponakannya.
"Bukankah wanita ini yang dulu ..." Ucap Leonard menggantungkan kalimatnya dengan wajah sangat terkejut sekaligus menahan amarahnya.